
Chasyn menciumnya dan malah Chasyn di tokok pake permen tangkai itu.
"Kamu bukan saja imut, tapi juga nakal ya," ucap Chasyn. Akan tetapi anak itu diam dengan wajah polosnya, Chasyn gemes melihatnya dan ia mencubit pipi anak itu sepanjang jalan.
Chasyn pun masuk ke kawasan taman bermain itu dan menuju ke arah Chelsea.
"Chasyn," ucap Chelsea berdiri. Ia terkejut saat Chasyn membawa seorang anak manis.
"Ini bukan anak kamu kan?" tanya Chelsea bercanda.
"Iya, ini anak aku sama kamu," ucap Chasyn tersenyum.
Chelsea mengambil anak kecil itu dari tangan Chasyn dan memeluknya dan menggoyangkan agar tidak menangis.
"Kamu tadi pergi menyelamatkan anak ini?" tanya Chelsea.
"Iya," angguk Chasyn.
"Syukurlah, saat melihat kamu pergi, aku pikir kamu ada urusan mendadak tadi, jadi aku beli tiketnya," ucap Chelsea memperlihatkan tiket yang ia beli.
__ADS_1
"Terima kasih ya dan maaf," ucap Chasyn.
"Tidak apa-apa, kamu kan lagi nyelamatin nyawa anak ini, ini cuma hal kecil kok," jawab Chelsea tersenyum.
"Kamu sangat lembut, hatimu selembut kapas," puji Chasyn.
"Tiba-tiba dari arah kiri terdengar seorang ibu yang sedang menangis.
"Anakku … anakku … di mana anakku …!" panggi ibu itu dengan sesengukkan, dia menghampiri orang-orang yang ada di sekitar situ.
"Apa kalian ada lihat seorang anak kecil yang sekitar umur 2 tahun memakai baju biru seorang anak laki-laki?" tanya ibu itu panik sambil menangis-nangis.
"Tidak ada," jawab mereka menggeleng. Ibu itu terus bertanya-tanya orang yang lewat dan orang yang ia jumpai.
"Yah,ayo kita antar bocah manis ini," ajak Chasyn mencolek pipi anak itu dan sekali lagi anak itu menokok kepala Chasyn.
Chelsea tersenyum melihat tingkah bocah itu polos, dan mereka pun menghampiri ibu itu.
Melihat Chasyn dan Chelsea datang ibu itu melihat anaknya yang di gendong Chelsea ia langsung menghampiri mereka dan mengambil anaknya.
__ADS_1
"Ya ampun nak, kamu ke mana aja tadi, ibu khawatir sekali," ucap ibu itu lega sambil mencium cium anaknya.
"Ibu lain kali kalau bawa anak kecil tolong di perhatikan ya, tadi saja dia hampir di culik oleh seseorang. Untung saja pacar saya yang menyelamatkannya," ucap Chelsea.
Chasyn tersenyum melihat Chelsea berkata seperti itu.
"Begitu ya terima kasih banyak ya, terima kasih sudah menyelamatkan anak saya," ucapkan Ibu itu membungkukkan badannya beberapa kali.
"kan sangat sayang anak selucu ini di culik orang, jika ragu untuk menjaganya di luar Ibu lebih baik menjaganya di rumah saja atau pergi bersama keluarga agar anaknya terpantau," saran Chasyn.
"Iya, iya, iya, saya mengerti. Terima kasih banyak ya," ucap ibu itu.
"Iya sama-sama, jika gitu kami permisi dulu ya Bu," ucap Chelsea.
"Ya Ya terima kasih banyak ya," ucap ibu itu lagi.
Chelsea dan Chasyn pun pergi ke arah komedi putar. Untung saja giliran pertama sudah turun dan sekarang adalah giliran mereka.
Chelsea dan Chelsea duduk berdampingan naik di masing-masing kuda mereka komedi putar pun berputar. Angin yang menghembus membuat rambut Chelsea melambai-lambai Chasyn terus melihatnya tanpa berkedip.
__ADS_1
"Dia sangat cantik," ucap Chasyn dalam hati, ia terpukau tanpa sadar ia tersenyum.
.