
Chasyn melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, sehingga menyamai mobil Iyan yang rasanya sudah melaju cukup kencang itu.
"Eh bos," ucap Iyan melihat mobil Chasyn lewat seperti bayangan.
Tak lama kemudian ia pun sampai di rumahnya. Saat Chasyn turun, bayangan itu lagi-lagi numpang lewat.
"Astaga! Dia bahkan mengikuti ku sampai ke rumah, apa mau dia sih? Kenapa nggak ngikutin orang lain saja," Gerutu Chasyn.
Bayangan itu kembali lewat dan itu di depan Chasyn. Chasyn lalu menangkapnya karena ia sangat geram.
"Kau lewat terus dan malah sekarang mengikuti ku bahkan sampai di rumah, apa mau mu?" tanya Chasyn.
"Tolong… tolong aku," rintih bayangan itu.
"Kamu ada masalah apa?" tanya Chasyn. melepaskan bayang hitam itu.
"Aku… ingin bertemu dengan ayahku," jawab bayangan hitam itu.
"Di mana ayahmu?" tanya Chasyn.
"Di rumahnya bersama istri barunya, saat ini dia sedang lumpuh. Aku sangat ingin menemuinya, tapi rumah itu seperti terhalang oleh sesuatu yang tidak bisa aku tembus," jawab bayangan itu.
"Baiklah, tunjukkan saja di mana tempatnya, aku akan melihat apa yang membuatmu tidak bisa masuk ke rumah ayahmu," ucap Chasyn masuk ke dalam mobil.
Bayangan itu pun memandu jalan, lumayan jauh juga karena Chasyn membawa mobil pelan.
[Klik di sini untuk membuka]
Klik
Ding Ding
__ADS_1
Visi baru
Seseorang terkena mantra hitam
Misi
Lepaskan mantra itu
Status Visi dan misi: sedang berlangsung.
Tiba-tiba saja bayangan hitam itu berhenti. Chasyn pun memberhentikan mobilnya dan keluar.
"Kita sudah sampai," ucap bayangan itu. Mereka menuju di sebuah rumah lumayan besar, bayangan itu berhenti di depan rumah itu.
"Aku akan mencobanya dan lihatlah," ucap bayangan itu. Ia pun mencoba masuk namun malah memantul dan terpental. terlihat cahaya ungu gelap bersinar lalu menghilangkan.
"Hm… ini ada pembatasnya, coba aku yang menyentuhnya," ucap Chasyn meletakkan tangannya di pintu itu, namun tidak ada terjadi apa-apa.
"Aku ingin bertemu dengan ayahku untuk terakhir kalinya, karena batas aku bergentayang di dunia sudah habis, aku harus kembali ke alam sana," ucap bayangan itu.
"Baiklah, kita harus membuka pembatas ini dulu," ucap Chasyn.
Gunakan poin untuk membuka pembatas
Ding Ding
[Tidak bisa menggunakan poin]
"Astaga! Ada apa ini? Kenapa tidak bisa menggunakan poin, hm… apa aku harus bertemu langsung dengan orang yang memasang pembatas ini?" tanya Chasyn.
"Baiklah jika begitu," ucap Chasyn.
__ADS_1
[Klik di sini untuk membuka]
Klik
Chasyn pun mencari seseorang yang sudah memasang pembatas itu. Ada titik merah yang menandai lokasinya.
"Sudah ketemu, ayo kita pergi," ajak Chasyn yang langsung masuk ke dalam mobilnya.
Chasyn pun langsung melajukan mobilnya dan melaju di jalanan.
Sesampainya di lokasi itu, tempat itu sangat sepi dan terpencil dan hanya ada satu rumah itu saja itu pun hanya berbentuk gubuk.
"Inilah tempatnya," ucap Chasyn.
Chasyn pun mendekati gubuk itu yang pintunya tertutup. Ia pun mengetuk pintu.
Tok!
Tok!
Tok!
"Masuklah anak muda." terdengar suara seperti nenek-nenek.
Chasyn pun membuka pintu itu dan terlihat seorang nenek tua dengan rambut gimbal dan di gubuk itu banyak koleksi yang terpasang sepanjang dinding berupa keris, samurai, dan barang-barang antik lainnya.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih
__ADS_1