SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 39


__ADS_3

Chasyn membuka pintu.


"Saya membawa paket makanan, sila di terima," ucap pembawa paket makanan.


"Oh iya, terima kasih, sudah saya bayar lewat aplikasi ya," ucap Chasyn.


"Iya, terima kasih kembali Tuan," ucap kurir itu menundukkan kepala lalu pergi.


Chasyn membawa makanan ke dapur dan ia kembali ke kamarnya untuk memakai baju.


"Udah siapan? Ayo sarapan," ajak Chasyn melihat Iyan yang sudah berpakaian keren.


"Iya, baju mahal ini emang beda ya, kainnya sangat lembut dan nyaman di pakai," ucap Iyan.


Chasyn hanya menyengir, mereka pun menyantap makanannya dengan lahap.


Setelah makan Chasyn berdiri. "Ayo pergi," ajak Chasyn.


Mereka pun menuju mobil Chasyn dan masuk ke dalam. "Hari ini sangat cerah, bagaimana jika kita keliling kota," saran Iyan.


"Iya, aku berpikir juga begitu, aku rasa sudah bertahun-tahun nggak pernah keliling kota," ucap Chasyn.


Mobil pun melaju di jalanan, Chasyn memberhentikan mobilnya di sebuah toko bunga.


"Bunga mawar putih ini berapa Mbak?" tanya Chasyn mengambil seikat bunga mawar.


"Itu 20 ribu," ucap penjual.

__ADS_1


"Aku mau yang ini," ucap Chasyn.


"Mau di bungkus?" tanya penjual itu memegang bunga yang di pesan Chasyn


"Tidak perlu," jawab Chasyn mengeluarkan dompetnya.


"Ini uangnya," ucap Chasyn menerima kembali bunganya dan kembali ke mobilnya.


"Tuan kembaliannya," panggil Mbak penjual itu.


"Tidak perlu, ambil saja," jawab Chasyn melambaikan tangan dan masuk ke dalam mobilnya.


"Terima kasih Tuan," ucap penjual itu membungkukkan badannya.


Ding Ding


Sisa hadiah Anda [216.300.000]


Chasyn Kembali melajukan mobilnya di jalanan menuju ke sebuah TPU.


Chasyn memberhentikan mobilnya di gapura masuk ke makam. Mereka pun segera turun dan menuju makam tempat peristirahatan terakhir kedua orangtuanya.


Chasyn berjongkok di samping makam ayah dan ibunya yang di makamkan berdekatan lalu meletakkan bunga mawar putih yang harum itu ke makam kedua orang tuanya.


"Ayah, ibu, Chasyn datang melihat kalian, kalian pasti sudah bahagia di sana kan? Pasti sudah tak merasakan sakit lagi, maaf baru datang, Chasyn ingin mengatakan jika Chasyn sudah hidup dengan tenang, tempat tinggal yang bagus dan makan makanan enak, jadi kalian jangan khawatir ya, tenanglah di sana, Chasyn akan menjadi anak yang kalian banggakan," ucap Chasyn menyapu tanah di atas makam orang tuanya.


"Ayah ibu, Chasyn pergi dulu ya, Chasyn pasti akan ke sini lagi," ucap Chasyn berdiri.

__ADS_1


"Ya udah, ayo pergi," ajak Chasyn.


"Iya," angguk Iyan.


Mereka pun pergi meninggalkan tempat tersebut dan naik mobilnya. Saat mobil di gerakkan, mobil itu agak sedikit berat.


"Ada apa Chasyn?" tanya Iyan saat melihat raut wajah Chasyn yang sedikit berubah.


"Nggak mungkin rusak kan mobil baru ini?" tanya Chasyn. Chasyn memutuskan untuk keluar dari mobilnya dan memeriksanya.


Saat kebelakang, Chasyn melihat sebuah tangan yang memegang ban mobilnya.


"Astaga! Hus! Hus!" usir Chasyn. Namun sesuatu itu tidak mau pergi, ia seolah-olah juga mau ikut.


"Sana pergi, ini bukan tempatmu, tempat kamu di sana," ucap Chasyn mengusirnya lagi. Benda itu pun melepaskannya.


Chasyn kembali masuk ke dalam mobilnya dan ia langsung menginjak pedal gas mobilnya.


"Apa tadi?" tanya Iyan penasaran.


"Oh, cuma seekor hewan saja," jawab Chasyn berbohong, sebenarnya yang memegang mobil Chasyn adalah sebuah sosok yang tak kasat mata.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2