SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 288


__ADS_3

Pria itu berusaha melepaskan tangan Chasyn dengan sebelah tangannya, namun tenaga Chasyn lebih kuat, tak ada rasa geli baginya di banding ia harus menahan rasa penasaran siapa yang ingin menghancurkannya.


Chasyn memegang bagian di dalam mulut pria itu lalu mencopot gigi bagian kanan pria itu agar ia tidak bisa mengigit jahitan racun tersebut, Paria itu meronta kesakitan yang amat dalam, karena sudah tidak bisa menahannya, ia pun jatuh pingsan.


"Benar juga ya, kenapa aku tidak memukul kepala bagian belakangnya dan membuat dia pingsan ya, tidak perlu repot-repot aku memasukkan tanganku untuk mencabut giginya, iwwww … sungguhan jijik kan," ucap Chasyn mengelap tangannya di baju pria itu.


Chasyn kembali memukul kepala bagian belakang pria itu agar ia benar-benar pingsan, takutnya dia pingsan bo'ongan.


Chasyn membawa pria itu ke dalam mobilnya dan mendudukkan dia di samping kursinya.


Tuuut


Tuuut


Tuuut


"Halo," jawab Grizzly.


"Aku sudah menemukan pembunuh bayaran itu, aku akan membawa langsung ke rumah sakit Kapolda, tolong siapkan dokter yang bisa menangani racun segera," punya Chasyn.

__ADS_1


"Baik, aku akan langsung menghubungi dokter di sana untuk standby di rumah sakit," ucap Grizzly.


Chasyn memutuskan panggilannya dan langsung tancap gas.


Chasyn berharap agar pria itu belum sadar sebelum sampai di rumah sakit.


Sesampainya Chasyn di rumah sakit, para perawat berdatangan untuk segera membantu, ternyata Grizzly, komandan dan petugas yang lain sudah ada di rumah sakit Bhayangkara.


Chasyn mengangkat pria itu ke atas brankar lalu mereka membawa ke UGD.


"Tunggu dulu," panggil Chasyn menahan salah satu dokter yang akan memeriksa pria itu.


"Di bagian kanan mulutnya ada racun yang di tanamkan dan di jahit, aku minta pada dokter untuk mengeluarkan racun itu, jangan sampai sedikitpun tertelan olehnya, karena itu akan membuat dia mati, karena racun itu mematikan," ucap Chasyn.


"Baik, Anda tenang saja, kami akan melakukan yang terbaik," ucap dokter itu mengangguk mengerti. Dokter itu balik badan dan berlari ke dalam UGD.


"Semoga saja dia tidak sadar waktu dekat," ucap Chasyn.


Grizzly mendekati Chasyn dan berdiri di sampingnya sambil melipat kedua tangannya.

__ADS_1


"Tidak biasanya kamu seperti ini? Setau ku jika kau bertemu musuh, kau langsung menghajarnya habis-habisan," ucap Grizzly tersenyum.


"Jika dia tidak menanam racun di mulutnya, sudah ku buat dia mengatakan sejujurnya lalu membuangnya di kandang harimau," ucap Chasyn.


"Jadi dia kau membawa ke sini karena belum tau informasinya? Hm … sudah ku tebak, aku tidak pernah melihatmu panik dengan musuh mu, ternyata karena ini," ucap Grizzly.


"Sepertinya kau sudah sangat mengenal Chasyn, Grizzly." terdengar suara pria dari belang yang tidak asing, mereka melihat kebelakang.


"Komandan," ucap Grizzly.


"Komandan," ucap Chasyn.


"Kamu sangat hebat ya Chasyn, secepat itu kamu bisa menemukan data pembunuh bayaran itu dan secepat itu kamu menemukannya," puji komandan menepuk pundak Chasyn.


"Ah biasa aja komandan, tentu saja aku harus menemukan pembunuh yang ingin mengambil nyawaku, aku tidak akan tinggal diam dan membiarkan mereka terlebih dahulu mencari ku, lebih baik aku terlebih dahulu mencari mereka," ucap Chasyn.


"Kamu sangat baik ya, sudah menyelamatkan orang yang ingin membunuh mu," ucap komandan tersenyum.


Grizzly dan Chasyn melihat komandan dengan mata sayup.

__ADS_1


__ADS_2