
Chelsea karena mengantuk, ia pun tertidur, sedangkan Chasyn tetap berada di ruang kontrol.
Pagi pun tiba, pesawat mereka pun mendarat di bandara milik Chasyn.
Chasyn melepaskan handset lalu mendekati Chelsea yang tertidur lelap itu.
"Tidak mungkin aku membangunkannya kan?" tanya Chasyn menatap wajah Chelsea yang tertidur pulas.
"Hm..." Chasyn mendekati tangannya di wajah Chelsea, namun ia menariknya kembali.
"Aku pasti akan menganggu tidurnya jika aku menyentuhnya, lebih baik aku ambilkan roti dan susu untuk sarapan pagi," ucap Chasyn. Ia pun membuka lemari es dan mengambil beberapa roti dan 2 botol susu kambing.
Chasyn meletakkan sarapannya di atas kursi duduk di samping Chelsea dan menatap wajah Chelsea terus menerus.
Chelsea tiba-tiba saja membuka matanya dan melihat Chasyn yang menatapnya. "Eh," ucap Chelsea dan ia bangun.
Chasyn langsung membuang wajahnya dan ia menyadari jika ia membawakan sarapan.
"Ini sarapan dulu," ucap Chasyn memberi sarapan itu kepada Chelsea.
"Terima kasih," ucap Chelsea mengambil makanan itu.
Chasyn juga mengambil bungkusan roti itu dan membukanya, lalu melahapnya. "Ini susu untukmu," ucap Chasyn memberikan kepada Chelsea.
__ADS_1
"Terima kasih. Kamu tidak tidur?" tanya Chelsea melihat kantung mata di bawah mata Chasyn.
"Iya aku akan tidur nanti, oh ya kamu sekolah hari ini?" tanya Chasyn.
"Iya," angguk Chelsea sambil mengunyah rotinya.
"Ya sudah, biar aku antar kamu pulang sekarang," ucap Chasyn.
"Hm… biar aku yang nyetir, kamu tidurlah," ucap Chelsea.
"Hm… kamu perhatian banget. Hoam..." Chasyn menguap.
"Ya sudah ayo kita pulang sekarang," ajak Chelsea. Mereka pun keluar dari pesawat dan menuju mobil, Chelsea naik di kursi pengemudi dan Chasyn duduk di kursi penumpang dan memejamkan matanya.
Saat mendekati rumahnya, Chelsea langsung menuju rumah Chasyn dan memutar mobil itu masuk ke halaman rumah Chasyn.
Chelsea pun memberhentikan mobilnya dan terlihat rumahnya tertutup rapat.
Chelsea melihat arloji di tangannya menunjukkan pukul 07:40.
"Astaga! Sebentar lagi akan masuk kelas, tapi… biarkan aku melihat mu tertidur Sebentar," ucap Chelsea menatap wajah Chasyn yang tertidur lelap.
Chelsea mendekatkan tangannya ke arah pipi Chasyn, ia sangat ingin menyentuhnya wajah Chasyn, tapi ia tarik kembali tangannya karena akan sangat memalukan jika ia menyentuh wajah Chasyn dan tiba-tiba pemilik wajah bangun dan kepergok jika ia menyentuhnya saat seperti Chasyn lakukan padanya tadi.
__ADS_1
"Ya sudahlah, aku lebih baik pulang dan jam sekolah sebentar lagi akan masuk," ucap Chelsea keluar dari mobil dan kembali ke rumah dengan berjalan kaki.
"Hm itu bukannya mobil Tuan, kenapa dia tidak masuk ke rumah lagi?" tanya kedua koki itu melihat mobil Chasyn yang terparkir namun orang tidak keluar-keluar sejak mobil itu datang.
Koki itu kembali ke kamarnya dan tidak ingin menganggu Chasyn karena pekerjaan mereka juga sudah selesai.
2 jam
3 jam
4 jam
5 jam
Para koki itu keluar dan melihat jika mobil masih di parkir tempat semula.
"Hm… di mana Tuan? Apa dia sudah masuk ke dalam kamarnya? Ayo kita lihat, apa di masih ada di dalam mobil atau sudah pergi,* ucap mereka penasaran dan menuju mobil Chasyn.
Mereka mengintip dari jendela mobil dan melihat ke dalam.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
__ADS_1
Terima kasih