SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 136


__ADS_3

Setelah mandi, Chasyn pun memakai baju.


"Berhubungan ini hujan, pasti sangat dingin, aku pake jaket aja deh, dan bawa satu jaket untuk Chelsea, mana tau dia pake baju yang tipis, cewek kan suka aneh-aneh, pas hujan pake baju tipis, pas panas pake baju tebal." ucap Chasyn melipat bajunya, ia juga menyiapkan jas hujan.


[Klik di sini untuk membuka]


Klik


Chasyn mengambil beberapa uang di systemnya dan memasukkan ke dalam dompetnya dan memasuk sebagian lagi di saku jaketnya.


"Seharusnya segini sudah cukup buat makan-makan berdua, hi-hi-hi," ucap Chasyn cengengesan.


Tok!


Tok!


Tok!


Chasyn membuka pintu.


"Napa Yan?" tanya Chasyn.


"Pergi sekolah nggak bos?" tanya Iyan dengan mata yang masih sayup karena masih mengantuk.


"Enggak!" jawab Chasyn yang langsung menutup pintu kamarnya.


Brak!


"Bagus deh, aku bisa tidur lebih lama lagi, Hoamm...." Iyan kembali ke tempat sofanya dan tidur lagi.


"Hm… apa lagi ya, jaket, jas hujan, uang, oh ya payung, astaga! Biasanya cowok itu simpleks, cewek yang ribet, ini malah cowok yang ribet," ucap Chasyn melipat jas hujannya dan memasukinya ke dalam tas ransel miliknya.


Tririt!


Sebuah pesan masuk


"Hm dari Chelsea nih," ucap Chasyn.


"Aku sudah siap dan sekarang akan berangkat, sampai ke temu di simpang empat." [Chelsea]


"Oke! Aku juga sudah siap dan akan berangkat." [Chasyn]

__ADS_1


Hujan tetap saja masih menguyur bumi, namun semangat untuk berkencan tidaklah surut. Chasyn menuju ke pintu utama dan terlihat Iyan masih tertidur pulas.


"Ya udah deh, nanti kasih kabar saja dengannya," ucap Chasyn yang tak tega untuk membangunkannya, ia membuka pintu dan membentangkan payungnya lalu lari kecil dan masuk ke dalam mobil.


Chasyn pun langsung melajukan mobilnya di jalanan di bawah guyuran hujan yang deras, perlahan-lahan mobil miliknya meluncur meninggalkan rumahnya.


Tak lama, Chasyn sampai di simpang 4, terlihat mobil warna biru yang terparkir di bibir jalan. Ia juga memarkirkan mobilnya tepat di belakang mobil biru itu.


Chasyn mengambil ponselnya dan mengirimnya pesan.


"Chelsea, aku sudah sampai di simpang 4, apa mobilmu berwarna biru?" [Chasyn]


"Iya, itu mobilku, jadi bagaimana? Menggunakan mobilku apa mobilmu?" [Chelsea]


"Mobilku saja, mobilmu parkir di penitipan kendaraan saja." [Chasyn]


"Oke!" [Chelsea]


Perlahan-lahan mobil Chelsea bergerak, ia mencari tempat penitipan kendaraan yang memang tidak jauh dari sana, hanya berjarak 400 meter saja. Mobil Chasyn mengikuti mobil biru itu dari belakang.


Mobil Chelsea masuk ke pekarangan jasa penitipan kendaraan di sana Chasyn juga memasuki tempat itu dan berteduh di ruangan itu.


Chelsea dan Chasyn turun dari mobilnya bersamaan.


"Saya ingin menitipkan mobil saya," ucap Chelsea.


"Oh boleh, sebentar saya ambil buku catatan sebentar," ucap pemilik tempat berlari meninggalkan mereka. Chasyn dan Chelsea saling berpandangan dan mereka tersenyum.


Ini adalah hari di mana pertemuan yang ke 3x kalinya, tapi pertemuan ini sangat istimewa dan masih malu-malu meong.


"Berapa mobil yang akan di titip?" tanya pemilik tempat.


"Satu," jawab Chelsea


"Oke! Siapa namanya Nona?" tanya pria itu.


"Chelsea."


"Apa merek mobil Nona?"


"ZT."

__ADS_1


"Warna biru ya, jam masuk pukul 07:20 menit. Untuk pembayarannya nanti setelah Nona pulang untuk mengambil mobilnya, karena ini hitungnya perjam," ucap Pemilik tempat.


"Oh begitu ya, jadi perjam berapa?" tanya Chasyn.


"Perjam itu 50 ribu, beda sama nitip yang berpergian jauh," ucap pemilik tempat.


"Oh gitu, ya udah kami pergi dulu," ucap Chelsea.


"Baik Nona, hati-hati," ucap pemilik tempat.


"Ayo masuk ke dalam mobilku," ajak Chasyn.


"Iya," angguk Chelsea tersenyum dan ia duduk di kursi penumpang.


"Hm… bajumu sedikit tipis, aku punya jaket, apa kau mau menggunakannya?" tanya Chasyn.


"Hm… boleh deh," angguk Chelsea.


"Sudah aku katakan, untung saja aku sudah punya persiapan," ucap Chasyn dalam hati dan mengambil tas di kursi belakang mengeluarkan jaketnya.


"Ini pakailah, semoga saja ini bisa membantumu agar tidak kedinginan," ucap Chasyn menyerahkan jaketnya ke pada Chelsea.


"Terima kasih," ucap Chelsea menerimanya. "Hm… sangat wangi," ucap Chelsea tersenyum.


Chasyn mengambil kembali jaket di tangan Chelsea lalu membentangkannya dan memakai meletakkan di belakang Chelsea.


"Jika hanya kau cium saja, itu tidak akan membantumu menjadi hangat, bagaimana? Apa merasa sudah baik?" tanya Chasyn.


"Eh iya," angguk Chelsea merona.


"Kita akan ke mana dulu?" tanya Chasyn.


"Hm… terserah kamu saja," jawab Chelsea.


"Hm… kamu sudah sarapan?" tanya Chasyn mengangkat alisnya.


"Belum," jawab Chelsea menggeleng.


"Oke! Kita cari sarapan dulu, mana tau nanti hujannya reda dan kita bisa pergi kemana yang kamu mau," ucap Chasyn menarik tuas mobilnya dan lalu memutar mobil dan perlahan-lahan meninggalkan tempat tersebut.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih


__ADS_2