
Mereka menikmati keindahan alam di sepanjang laut. Chasyn duduk berdua dengan Chelsea di sisi kiri dan Mama dan Papa Chelsea duduk di sisi kanan dan mereka bahagia dan sedang menolstagia masa muda.
"Hm… calon kamu itu seperti apa orangnya?" tanya Chasyn.
"Dia? Sangat tidak menarik, kaku dan gila dan bangga atas apa yang dia dapatkan, membosankan, aku sangat tidak menyukainya," ucap Chelsea.
"Lalu kenapa kamu mau?" tanya Chasyn.
"Siapa yang setuju menikah dengan pria gila itu, aku tidak menyetujuinya, itu hanya rencana Papaku dan Papanya, aku belum mengatakan iya," ucap Chelsea.
"Syukurlah jika kamu tidak menerimanya, setidaknya aku punya kesempatan itu," ucap Chasyn melihat ke arah laut sambil tersenyum. Chelsea juga ikut tersenyum.
Mendadak mereka terdiam tenggelam di dalam pikiran masing-masing.
Mereka saling berpandangan dan kemudian sama-sama tersenyum, terlihat wajah Chelsea merah merona, ia membuang wajahnya ke samping agar Chasyn tidak melihatnya.
[Klik di sini untuk membuka]
Klik
Ding Ding
Peringatan!
Peringatan!
Ada bahaya!
Ada bahaya!
"Apa yang terjadi?" tanya Chasyn dan ia langsung berdiri.
"Ada apa?" tanya Chelsea juga ikut berdiri.
__ADS_1
"Sepertinya ada sesuatu yang akan menyerang kita, kamu tunggu di sini, aku lihat kebelakang dulu," ucap Chasyn.
"Iya, kamu harus hati-hati," pesan Chelsea.
"Iya," angguk Chasyn berlari kecil ke belakang. Ia mengambil teropong yang tergantung di dinding kapal dan Chasyn melihat ke belakang.
Terlihat 2 speed boat kecil yang ada di belakang, karena kecil speed boat itu melaju dengan kecepatan dan dalam sekejap speed boat itu sudah terlihat mendekat.
Ding Ding
Visi baru
2 speed boat datang untuk mencuri.
Misi
Habisi mereka.
"Hm di saat aku sedang bersenang-senang seperti ini malah ada pengacau, aku kan menghabisi mereka tanpa ampun karena sudah menganggu hari menyenangkan ini," ucap Chasyn.
"Ada apa bos?" tanya Iyan mendekati Chasyn.
"Kamu tetap kemudi kapal, aku akan mereka yang mengikuti kita membayarnya," ucap Chasyn mengambil kapal pelampung.
"Kenapa dengan mereka?" tanya Iyan.
"Mereka ingin merampok, kamu jaga mereka ya," ucap Chasyn.
"Baiklah, bos juga harus hati-hati," pesan Iyan.
"Kamu seperti nggk tau aku aja," ucap Chasyn.
"He-he-he." Iyan menyengir.
__ADS_1
Chasyn melemparkan pelampung ke air dan ia pun terjun ke atas pelampung itu.
Speed boat juga sudah mendekati kapal Chasyn dan Chasyn menghalangi kedua speed boat itu.
"Hey kalian! Berhenti!" teriak Chasyn.
"Dasar serangga, menganggu saja," ucap Pria itu, ia membidik ke arah Chasyn.
Dor!
Peluru itu mengenai pelampung Chasyn dan membuat pelampung Chasyn kempes.
"Ah sialan!" ucap Chasyn turun ke air dan ia berenang kembali ke kapalnya. Chasyn secepatnya berlari menuju ke depan.
Orang-orang di speed boat itu naik ke atas kapal dengan membawa senjata api.
"Eh ada apa ini?" tanya Papa Chelsea.
"Jangan bergerak! Silakan kalian kalian tinggalkan kapal ini jika tidak ingin mati!" ancam pria itu.
"Kalian harus pergi, ini adalah kapal ku kenapa mereka harus pergi," ucap Chasyn tak terima.
"Berani melawan aku akan menembak mu," ucap pria itu menodongkan senjata apinya ke arah Chasyn.
"Iyan, bawa mereka masuk ke dalam," perintah Chasyn.
"Baik Bos," angguk Iyan.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih
__ADS_1