SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 206


__ADS_3

Sengatan listrik itu mengarah kepada pria itu dan para pengawalnya dan tubuh mereka bergetar hebat.


"To… tolong… hentikan…" ucap pria itu sudah tak tahan karena getaran itu.


"Aku akan membuatmu mati," ucap Chasyn.


"Tolong… tolong… jangan bunuh aku… aku akan memberikan apa… yang… kau mau," ucap pria itu dengan suara yang terbata-bata.


"Benar juga ya, untuk apa aku membunuh mu, tapi rasakan saja hidupmu seperti hidup tapi tak berguna," ucap Chasyn.


"Jangaaaaaaannnnnn!" teriak pria itu. Namun Chasyn tidak mendengarkan teriakkan pria itu dan terus menyalurkan energi listriknya dan kobaran api membakar rumah itu.


Mereka pun berusaha berlari dari rumah itu meskipun dalam keadaan merangkak, listrik itu masuk ke dalam tubuh mereka hingga ke tulang-tulang membuat sendi dan otot mereka lemah dan dan otot kaki mereka lumpuh.


Setelah merasa cukup, Chasyn pun memberhentikannya. Mereka semua menjadi pingsan tak sadarkan diri.


"Membunuh kalian itu sama saja itu membebaskan kalian, merasakan penderitaan seumur hidup, itu adalah hal yang pantas kalian dapatkan," ucap Chasyn bangun dan ia pun masuk ke dalam mobilnya.


Ia pun meninggalkan tempat tersebut yang di mana gedung mewah itu kini menjadi debu yang di tiup angin.


[Klik di sini untuk membuka]


Klik


Ding Ding


Misi selesai


Selamat Anda mendapatkan hadiah sebesar Rp 1.000.000.000


Selamat Anda mendapatkan 30 poin

__ADS_1


Selamat Anda mendapatkan Sebuah perusahaan luar negeri di negara B


Kecepatan [140/1000]


Kelincahan [140/1000]


Kekuatan [140/1000]


Kecerdasan [140/1000]


Keberanian [140/1000]


Level [150]


Poin [400]


Selamat Anda mendapat penambahan hadiah sebesar Rp 1.000.000.000


Selamat Anda mendapatkan keuntungan dari Perusahaan CY grub sebesar Rp 700.000.000


Hadiah Anda menjadi Rp 9.558.700.000.


Mobil terus melaju di jalanan dan ia pun sampai di rumahnya. Chasyn keluar dari mobil dan mendapati Iyan ada di teras.


Iyan berdiri terkejut melihat Chasyn tanpa baju dan tubuhnya menghitam dan celana di bagiannya pahanya robek parah dan sebelahnya masih tersisa di bagian lutut dan ia tak memakai baju.


"Bos, bos, kau baik-baik saja kan?" tanya Iyan berlari mendekati Chasyn.


"Iya, aku baik-baik saja, aku ingin mandi dulu," ucap Chasyn.


Iyan sangat khawatir dan mengikuti Chasyn sampai di kamarnya.

__ADS_1


"Hey! Kau ingin mandi juga?" tanya Chasyn.


"Eh tidak-tidak," jawab Iyan menggoyangkan tangannya.


Chasyn menutup pintu dan mengambil handuk lalu mandi.


"Kalian siapkan sarapannya," ucap Iyan.


"Baik Tuan," angguk kedua koki itu menyajikan makanan mereka di atas meja.


Krucuk!


Krucuk!


Krucuk!


Suara perut Chasyn berbunyi nyaring. "Ah… ternyata aku lapar," ucap Chasyn memegang perutnya, ia cepat-cepat mandi dan segera kembali ke kamar dan berganti pakaian.


Chasyn langsung menuju dapur.


"Selamat makan Tuan," ucap kedua koki itu.


Chasyn menyantap makanannya dengan lahap. Karena penasaran, Iyan pun ikut duduk di kursi di samping Chasyn.


"Bos, kenapa bisa bos tadi seperti itu?" tanya Iyan.


"Itu karena aku bertemu orang yang tidak menyukai jika kau dapat peringkat pertama dalam kompetisi perusahaan, jadi yang kami bergelut dan akhirnya seperti itu," ucap Chasyn.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen hadiah dan iklan

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2