SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 53


__ADS_3

Saat masuk ke dalam ke dalam kelas, ternyata guru sudah ada di kursinya.


Chasyn mendekati Bu guru. "Maaf buk saya terlambat," ucap Chasyn.


"Kenapa kamu terlambat?" tanya guru itu berdiri di samping mejanya.


"Saya tadi ke toilet buk maaf," ucap Chasyn.


Guru itu mengelilingi Chasyn melihatnya dari atas sampai bawah.


"Gaya kamu sekarang modis sekali ya," ucap guru itu. "Saya ingat sepatu ini ingin saya belikan untuk anak saya seharga 7 juta, ini lihat jam tanganmu, ini jam tangan bermerk, nggak mungkin kamu cuma punya ini saja kan?" tanya guru itu mengintrogasi Chasyn.


"Hm... masih ada sih, tapi di rumah, yang ke sekolah cuma ini aja," ucap Chasyn.


"Lalu kamu bawa mobil seharga 2 Milyar itu ke sekolah, nggak takut di curi kah?" tanya guru itu.


"Nggaklah buk, dia kan jago bela diri, kalo cuma preman aja cuma di jentik saja udah KO tu preman," celetuk Iyan.


"Hm? Benarkah?" tanya buk guru ragu-ragu.


"Enggak kok buk, Iyan cuma melebih-lebihkan saja kok, tapi… bolehkah saya duduk?" tanya Chasyn.


"Hm… baiklah," jawab ibu guru mengangguk dan Chasyn pun kembali ke tempat duduknya.


"Kamu kenapa bilang gitu sih?" tanya Chasyn menyenggol Iyan.

__ADS_1


"He-he-he, kamu kan memang punya kemampuan, aku sangat bangga denganmu," ujar Iyan merangkul pundak Chasyn.


"Heh!" Chasyn menyengir.


Pelajaran pun berlangsung, karena hari ini adalah hari Sabtu, jadi pulangnya cepat.


"Ayo, katanya kamu ingin pergi ke suatu tempat," ujar Iyan.


"Iya, tapi kamu harus ke rumah sakit dulu untuk memastikan jika kamu baik-baik saja, jika kamu sakit kamu tidak boleh ikut aku," ucap Chasyn.


"Aku yakin aku baik-baik saja," ucap Iyan tersenyum.


Mereka berdua pun masuk ke dalam mobil, Chasyn pun melajukan mobilnya di jalanan.


"Ayo turun," ajak Chasyn yang terlebih dahulu turun dari mobilnya.


Mereka pun masuk ke dalam rumah sakit yang sedikit sepi itu.


"Buk ada teman saya yang mau periksa, tapi apa bisa periksa mengunakan Rontgen," ucap Chasyn di depan meja perawat yang sedang main ponsel.


"Oh ayo masuk ke dalam," ajak perawat itu.


Mereka pun masuk ke sebuah ruangan. "Tunggu sebentar ya, saya panggilkan dokternya," ucap Perawat itu. Meninggalkan Chasyn dan Iyan di kursi tunggu.


Mereka melihat sekeliling tempat yang penuh peralatan medis.

__ADS_1


Tak lama kemudian Seorang dokter perempuan datang. ia sangat cantik dengan rambut tergerai dan ikal di bagian ujung rambut, mata bulat, bibir merah merona dan bulu mata lentik, tidak kurus juga tidak gemuk.


Dokter itu langsung duduk di kursinya. "Ada keluhan apa?" tanya dokter cantik itu melihat ke arah Chasyn.


Menyadari jika sang dokter melihat Chasyn, Iyan langsung duduk kursi di depan dokter cantik tersebut.


"Oh kamu yang sakit itu? Apa keluhannya?" tanya dokter cantik itu.


Chasyn tersenyum. "Kenapa dia? Apa takut pesona ku membuat dokter cantik itu tergila-gila?" tanya Chasyn dalam hati sambil menyengir.


"Lenganku sedikit sakit," jawab Iyan.


"Baiklah, silakan berbaring, saya akan memeriksanya," ucap Dokter cantik itu.


Saat Iyan berbaring, Chasyn ikut mendekat dan melihat keadaan Iyan.


"Jangan tegang, rileks saja ya, alat ini tidak akan memakan mu," ucap dokter cantik itu menenangkan karena terlihat wajah Iyan tegang.


"Iya buk dokter," angguk Iyan yang berusaha untuk rileks, Chasyn malah tersenyum.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2