
Mereka pun masuk ke dalam mobil dan Iyan pun membawa mobilnya.
"Tapi… aku belum punya SIM," ucap Iyan.
"Udah, tenang saja, kamu kirim saja data mu padaku, nanti aku buatkan," ucap Chasyn.
"Oke, nanti aku kirim," ucap Iyan menginjak pedal gas mobilnya dan melaju.
"Kita kemana nih?" tanya Iyan.
"Aku belum sarapan dari tadi. kita…"
"Kalau begitu kita ke taman bermain saja, selama ini hanya mengerjakan tugas saja, hari ini harus bersenang-senang nih, untuk ngilangi stres," ucap Amara.
"Ya sudah, ke sana saja," ucap Chasyn.
Iyan pun melajukan mobilnya menuju taman bermain.
[Klik di sini untuk membuka]
Klik
Ding Ding
Hadiah Anda di kurang 600.000
Sisa Hadiah Anda [18.000.000]
"Oh iya, aku tadi malam mendapat 100% saham, seharusnya aku mendapat keuntungan, mari kita lihat berapa keuntungan yang aku dapatkan," ucap Chasyn.
Klik.
Ding Ding
[Hadiah dari saham Anda mendapat keuntungan 200.000.000]
__ADS_1
Klik.
[Tambahkan ke uang pribadi]
Ding Ding
Anda mendapat tambahan hadiah 200.000.000
Hadiah Anda menjadi 218.000.000
"Bertambah lagi nih uangku," ucap Chasyn senang.
Tak lama kemudian mereka pun sampai, Iyan segera memarkirkan mobilnya di parkir yang sudah di sediakan.
Setelah memarkirnya Chasyn dan yang lain keluar dari mobil dan dari kejauhan Chasyn mencium bau enak di sebelah barat.
"Kalian main dulu apa makan dulu?" tanya Chasyn.
"Kami di rumah sudah makan, kalian pergilah makan," ucap Emile.
"Pak daging panggangnya 2 porsi," pesan Chasyn.
"Baik, tunggu sebentar," ucap penjual itu dengan tangannya yang lihai mengambil daging dengan aktraksinya membuat para pengunjung menikmati tontonannya.
"Kamu mau masuk rumah hantu nggak?" tanya Chasyn.
"Enggak! Kapok aku masuk ke sana, aku cuma heran saja sih, waktu rumah hantu yang kita masuk ke dalam itu entah aku merasa memang ada hantu beneran, aku nggak bohong lho," ucap Iyan mengingatnya.
"He-he-he, memang hantu beneran," ucap Chasyn dalam hati sambil menyeringai.
"Ah perasaan kamu saja itu," ucap Chasyn.
"Huffttt... semoga saja begitu," angguk Iyan mengangguk-angguk.
"Silakan di nikmati," ucap penjual itu meletakkan 2 piring dengan daging panggang yang menggugah selera.
__ADS_1
"Terima kasih," ucap Chasyn. Mereka langsung melahap daging panggangnya dengan lahap.
[Klik di sini untuk membuka]
Klik
Ding Ding
Visi baru
Seorang anak pemulung yang menginginkan makanan.
Misi
Berikan ia makanan
Status Visi dan Misi: Sedang berlangsung.
Chasyn melihat ke kiri dan ke kanan tapi tidak kelihatan. "Di mana anak itu?" tanya Chasyn.
"Anak apa?" tanya Iyan mendengar gumaman Chasyn.
"Anak pemulung," jawab Chasyn menekuk alisnya melihat di sekelilingnya.
"Itu maksudnya?" tunjuk Iyan menunjuk anak yang membawa karung di bawah meja tempat mereka makan.
"Astaga!" Chasyn sangat terkejut karena anak itu kulitnya hitam dan bajunya sangat kumuh.
"Hey ngapain di situ, sana pergi," usir penjual itu membungkukkan badan melihat di bawah meja karena baru menyadari saat Iyan menunjuk ke arah bawah meja.
"Hm… jangan pak, biarkan saja dia duduk di sini dan berikan dia juga daging panggang untuknya," ucap Chasyn.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
__ADS_1
Terima kasih