SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 145


__ADS_3

"Iya Tante," angguk Grizzly.


"Aku ikut," ucap Dinda.


"Hey! Ini bukan permainan tangkap-tangkapan, sana selesai pekerjaan mu sana," ucap Mamanya.


"Iya, iya," angguk Dinda manyun.


"Baiklah Om Tante kami pergi dulu," ucap Grizzly berlari menuju ke arah Mobil Chasyn.


Chasyn masuk ke dalam mobilnya. "Jadi kita ke kantor polisi dulu untuk mengambil surat penangkapan nih?" tanya Chasyn.


"Enggak, langsung saja ke alamat pria itu, aku akan meminta suratnya lewat telpon saja, memburu pelaku lebih penting, surat bisa menyusul nanti," ucap Grizzly.


"Baiklah jika begitu, itu juga yang aku pikirkan, mungkin jika tidak ada kamu aku sudah menghabisinya sendiri tanpa memberi tahu polisi," ucap Chasyn menarik tuas mobilnya dan melaju menuju alamat pelaku. Grizzly melihat ke arah Chasyn.


[Klik di sini untuk membuka]


Klik


Chasyn melihat Titik merah sebagai penanda lokasi alamat pelaku itu.


"Hm… sekitar perjalanan 20 menit," ucap Chasyn.


Tuuut


Tuuut


Tuuut


"Halo," jawab komandannya.


"Komandan, tolong beri perintah kepadaku atas penangkapan pelaku pembunuhan wanita yang di temukan di bawah pohon itu," pinta Grizzly.


"Memangnya kamu sudah tau siapa orangnya?" tanya komandan itu.


"Iya, aku saat ini sedang menuju ke tempat tinggalnya," ucap Grizzly.

__ADS_1


"Tapi apa kamu punya bukti untuk menangkapnya?" tanya komandan itu lagi.


"Punya, kami mendapatkan bukti sidik jarinya yang ada di kancing baju di temukan di lokasi terjadinya perkara," ucap Grizzly.


"Baiklah jika begitu, tangkap dia, lebih baik tidak meloloskan satu pun dari pada membiarkan kejahatan meraja Lela," ucap komandan tersebut.


"Baik Komandan," Jawab Grizzly mantap.


Chasyn menambahkan kecepatan mobilnya agar cepat sampai.


Sesampainya di sana, terlihat rumah yang mereka tuju tampak gelap seperti tak berpenghuni.


"Gelap sekali, apa dia benar-benar sudah pergi?" tanya Grizzly.


"Ya udah aku akan ke jendela kamu tunggu di sini dulu," ucap Chasyn.


"Iya," angguk Grizzly.


Chasyn membuka jendela yang sepertinya tidak terkunci dan masuk ke dalam


Triring


Triring


Triring


"Kamu dengan siapa di sana?" tanya Komandan.


"Aku bersama Chasyn detektif swasta," jawab Grizzly.


"Berikan alamatnya, kami akan ke sana," ucap komandan itu.


"Baik Komandan, aku akan share lokasinya," ucap Grizzly.


"Hm… di mana kontak lampunya nih," ucap Chasyn.


Ctek!

__ADS_1


Lampu pun menyala menerangi rumah itu, Chasyn melihat jika rumah itu berantakan.


"Apa jangan-jangan di sudah beneran pergi," ucap Chasyn.


Chasyn membuka kamarnya dan melihat jika di lemarinya terbuka lebar dan Chasyn memeriksanya dan benar, bajunya sebagian sudah tidak ada.


"Dia sudah pergi," ucap Chasyn. Chasyn bergegas menuju pintu utama dan membuka pintu.


Melihat Chasyn keluar dari pintu Grizzly menghampirinya. "Bagaimana?" tanya Grizzly penasaran sambil melihat ke dalam rumah tersebut.


"Dia sudah pergi," jawab Chasyn.


"Apa! Bagaimana mungkin," ucap Grizzly tergesa-gesa masuk ke dalam rumah itu dan melihat seisi rumah tersebut.


"Astaga! Bagaimana mungkin dia sudah pergi, di mana lagi harus mencarinya," keluh Grizzly.


"Berikan aku sidik jarinya," pinta Chasyn. Grizzly menyodorkan plastik yang berisi bukti itu kepada Chasyn terlihat ia tak bersemangat.


[Klik di sini untuk membuka]


Klik


Chasyn memasukkan sidik jari pria itu ke systemnya.


[Cari keberadaan pemilik sidik jari]


Mencari…


Loading…


[Menemukan]


[Lokasi terkini]


Terlihat titik merah yang sedang bergerak menuju sebuah pelabuhan kapal.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih


__ADS_2