
Chasyn pun tertidur dengan senyum yang lebar.
Tak lama ia pun tertidur lelap.
"Chasyn, jika sudah menjadi orang yang berada kamu tetaplah rendah hati, tetap menjadi anak yang seperti ayah dan ibu kenal, anak yang baik dan penurut, tetap menjadi dirimu sendiri," ucap suara itu yang datang dengan cahaya putih.
Chasyn terbangun seketika dan terkejut, ia langsung duduk mengedip- kedipan matanya.
Ia melirik jam di dinding yang besarnya melebihi 2x lebih besar dari tubuhnya.
"Ah, sudah jam 6 pagi, perasaan barusan tidurnya," ucap Chasyn berdiri lalu mengambil handuk dan masuk ke kamar mandinya.
Kamar mandinya juga tak kalah mewah, semuanya berwarna putih membuat orang ingin berlama-lama di sana.
"Tapi aku nggak bisa berlama-lama di sini, aku harus berangkat ke sekolah," ucap Chasyn.
Setelah mandi, ia masuk ke dalam kamarnya kembali dan memakai baju seragamnya yang satu lemari penuh.
Ia juga mengenakan jam tangan dengan sepatu kets yang keren.
[Klik di sini untuk membuka]
Chasyn mengambil beberapa uang di system nya lalu memasukkan ke dalam dompetnya.
"Baiklah, sepulang sekolah aku akan ke makam ayah dan ibu, tiba-tiba saja aku merindukan mereka," ucap Chasyn berdiri menatap cermin di depannya.
__ADS_1
Dirinya kini sudah menjadi orang berbeda, bersih dan rapi tidak kusam atau pun sering memakai baju yang lusuh, tidur di kasur empuk dan mempunyai uang dan tempat tinggal yang mewah, tidak yang seperti dulu tidur di gubuk yang basah oleh air hujan, namun saat ini hatinya kosong tanpa mereka yang ia sayangi. Mereka pergi begitu saja tanpa harus melihat kejayaannya saat ini.
Untungnya ada System yang menemaninya dan membuat misi yang ia harus lupa kesedihannya.
Chasyn mengambil tas ranselnya lalu menuju mobilnya.
Ia pun melajukan mobilnya di jalanan menuju sekolahnya.
Sesampainya di sekolah, Chasyn memarkirkan mobilnya.
"Chasyn!" panggil Iyan mengetuk mobil Chasyn.
Chasyn keluar dari mobilnya lalu mendekati Iyan.
"Sudah di rumah," ucap Iyan.
"Ya sudah lain kali kamu sarapan saja di kantin sekolah saja mulai sekarang," ucap Chasyn.
"Kamu jangan gitu donk, aku jadi nggak enak hati," ucap Iyan.
"Udah nggak apa-apa aku juga bingung nanti, uang yang banyak ini jika tidak ada yang menghabiskannya nanti malah di makan anai-anai," ucap Chasyn.
"Kamu ada-ada saja," ucap iyan menyengir.
"Hey Chasyn, ayo ke kantin, hari kami yang traktir kamu sarapan," ucap Amara datang mendekat.
__ADS_1
"Oke," jawab Chasyn mengangguk.
Mereka pun bersama-sama menuju kantin.
"Tidak menyangka sekarang aku malah di dekati oleh orang-orang yang dulunya menjauhiku," ucap Chasyn dalam hati.
Mereka pun duduk di kursi yang berjejer di kantin. "Buk nasi goreng spesial ya 4," pesan Amara.
"Iya sebentar," ucap ibu pemilik kantin.
"Hey Iyan, kami hanya traktir Chasyn saja, kamu bayar sendiri," ucap Amara.
"Kalian tega banget sih, aku ke sini juga di bawa sama Chasyn kok," ucap Iyan manyun.
"Iya, aku yang membawanya ke sini untuk traktir Iyan sarapan," ucap Chasyn.
"Hm… sudah berapa orang yang kamu traktir?" tanya Amara penasaran.
"Baru kalian bertiga," jawab Chasyn. "Cuma nggak tau kenapa kalian biasa sedekat ini denganku," ucap Chasyn meneguk air putih di meja.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih
__ADS_1