SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 232


__ADS_3

"Siapa coba?" tanya Chasyn menyuruh Grizzly menebaknya.


"Orang bodoh juga bakalan tahu kamu suka sama Chelsea," ucap Grizzly manyun.


"Ha-ha-ha, iya sayangnya aku belum sempat menyatakan perasaanku padanya," jawab Chasyn tertawa.


Seketika Grizzly terdiam mendengar pengakuan Chelsea. Meskipun ia sudah tau jika Chasyn menyukai Chelsea tapi ia tetap merasakan hal lain.


"Ini jalannya kok belum sampai-sampai di mana sih pertunjukannya?" tanya Chasyn.


"Bentar lagi juga sampai," jawab Grizzly datar.


Dan benar saja Mereka pun sampai di tempat di keramaian itu tempat kejadian itu sudah di garis polisikan dan beberapa orang pesulap ditahan sedangkan korban sudah dibawa ke rumah sakit untuk di otopsi beberapa petugas forensik juga ada di sana dan detektif polisi juga memeriksa kasus itu.


"Jadi bagaimana ceritanya?" tanya Chasyn.


"Ada beberapa warga yang mengatakan jika para pesulap ini sedang mengadakan pertunjukan, mereka meminta salah satu warga untuk maju ke depan untuk mengikuti pertunjukkan itu, mereka pun menyediakan tempat pertunjukkan itu, dan apa yang mereka lakukan dan akhirnya korban terpotong menjadi 2 bagian, terpotong itu pas di bagian perutnya. Para warga panik dan mereka berlarian ketakutan sedangkan para pesulap itu ingin kabur, untungnya saat pertunjukkan ada salah satu polisi yang sedang cuti mengajak keluarganya sedang liburan dan ia langsung menelpon petugas yang lain dan menangkap beberapa pesulap, sedangkan sisanya yang kabur itu di tangkap oleh petugas yang lain dan mengumpulkan mereka di sini," jelas Grizzly panjang lebar.

__ADS_1


"Begitu ya, di mana alat yang mereka buat pertunjukan itu?" tanya Chasyn.


"Ayo ikut aku," ajak Grizzly membawanya ke panggung pertunjukan itu. Di sana juga sudah ada dektetif polisi dan detektif swasta yang ingin menyelidiki kasus itu.


Chasyn memperhatikan kotak panjang itu yang terbelah menjadi dua itu, sedangkan yang lain memeriksa dengan seksama.


Sebagian polisi mengintrogasi pesulap itu agar mereka mengaku siapa yang melakukannya.


"Mereka pasti melakukannya tidak sengaja kan," tebak Chasyn.


"Tentu saja, memangnya mereka punya dendam apa sama warga sedangkan mereka begini juga ingin mencari makan," jawab Grizzly.


"Kamu tidak memeriksa?" tanya Grizzly.


"Iya, aku sedang memeriksanya," jawab Chasyn mengangguk.


"Tapi kenapa kamu memeriksa di sini? Apa kamu sudah menemukan sesuatu?" tanya Grizzly heran, yang lain memeriksa mencari bukti sedangkan Chasyn memeriksanya hanya berdiri dari kejauhan sambil melipat tangan memperhatikan dari jauh.

__ADS_1


"Belum," jawab Chasyn menggeleng. Ia pun berjalan sambil berputar melihat kotak yang terbelah itu.


"Hm…." Chasyn melihat ke arah para pesulap yang sedang di interogasi, Chasyn melihatnya dengan mata sayup.


"Begitu ya," ucap Chasyn mengangguk-anggukkan kepalanya. Ia pun pergi menuju tempat para pesulap itu.


Chasyn mengambil tempat duduk dan duduk di antara polisi yang mengintrogasi itu.


"Bolehkah aku bertanya kepada mereka?" tanya Chasyn.


"Silakan saudara Chasyn," ucap petugas itu yang sudah mengenal Chasyn.


"Kalian ingin membuat pertunjukan itu hanya untuk menghibur penonton atau punya maksud lain?" tanya Chasyn.


"Hanya untuk menghibur penonton aja, kami tidak punya niat untuk membunuhnya," ucap mereka.


"Kami? Berarti kalian semua?" tanya Chasyn.

__ADS_1


"Kami melakukan pertunjukan itu dan tidak tahu siapa yang membunuhnya," ucap salah satu pesulap itu.


__ADS_2