
"Ya elah, aku kan pintar emang dari lahir," jawab Iyan melipat tangannya memanyunkan mulutnya.
"Malam ini aku ingin menyatakan perasaanku sama Chelsea kalian juga datang ya tolong persiapkan semuanya aku pulang dulu untuk bersiap-siap," ucap Chasyn.
"Siap Tuan," jawab mereka serempak.
"Siap bos," jawab Iyan hormat grak.
Chasyn masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya pulang ke rumah. Di perjalanan ia mengambil ponselnya dan mengirim pesan kepada Chelsea.
"Hai Chelsea, lagi apa?" [Chasyn]
"Ini sedang siap-siap." [Chelsea]
"Siap-siap apa?" [Chasyn]
"Ya siap-siap mau mandi dong. Kamu lagi apa?" [Chelsea]
"Aku sedang di perjalanan pulang nih, kamu jadikan nanti malam datang ke Villaku?" [Chasyn]
"Akan aku usahakan." [Chelsea]
__ADS_1
"Oke, aku pulang dulu." [Chasyn]
"Bye." [Chelsea]
Chasyn menyimpan ponselnya dan ia tersenyum, rasanya tidak sabar lagi ingin menyatakan perasaannya kepada Chelsea, ia sangat ingin memeluk Chelsea sebagai pasangan.
Sesampainya di rumah, Chasyn langsung masuk ke dalam rumah dan ia segera mandi.
Di dalam kamar mandi, Chasyn tersenyum sambil bernyanyi, hatinya benar-benar bahagia, tak ada sebahagia ini.
Setelah selesai mandi, Chasyn masuk ke dalam kamarnya dan berganti pakaian.
"Hm … pakaian mana ya yang akan ku pakai?" tanya Chasyn sedang memilih pakaian.
"Hm … sepertinya ini sangat cocok dengan ku," ucap Chasyn bercermin berbalik badan dan berpose di depan cermin.
Chasyn menyisir rambutnya ke samping. "Heh! Apa aku terlihat keren," ucap Chasyn tersenyum.
Ia duduk di sisi ranjangnya dan mengambil foto ayahnya dan saat ia masih kecil.
"Ayah, hari ini aku senang banget, aku ingin menyatakan perasaanku pada Chelsea orang yang aku cintai, aku minta restu dari Ayah, restui aku dan Chelsea, tolong terima Chelsea menjadi menantu Ayah ya, aku tau Ayah pasti sangat bahagia karena aku akan melepaskan masa jomblo ku kan? He-he-he tenang saja Ayah, aku ini orang yang tertampan, mana mungkin ku biarkan ketampanan ku ku biarkan dengan sia-sia. He-he-he, yang pastinya aku minta doa dari Ayah ya, doakan kami bahagia, aku sayang Ayah, muah," Chasyn mencium foto Ayahnya dan meletakkan foto itu dengan rapi.
__ADS_1
Chasyn keluar dari kamarnya. Ayo kita pergi ke Villaku, kita akan makan di sana," ajak Chasyn.
"Baik Tuan," angguk mereka.
Chasyn masuk ke dalam mobilnya sedangkan Para koki itu masuk ke dalam mobilnya sendiri.
Chasyn sengaja tidak menjemput Chelsea karena ia ingin memberi kejutan pada Chelsea dan hanya melewati mobil Chelsea dan melewatinya.
"Sampai jumpa di villa Chelsea," ucap Chasyn saat melewati rumah Chelsea.
Chasyn tampak bahagia dan ia tersenyum mengembang, ini hari istimewa dan spesial untuknya dan Chelsea.
"Aku harap malam ini tidak ada kesalahan," ucap Chasyn percaya diri.
Tak lama kemudian Chasyn pun sampai di villanya.
"Ayo, apa kalian sudah siap?" tanya Chasyn sudah tidak sabar.
"Sudah," jawab mereka.
"Hm … jangan lupa panggang baberquenya juga, kita akan makan-makan juga, siapkan semuanya," perintah Chasyn.
__ADS_1
"Siap Tuan," angguk mereka. Chasyn mengosok-gosokkan tangannya sambil menunggu Chelsea datang.
"Huffttt... kenapa aku jadi deg-degan ya?" tanya Chasyn memegang dadanya.