SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 120


__ADS_3

"Iyan," ucap Chasyn melihat Iyan yang sudah berpakaian rapi.


"Eh, sudah bersiap-siap kamu rupanya, ya udah ayo pergi berangkat," ajak Chasyn.


"Baik bos," angguk Iyan yang terlebih dahulu berjalan dan menuju mobil di garasi.


Chasyn pun naik ke dalam mobilnya dan Iyan melaju mobil di jalanan.


"Bos, katanya hari ini adalah pertandingan antar kampus sekolah," ucap Iyan.


"Benarkah? Aku melupakannya," ucap Chasyn.


"Eh, tapi bos nggak perlu latihan saja sudah bisa menghabiskan para murid-murid sombong itu nanti, ya kan?" puji Iyan.


Chasyn tersenyum.


[Klik di sini untuk membuka]


Klik


Chasyn membuat data untuk Iyan.


Memproses…


Loading…


Mulai…


Sedang membuat…


Selesai.

__ADS_1


Chasyn mengambil kartu identitas milik Iyan.


"Yan, ini kartu tanda pengenal mu sebagai asisten," ucap Chasyn memberikan kepada Iyan.


"Wah... terima kasih kasih bos," ucap Iyan menerima.


Tak lama kemudian mereka pun sampai di sekolahnya. Amara dan Emile langsung mendekat.


"Selamat pagi Tuan Ceo," ucap Amara dan Emile bersamaan.


"Kalian ada apa senyum begitu, sungguh mengerikan," ledek Iyan.


"Hey! Hey! Senyum ini bukan untukmu, tapi untuk Chasyn," ucap Amara.


"Jangan panggil namanya, tapi panggil dia bos," ucap Iyan.


"Oke bos, maaf ya bos tapi hari ini ada sesi pemotretan," ucap Amara.


"Hm… benar juga, tapi mereka pasti tetap ingin berfoto dengan bos," ucap Amara menggosok-gosok dagunya.


"Para seluruh siswa dan siswi harap berkumpul di aula, sekali lagi, untuk seluruh siswa dan siswi kumpul di aula." terdengar dari pengeras suara.


"Ayo ke aula, masalah foto itu nanti," ucap Chasyn.


Mereka pun menuju aula yang para murid sudah berdatangan.


"Chasyn!" teriak para murid-murid itu mendekati Chasyn.


"Eh." Chasyn terkejut. Ia di serbu oleh para murid-murid untuk meminta foto.


"Astaga! Murid itu malah lebih populer dariku," ucap kepala sekolah.

__ADS_1


"Bagaimana tidak populer, anak seusia dia sudah menjadi CEO, aku yang sudah berumur begini masih menjadi guru," ucap salah satu guru merendah.


"Jangan sedih buk Andin, setidaknya kita berbangga bisa mengajar seorang CEO," ucap pak Delfi tersenyum.


"Bapak benar," jawab ibu Andin.


Semua murid sudah berkumpul, namun berkumpul di sekitar Chasyn untuk berfoto.


"Para murid semuanya, sudah cukup fotonya ya, kasian teman kalian itu, sudah sesak nafas di buat sama kalian," ucap kepala sekolah itu.


Para murid pun kembali berbaris dengan rapi.


"Seperti yang sudah tertulis di web sekolah, kalian sudah melihatnya, jadi sebentar lagi para murid antar sekolah akan datang ke sekolah kita, jadi besok sekolah kita akan pergi ke sekolah mereka, jadi yang sudah mendaftarkan diri yang ikut pertandingan ini, kalian silakan memisahkan diri dan langsung ke ruangan, di sana baju kalian sudah di siapkan sesuai nama kalian masing-masing, menangkan kejuaraan ini maka kalian akan naik ke tingkat provinsi," ucap kepala sekolah.


"Baik pak," ucap para murid bersamaan.


"Selamat berjuang bos, jika bos menang aku akan mentraktir makan ayam panggang 2 ekor," ucap Iyan memberi semangat.


"Hey! Hey! kau bilang traktir, tapi belinya pake duitku juga," omel Chasyn.


"He-he-he, tetap semangat dan kalahkan mereka semua," ucap Iyan mengangkat tangannya.


"Iya, iya, nanti kamu belikan ayang panggang 4 ekor, kita pesta jika aku menang nanti," ucap Chasyn.


"Siap bos, aku akan memesankan dari sekarang," ucap Iyan bersemangat.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2