
"Berapa semuanya bude?" tanya Chasyn setelah semuanya selesai makan.
"Maaf ya Chasyn, Semuanya berkisar 10 juta," ucap Bude.
"Kenapa bude minta maaf, ini memang seharusnya," ucap Chasyn.
Pembayarannya lewat rekening aja ya bude," ucap Chasyn mengeluarkan ponselnya.
"Iya, Sebentar bude ambil ponselnya dulu," ucap Bude berlari ke dapur lalu kembali ke arah Chasyn.
"Oke! Ini nomor rekening bude," ucap bude memperlihatkan ponselnya ke pada Chasyn. Chasyn segera mencatatnya dan mengirimkan sejumlah uangnya.
Pengiriman berhasil ✔️
Ding Ding
Hadiah Anda di potong 10.000.000
Sisa Hadiah Anda 2.090.800.000.
Terima kasih ya Chasyn,” ucap bude.
“Sama-sama,” angguk Chasyn. Setelah mereka kenyang mereka kembali ke tempat pertandingan.
Namun kali ini pertandingan putri SMA negeri 5 tebing tinggi yang menang semua.
“Tidak apa-apa, karena pertandingan putra kita yang memenangkan semua,” ucap teman-teman sekolah Chasyn.
Tuuut
Tuuut
Tuuut
__ADS_1
“Halo,” jawab Chasyn.
“Tuan, mereka sudah sampai,” ucap Karisa memberi tahu.
“Baiklah aku akan ke sana sekarang,” ucap Chasyn.
“Tapi tuan, ada sebuah perusahaan yang ingin mengajak perusahan kita kompetisi dalam ajang pencarian perusahaan nomor satu di ibu kota, haruskah aku menerimanya?” Tanya Karisa.
“Hm… baiklah masukan perusahaan kita ke kompetisi itu,” jawab Chasyn.
“Baik Tuan,” angguk Karisa.
“Baiklah aku ke perusahaan sekarang,” ucap chasyn.
“Baik Tuan.”
Chasyn pun memutuskan panggilannya. Ia melihat ke arah kepala sekolahnya dan menuju ke sana.
Melihat Chasyn mendekat, kepala sekolah tersenyum. “Ada apa Chasyn?” Tanya kepala sekolah.
“Baiklah, lagian ini juga bukan di di jam aktif,” ucap kepala sekolah.
“Baik pak terima kasih,” ucap Chasyn pergi meninggalkan tempat kepala sekolah itu duduk bersama kepsek SMA negeri 5 tebing tinggi. Kepala sekolah itu menatap Chassyn dengan bangga.
“Iyan,ayo ke perusahaan,” ajak Chasyn.
“Baik bos,” jawab Iyan yang terlebih dahulu msuk ke dalam mobil. Chasyn juga masuk ke dalam mobil dan iyan pun melajukan mobilnya.
Tak lama kemudian mereka sampai di perusahaan milik chasyn, di sana Karisa sudah menunggu di depan pintu utama.
Chasyn turun dari mobilnya dan masuk ke perusahaannya.
“Di mana mereka?” Tanya Chasyn.
__ADS_1
“Saya menyuruh mereka menunggu di ruang tunggu,” jawab Karisa.
“Baiklah, aku akan ke ruanganku sekarang, aku mau ganti baju dulu,” ucap Chasyn.
“Baik Tuan aku akan mengatakan pada mereka,” ucap Karisa. Chasyn mengangguk daan ia masuk ke ruangannya terlebih dahulu untuk berganti pakaian stelan jas.
Setelah berganti ia pun masuk ke dalam ruang tunggu, ia melihat 2 orang pria berjas lengkap, yang satunya berperut buncit dan yang satunya berbadan kurus.
“Mereka datang untuk bekerja sama? Tapi kenapa aku melihat mereka sedang ingin berkunjung saja,” ucap Chasyn dalam hati.
Melihat Chasyn datang, mereke pun berdiri dan mengulurkan tangannya. Chasyn tersenyum dan membalas jabatan tangan pria gendut itu.
“Selamat datang ke perusahaan saya,” ucap Chasyn.
“Terima kasih,” angguk mereka, dan mereka pun duduk bersama-sama.
“Para Tuan datang bukan hanya datang berkunjung sajakan?” Tanya Chasyn to the poin.
“Ah benar, Anda sangat hebat bias menebak maksud kami, benar, sebenarnya kami ingin mengajak Anda untuk bekerja sama dengan perusahaan kami, kami mendengar jika perusahaan ini baru saja bangkrut dan di selamatkan oleh seorang anak SMA dan dia menjadi ceo di perusahaan ini, kami tebak itu adalah Anda apa kami benar?” Tanya mereka.
“Ya itu adalah saya,” angguk Chasyn.
“Nah… anak muda seperti Anda adalah bintang kemenangan karena masih muda sudah memimpin sebuah perusahaan besar, itu sangat mengagumkan,” puji mereka.
“Kalian tidak menganggap perusahaanku gampang di tipukan karena ceonya seorang anak SMA?” Tanya Chasyn curiga.
“Oh… tentu saja tidak, jadi apa Anda ingin bekerja sama dengan kami?” Tanya pria gendut itu.
“Bolehkah aku melihat performa perusahaan kalian?” Tanya Chasyn.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
__ADS_1
Terima kasih