SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 44


__ADS_3

"Terima kasih," ucap pemilik warung makan itu.


Ding Ding


Pembayaran berhasil ✔️


Hadiah Anda di kurang 10.000


Sisa hadiah Anda [216.100.000]


Mereka pun berjalan keliling wisata dan sambil berfoto-foto.


Tak terasa, hari sudah mendekati senja. "Ayo pulang, ini sudah senja," ajak Chasyn.


"Iya, ibu ku juga sudah mengirim pesan menyuruhku pulang," ucap Iyan.


"Ya udah," ucap Chasyn dan mereka pun kembali ke mobilnya.


Chasyn pun melajukan mobilnya untuk mengantar Iyan terlebih dahulu, tak terasa di perjalanan membuat mereka bermalam.


Sesampainya di sana Iyan pun segera turun. "Aku pulang dulu, sampai bertemu besok di sekolah," ucap Iyan melambaikan tangannya.


"Iya," angguk Chasyn, ia pun melajukan mobilnya untuk pulang ke rumah.


Tuk tuk tuk

__ADS_1


Tuk tuk tuk


Terdengar suara ketukan di dalam mobil Chasyn. Chasyn memelankan mobilnya untuk mendengarkan suaranya.


Suara itu menjadi suara rintihan. Chasyn langsung memberhentikan mobilnya secara mendadak.


"Suara apa itu?" tanya Chasyn melihat kebelakang.


"Astaga!" Teriak Chasyn kaget.


"Tolong! Tolong aku," lirih suara itu.


"Kau bukannya makhluk di makam tadi? Kenapa kau mengikuti ku?" tanya Chasyn.


"Tolong! Tolonglah aku," ujar suara itu.


[Klik di sini untuk membuka]


Klik.


Ding Ding


Misi baru


Menemukan jasadnya

__ADS_1


Status Misi sedang berlangsung.


"Menemukan jasad? jadi kamu tidak tahu jasadnya di mana?" tanya Chasyn.


"Bukan, jasadku di mutilasi, tapi potongan tubuhku di tempat yang terpisah, tolong bantu cari tubuhku dan kumpulkan," ujar makhluk itu.


"Astaga! Setelah bersenang-senang malah di kasih kerjaan, pantas saja Iyan ketakutan, ternyata dia mengikuti ke mana-mana," ucap Chasyn. Ia pun kembali melajukan mobilnya.


"Bisakah kau menunjukkan di mana saja potongan tubuhmu?" tanya Chasyn.


"Di barat daya di jalan manggrove, ada potongan tanganku kiri ku, di selatan jalan perdana, ada kaki kiri ku dan kepala ku, di jalan Ambang, ada tangan kanan dan tubuh ku dan di jalan kuncir, ada potongan tubuhku," jawab mahluk itu.


"Astaga! Apa yang di pikirkan membuang tubuh mu seperti itu?" tanya Chasyn yang memilih jalan kuncir yang terdekat.


Makhluk itu berubah wujudnya yang asli, ia sangat cantik dengan dress putih.


"Kamu memakai baju seperti ini sebenarnya mau ke mana?" tanya Chasyn.


"Di malam itu aku ingin pergi di acara ulang tahun temanku, pacar ku datang ingin meminta uang, aku menolak memberinya karena aku belum gajian jadi aku tidak memberikannya, aku pergi meninggalkannya begitu saja, dia sangat marah dan menarik rambutku, aku mencoba melepaskan tangannya tarikannya dari rambutku, aku menendangnya hingga ia terjatuh, dia sangat marah dan aku berlari untuk menyelamatkan diri, namun larinya sangat cepat dan ia menangkap ku dan mencekik ku, aku sangat ingin berteriak minta tolong, namun cekikannya sangat kuat membuat aku kehilangan suaraku dan nafasku tidak bekerja dengan baik, ia juga memukulku dengan keras dengan benda tumpul, tapi aku masih sadar, aku melihat dia pergi, aku berusaha untuk bangun. Aku pikir dia pergi tak tak kembali, namun di remang-remang aku melihat dia membawa senjata tajam dan…" ucapan wanita itu terputus.


"Di akhir hidupmu malah menyedihkan, apa kau sudah menemui pacarmu itu?" tanya Chasyn.


"Aku yang terus bergentayang mencarinya, tapi dia sudah tidak ada lagi di rumahnya, aku tidak tahu dia ada di mana," jawab wanita itu menggelengkan kepalanya.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih


__ADS_2