SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 162


__ADS_3

Chasyn dan Chalsea asik mengobrol dengan senda tawa dan sesekali mereka bercanda.


“Chalsea, Mama mengantuk, kami tidur dulu ya,” ucap Mama Chalsea.


“Iya Ma,” angguk Chalsea.


“Kamu juga jangan tidur malam-malam,” pesan Mama Chalsea.


“Oke Ma,” jawab Chalsea.


Mama da Papa Chalsea pergi ke kamar kapal itu sesuai petunjuk Iyan. Di depan itu tinggal Chalsea da Chasyn yang masih mengobrol ria.


“Oh iya, sebelumnya aku mendengar kamu menyukai seseorang wanita, siapa dia?” tanya Chalsea.


“Hm… kata siapa?” Chasyn balik bertanya.


“Tentu saja dari orang,” jawab Chalsea.


“Jadi sebelumnya kamu sudah mengenalku ya?” tanya Chasyn menerawang Chelsea.


“He`em,” angguk Chalsea.


“Dulunya iya, tapi dia tidak menyukaiku, dan dia pindah ke sekolah lain, jadi aku tidak pernah bertemu dengannya lagi, aku dengar dari sekolah jika dia pindah keluar negeri,” jawab Chasyn.


“Misalnya jika dia kembali lagi, apa kamu menerimanya?” tanya Chalsea.

__ADS_1


“Tidak, kan sudah ada kamu,” jawab Chasyn tersenyum.


Chalsea terseyum dan kembali melihat ke arah laut. “Kamu bisa aja. Apa dia sangat cantik sehingga kamu menyukainya?” tanya Chalsea penasaran.


“Hm…” Chasyn melihat ke arah wajah Chalsea. “Aku rasa lebih cantik kamu,” jawab Chasyn sambil tersenyum.


“Hm kamu mau kopi? Akan ku buatkan,” ucap Chasyn.


“Boleh deh,” angguk Chalsea.


“Oke!” Chasyn pergi ke dapur lalu menyeduh kopi pahit untuknya dan kopi susu untuk Chalsea.


“Ini untuk mu,” ucap Chasyn memberikan segelas kopi susu untuk Chalsea.


“Terima kasih,” ucap Chalsea menerima gelas itu.


“Dua hari lagi libur, hari minggu biasanya aku tidak ada kegiatan dan hanya menyenlesaikan tugas sekolah,” jawab Chalsea.


“Mau kau pergi denganku?”


“Kemana?”


“Keliling pulau,” jawab Chasyn.


“Tentu saja aku mau,” jawab Chalsea tidak menolaknnya.

__ADS_1


Malam itu Chasyn dan Chalsea menghabiskan waktu mengobrol sepanjang malam di tambah lagi mereka minum kopi, jadi kamu tidak mengantuk sama sekali. Tapi saat pagi tiba mereka malah mengantuk.


“Hoaaamm…” ternyata Iyan sudah bangun. Ia keluar dari bilik kapal dan berdiri di depan kapal sambil merenggangkan tubuhnya.


“Eh bos, kenapa mereka tidur di situ? Apa mereka tidak sempat tidur di kamar?” tanya Iyan.


Terdengar suara kaki berjalan menuju depan kapal. “Jangan- jangan itu Papa Chalsea. Aku harus membanngunkan bos nih, kalau tidak dia pasti akan di marahi,” ucap Iyan berlari ke arh Chasyn.


“Bos! Bos! Ayo bangun! Itu Papa Chalsea datang,” panggil Iyan mengoyang-goyangkan tubuh Chasyn.


“Ugh… apa sih, ganggu saja,” ucap Chasyn menepis tangan Iyan.


Karena suara itu sudah sangat dekat, dengan terpaksa Iyan mengangkat tubuh Chasyn lalu membawanya ke balik kapal.


“Dasar pria tidak bertanggung jawab, katanya akan menjaga Chalsea, dia bahkan meninggalkan Chalsea sendiri,” keluh Papa Chalsea.


"Sudahlah Pa, mungkin Chelsea bangun lagi dan kembali tidur di sini, lagian pemandangan sangat indah, Chelsea juga sangat jarang berkeliling, mungkin ia ingin menikmati pemandangan di saat subuh," ucap Mama Chelsea.


"Bos bangun! Kalau kamu nggak mau di cekek mati oleh Papa Chelsea lebih baik bangun," ucap Iyan.


"Hm… sudah pagi ya?" tanya Chasyn membuka matanya.


"Heh! Ternyata dengan menyebut nama Papa Chelsea baru mempan," ucap Iyan menyengir.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih


__ADS_2