
Mobil terus melaju di jalan mengikuti arah jalan.
Selamat Anda mendapatkan hadiah sebesar Rp 500.000.000
Selamat Anda mendapatkan 50 poin
Kecepatan [150/1000]
Kelincahan [150/1000]
Kekuatan [150/1000]
Kecerdasan [150/1000]
Keberanian [150/1000]
Level [160]
Poin [400]
Selamat Anda mendapatkan penambahan hadiah sebesar Rp 500.000.000
Hadiah Anda menjadi 9.790.000.000
Tak lama kemudian mereka pun sampai di kapal pesiar milik Chasyn.
Mereka pun naik di kapal pesiar itu.
"Pemandangan ini sangat indah, aku tak pernah bosan untuk melihatnya," ucap Chelsea menatap kagum lautan.
Chasyn mengambil ponselnya lalu mengirim pesan kepada Iyan.
"Iyan, besok setelah pulang sekolah tolong bantu hiasi Villa ku, aku ingin menyatakan perasaanku pada Chelsea." Chasyn
"Serius bos?" Iyan
"Kau pikir aku sering main-main." Chasyn
__ADS_1
"Oke oke oke, akan ku persiapkan besok dan aku mengajak semua sekretaris Bos untuk menghias villanya." Iyan
"Baiklah itu aja aku sedang ingin berdua saja sama Chelsea.". Chasyn
"Asem." Iyan
Chasyn menyimpan ponselnya kembali dan ia mendekati Chelsea diam-diam merangkul pundak Chelsea dan Chelsea pun merasa tidak masalah untuknya.
"Dingin nggak?" tanya Chasyn.
"Sedikit," jawab Chelsea.
Chasyn berpindah ke belakang Chelsea lalu memeluknya dari belakang.
"Begini apa masih dingin?" tanya Chasyn.
"Kamu ... " wajah Chelsea menjadi memerah ia terdiam tak bisa bergerak.
"Malam ini sangat indah, apalagi setiap malamnya seperti ini," ucap Chasyn.
Malam itu sangat indah ditambah bulan sabit yang menerangi nya mereka tenggelam dalam sepinya malam hanya suara air yang dilewati oleh kapal pesiar milik Chasyn.
"Ini sudah malam, kita pulang yuk," ajak Chelsea.
"Iya, besok juga mau pergi sekolah," ujar Chasyn dan Chasyn kembali ke ruang kontrol kapal dan memutar haluan.
Tak lama kemudian, kapal itu berlabuh di pelabuhan, mereka segera turun dan bergegas masuk mobil.
Chasyn pun menginjak pedal gas mobil dan melaju di jalanan untuk pulang.
"Besok malam kamu ada waktu nggak?" tanya Chasyn.
"Mungkin seperti biasa mengerjakan tugas," ucap Chelsea.
"Begitu ya, nggak punya waktu berarti," ucap Chasyn.
"Memangnya ada apa?" tanya Chelsea penasaran.
__ADS_1
"Bukan apa-apa, habis pulang langsung tidur ya," pesan Chasyn.
"Iya," angguk Chelsea.
Tak lama dari itu mobil mereka pun sampai di depan rumah Chelsea, Chasyn memberhentikan mobilnya.
"Sepertinya papa kamu sudah tidur ya," ucap Chasyn saat melihat rumah itu sepi.
"Sepertinya iya, ya udah aku pulang dulu ya," ucap Chelsea.
"Ya tidur yang nyenyak ya," pesan Chasyn.
Chelsea pun keluar dari mobil ia melambai tangannya sebelum masuk ke dalam rumah.
Melihat Chelsea sudah masuk ke dalam rumah Justin melajukan mobilnya iya masuk ke dalam rumahnya dan terlihat Ian sedang bermain ponsel sambil menonton TV
"Jadi gimana bos, jadi menghias villanya?" tanya Iyan.
"Nggak jadi hari Minggu aja," ucap Chasyn nyelonong masuk ke dalam kamarnya.
"Eh kenapa Bos? Kenapa nggak jadi?" tanya Iyan penasaran.
"Malam besok kan masih hari produktif sekolah, dia harus mengerjakan tugas sekolahnya nanti kalau jika dia punya waktu baru menghiasi villa itu," ucap Chasyn langsung menutup pintu kamarnya.
Chasyn baring di ranjangnya sambil menatap langit langit
Ia menatap ke atas dengan kosong pikirannya entah ke mana tiba-tiba saja ia tertidur.
Di dalam mimpinya ia bertemu dengan ayah namun di dalam mimpinya itu Ayahnya tidaklah seperti yang terakhir ia lihat, sangat muda dan sangat tampan.
"Chasyn," panggil suara itu.
Chasyn melihat dan menatap pria yang ada di depannya itu
"Siapa kamu?" tanya Chasyn.
"Bagaimana keadaanmu sekarang?" tanya pria yang memakai pakaian serba putih itu
__ADS_1