
"Bagaimana aku tidak khawatir, bos tadi malam tidak tidur dan sekarang harus mencari Chelsea, bagaimana Bos bisa menghadapinya, aku di sini juga akan membantu bos dengan cara apapun," ucap Iyan bertekad.
"Terima kasih Iyan, tapi kamu tetap di sana dan jangan kemana-mana, ya udah kalau gitu aku tutup panggilannya," ucap Chasyn memutuskan panggilannya.
"Apa ada masalah?" tanya Sekretaris Kino mendekati Iyan.
"Bos juga tidak tahu, yang pasti Chelsea sudah tidak ada di kota ini, entah kemana dia pergi, bis bilang kita tetap harus di sini, jadi kita harus melakukan apa yang kita bisa, jadi menurut kalian apa yang harus kita lakukan?" tanya Iyan meminta solusi.
"Hm … begini saja, aku akan mencarinya melalui satelit untuk menemukan di mana Nona Chelsea pergi," ucap Sekretaris Kino.
"Baiklah, aku juga akan membantu," sahut Sekretaris Karisa dan Sekretaris Ananda juga ikut dalam pencarian itu.
Mereka pun kembali ke perusahaan dan segera mengambil laptop.
Mobil Chasyn terus berjalan mengikuti arah titik merah yang terus melaju itu menambah kecepatannya yang lebih cepat.
"Kira-kira ke mana mereka pergi ya?" tanya Chasyn khawatir. Tentu saja ia bertanya-tanya dan khawatir tak biasanya Chasyn seperti ini biasanya Chelsea pasti akan memberitahunya.
"Mereka sudah sangat jauh rupanya," ucap Chasyn yang terus melaju dan tak lama Chasyn sampai di bandara titik terakhir yang mereka lalui.
"Sial! Mereka menggunakan pesawat untuk pergi, jika aku balik lagi mengambil pesawat takutnya tidak sempat dan mereka kenapa-napa lagi," ucap Chasyn.
Chasyn melihat ada sebuah pesawat yang baru saja lepas landas.
__ADS_1
Chasyn mendekati pesawat itu. "Pak siapa pemilik pesawat ini?" tanya Chasyn buru-buru mendekati sang pilot yang baru saja keluar.
"Ini milik perusahaan Tuan George, ada apa?" tanya pilot itu.
"Bisakah Anda menelponnya sekarang?" tanya Chasyn berharap.
"Memangnya ada apa?" tanya pilot itu lagi.
"Aku tidak sempat lagi untuk menjelaskannya, telinga telpon dia sekarang," pinta Chasyn.
"Sebentar," jawab Pilot itu segera menelpon Tuan George.
Tuuut
Tuuut
Tuuut
"Ada seseorang yang mencari Anda," ucap pilot itu.
Chasyn mengambil ponsel di tangan pilot itu. "Halo Tuan George, bisakah aku menyewa pesawat mu, untuk satu hari, aku akan membayar sewanya per jam," ucap Chasyn buru-buru.
"Kau siapa?" tanya tuan George.
__ADS_1
"Aku Chasyn, pemilik perusahaan CV, GT, CH, dan perusahaan lainnya, CEO termuda di kota ini, jadi apa boleh aku menyewanya?" tanya Chasyn berharap.
"Sewa pesawat ku tidak murah, aku takut perusahaan mu juga ikut tergadaikan," ucap Tuan George.
"Tidak masalah, aku akan mempertaruhkannya asal aku bisa mengejar seseorang," ucap Chasyn.
"Baiklah, kau boleh membuatku biaya awal 3 Milyar, nanti setelah kau pulang, kita bicarakan lagi," ucap Tuan George.
"Terima kasih banyak, aku akan mengingat kebaikan Anda, aku akan mentransfer uangnya sekarang," ucap Chasyn.
"Aku seperti ini juga kamu seorang pembisnis, jika tidak aku tidak akan memberi harga sewa yang murah," ucap Tuan George.
"Terima kasih atas kebaikan Anda Tuan, berikan nomor rekening Anda," ucap Chasyn.
Tuan George mengirim nomor rekening, dan Chasyn pun mentransfer uangnya.
Ding Ding
Pengirim berhasil ✔️
Hadiah Anda di kurang 3.000.000.000
Sisa hadiah Anda 11.040.000.000
__ADS_1