SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 196


__ADS_3

"Iya, semua ide-idenya sangat cemerlang, sangat di pahami dan dia benar-benar pemimpin idaman," ucap Sekertaris Kino.


"Haish… kalian sungguh berlebihan," ucap Chasyn dalam hati.


"Wah... pria yang sangat menjanjikan, ini pastilah pria idaman setiap wanita dan menantu yang sangat di cari-cari," ucap Samsul tertawa.


2 orang membawakan penghargaan seperti piala, namun ini terbuat dari kaca murni di tambah dengan berlian di atasnya.


"Mari kita sambut yang meriah untuk Tuan Chasyn!" teriak Samsul. Terdengar tepuk tangan bergemuruh sorak-sorai dari penonton.


Samsul memberikan Chasyn penghargaan itu dan mereka pun berfoto.


"Ini mikrofonnya, mungkin Tuan ada yang ingin di bicarakan, seulas kata untuk inpirasi para pengusaha muda lainnya agar mereka punya tekad yang kuat untuk membangun bisnisnya," ucap Samsul.


"Baiklah, terima kasih untuk penyelenggaraan kompetisi, Terim kasih untuk semuanya, saya sangat senang di malam berbahagia ini saya mendapatkan penghargaan untuk yang pertama kalinya, ini sangat membanggakan, terima kasih semuanya. Berbisnis bukan hanya perlu kerja keras, otak juga harus berpikir kreatif untuk mengembangkan inovasi-inovasi baru dan membuat perusahaan menjadi lebih maju tentu saja harus adanya komunikasi dan kerja sama dengan pekerja lainnya, terutama dengan Sekretaris yang sebagai peran penting dalam perusahaan, untuk kalian yang mulai ingin membangun bisnisnya, jangan takut jatuh karena semua usaha dan pekerjaan punya resikonya tersendiri baik besar atau pun kecil, terus maju dan jangan dengar apa kata orang, karena kalau kita sukses mereka akan datang dengan sendirinya, sedangkan di saat kita sedang dalam keadaan jatuh bangun mereka tidak akan peduli dan bahkan mereka menertawai dan mengejek kita, tidak perlu malu dengan apa yang kamu miliki saat ini, itu adalah modal untuk terus berkembang, sekian terima kasih," ucap Chasyn.


Semua orang bertepuk tangan dengan meriah.


"Aku tau bos memang susah dulunya, saat dia sudah kaya sekarang aku tidak pernah melihat dia benar-benar bekerja, justru sekretarisnya terus yang bekerja," ucap Iyan.

__ADS_1


Saat Chasyn dan Sekretarisnya berjalan untuk menyatu dengan keramaian, mereka semuanya bertepuk tangan, Dona langsung menghampiri Chasyn.


"Chasyn, selamat!" ucap Dona tersenyum mengembang.


"Eh iya, terima kasih ya," ucap Chasyn. Chelsea juga menghampiri Chasyn.


"Selamat untuk kamu," ucap Chelsea mengulurkan tangannya.


Chasyn melihat tangan Chelsea lalu memeluknya.


"Terima kasih," ucap Chasyn. Chelsea sangat terkejut saat di peluk Chasyn.


"Apa yang kau lakukan?" tanya papa Chelsea dengan tatapan membunuh.


"Hm… jika Anda tidak boleh, berati tidak akan ada kerja sama," ucap Chasyn.


"Baiklah, baiklah. Awas saja kalau kau melakukan hal yang lebih kepada anakku," ucap papa Chelsea dengan tatapan tajam.


"He-he-he," Chasyn menyengir saat melihat papa Chelsea meskipun ia terlihat marah, namun ia pasrah saja.

__ADS_1


"Malam ini kumpul di rumahku, kita akan panggang baberque, besok juga hari libur kita buat pesta untuk merayakan kemenangan ini," ucap Chasyn.


"Ayo," ucap mereka senang.


Para pengusaha yang lain menyerbu Chasyn.


"Tuan, minta kartu nama Anda."


"Tuan, ayo kerja sama dengan perusahaan ku."


"Tuan, apa Tuan sudah punya pacar, aku punya anak perempuan, bagaimana kita jodohkan saja."


"Tuan... Tuan... Tuan... bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla bla." dan seterusnya membuat Chasyn jadi risih.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen hadiah dan iklan


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2