
"Hm… benar juga, tapi aku tidak melihat tali di atas," ucap Iyan lagi memperhatikan sosok putih itu.
"Kan lampunya remang di sini, lagian mereka juga mengunakan tali halus tapi kuat, jika tidak begitu mana mungkin terlihat seram," jelas Chasyn.
"Iya juga ya," ucap Iyan mengangguk dengan wajah yang berubah.
"Tapi kenapa ini perasaan yang aneh? Apa itu beneran hanya hantu bo'ongan?" tanya Iyan dalam hati, namun ia kembali melihat ke arah depan.
"Mungkin ini karena perasaanku saja, karena aku baru pertama masuk ke sini," ucap Iyan menenangkan diri sendiri.
Mereka terus masuk ke dalam dan di dalam malah tambah menyeramkan. Kadang-kadang Iyan terkejut karena di kaget'kan.
"Chasyn, kenapa dia dia terus mengikuti kita?" tanya Iyan.
"Udah, wajar saja jika dia mengikuti kita, dia kan di tugas di sini," ucap Chasyn.
"Tolong... tolong aku," ucap suara itu.
"Chasyyyyynnn, itu suara kenapa seram sekali?" tanya Iyan menutup telinganya.
"Masa ada hanya hantu mau ngajak nyanyi, udah kamu pikirkan," ujar Chasyn menenangkan.
Dan setelah sekian lama mendengar suara yang menyeramkan itu dan akhirnya mereka pun sampai di pintu keluar, saat melihat pintu keluar Iyan langsung berlari, rasanya ia tak sanggup lagi jika berlama-lama di dalam rumah hantu itu.
__ADS_1
"Huhft... selamat, kapok aku kapok, nggak mau masuk ke dalam sini lagi, benar apa yang di Katakan jika ini rumah hantu yang paling menyeramkan seibu kota," ucap Iyan menghembus nafas lega.
"Kamu sendiri yang ngajak kamu sendiri yang ketakutan," ucap Chasyn.
"Tolong!!! Tolong!!!" teriak suara yang menakutkan namun di dalam teriakkannya ada kesedihan. Chasyn melihat ke arah ke arah rumah hantu itu sambil mengerutkan dahinya. Ia merasa ada yang aneh.
"Perasaan macam apa ini?" tanya Chasyn dalam hati sambil memicingkan matanya.
"Ya udah ayo kita cari makan dulu, aku sudah lapar," ucap Chasyn.
"Iya, aku sudah banyak mengeluarkan tenaga di dalam rumah hantu itu, harus menambahkan energi baru untuk hidup," jawab Iyan.
Mereka pun menuju ke sebuah warung makan yang banyak menyediakan makan khas Padang.
"Nasi dan lauk rendang sama minuman jeruk peras," ucap Chasyn.
"Tunggu sebentar ya," ucap pegawai itu menuju steling kaca tempat penyimpanan makanan.
Chasyn dan Iyan duduk di kursi kosong sambil menunggu makanan datang.
"Malam ini kamu pulang?" tanya Chasyn.
"Sebenarnya aku sangat ingin tidur di rumahmu, tapi lihat nantilah kalo di bolehin lagi sama emak ku," jawab Iyan.
__ADS_1
"Oh, baiklah," angguk Chasyn.
"Ini makanannya," ucap pegawai itu meletakkan makanannya di atas meja.
Chasyn dan Iyan melahap makanannya dengan lahap, apa lagi Iyan, dia harus benar-benar mengisi energinya karena lelah ketakutan.
Iyan menseruput minuman sampai habis. "Ah... aku benar-benar hidup sekarang," ucap Iyan.
"Jadi selama ini kamu mati?" tanya Chasyn.
"Iya, aku hampir mati tadi di rumah hantu itu," ucap Iyan.
"Ya sudah, sudah selesai makan kan? Kita pergi keliling lagi," ajak Chasyn.
"Iya nih menjelang malam, puas-puasin dulu jalan-jalannya," jawab Iyan setuju
Selesai makan Chasyn pun membayarnya. "Ini, berapa makanannya?" tanya Chasyn.
"Semuanya jadi 60 ribu," jawab pemilik warung makan itu. Chasyn membuka dompetnya lalu menyerahkan uangnya.
Bersambung
jangan lupa like vote komen dan hadiah
__ADS_1
Terima kasih