SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 218


__ADS_3

Mobil pun melaju sangat cepat dan akhirnya mobil Chelsea sampai di kedua mobil yang sedang berhenti itu tempat itu lumayan sepi hanya satu atau dua mobil saja yang lewat dan mobil itu pun tidak peduli dengan situasi saat itu.


Chasyn dan Chelsea keluar dari mobil dan menghampiri mobil yang berhenti tersebut.


Pintu dari samping kanan terbuka Chasyn melihat seorang pria sedang mencekik wanita itu.


"Hei apa yang kau lakukan!" teriak Chasyn menendang pria itu membuat pria itu terjatuh ke samping.


"Jangan ikut campur!" ucap pria itu marah.


"Kau ingin membunuhnya?" tanya Chasyn.


Chelsea menghampiri wanita itu dan menolongnya untuk keluar dari mobil.


"Kakak tidak apa-apa?" tanya Chelsea.


"Terima kasih sudah datang menolongku ucap wanita itu memegang lehernya Ia pun batuk-batuk karena saluran pernapasannya tertutup oleh cekikan pria itu tadi.


"Udah aku katakan tadi jangan melakukan niat burukmu!" ucap Chasyn memperingati.


"Ini bukan urusanmu! Tapi kalau kau ingin mati akan kau kabulkan," ucap pria itu geram.


Ia berdiri dan langsung menerkam Chasyn. Chasyn memegang kedua tangan pria itu lalu melemparnya di ke aspal.


Pria itu tak mau kalah, ia bangun lagi dan melihat ke kiri dan kanan mencari sesuatu. Ia menemukan sesuatu, ia menarik besi yang ada di depan mobilnya karena tadi ia sengaja menabrak mobil wanita tadi hingga besinya lepas dari bautnya.


Besi itu ia ambil dan memukul ke arah Chasyn. Chasyn menangkapnya.

__ADS_1


"Kau bahkan menyerang orang yang sudah memperingati agar tidak berbuat jahat," ucap Chasyn menarik besi itu lalu mematahkan menjadi 2.


Pria itu sangat terkejut dan ia pun mundur beberapa langkah. Chasyn menarik tubuhnya lalu melemparnya ke jurang.


"Aaaaaa...!" teriak Pria itu jatuh ke jurang yang dalam.


Mereka semua melihat ke dasar jurang dan tidak terlihat apa pun dan gelap gulita.


"Semoga saja dia selamat, selamat pun setidaknya dia mengalami cidera," ucap Chasyn.


"Biar saja dia mati, tadi itu dia hampir saja membunuhku, dasar pria kejam," ucap Wanita itu kesal.


"Ya udah, kamu pulanglah," ucap Chasyn.


"Iya, terima kasih banyak atas bantuan kalian, jika kalian tidak datang, aku yang malah sudah mati, terima kasih banyak," ucap wanita itu membungkukkan badan.


"Iya, semoga saja dia benar-benar mati di sana," umpat wanita itu. "Baiklah, jika begitu aku pergi dulu," ucap wanita itu.


Wanita itu pun masuk ke dalam mobil dan mobil itu pun melaju.


"Kamu masuk dulu sana dalam mobil," ucap Chasyn.


"Iya," angguk Chelsea berbalik badan dan menuju mobil.


Chasyn melihat ke arah Chelsea dan memastikan jika Chelsea tidak melihat kebelakang. Ia mengangkat mobil itu lalu membuangnya ke jurang.


"Eh Chasyn," ucap Chelsea melihat ke arah Chasyn.

__ADS_1


"Ayo, ayo masuk dalam mobil," ucap Chasyn mendekati Chelsea dan merangkul bahunya sambil tersenyum. Dan mereka pun masuk ke dalam mobil.


"Hm… aku seperti melupakan sesuatu? Tapi apa ya?" tanya Chelsea.


Chasyn langsung menginjak pedal gas mobilnya dan segera meninggalkan tempat itu.


"Itu kau pasti melupakan tentang mobil itu. Semoga saja dia tidak melihat saat aku membuang mobil itu, jika tidak, pasti dia akan beranggapan jika aku Samson," ucap Chasyn menyeringai.


Mobil kembali melaju.


"Kamu mau ke mana lagi?" tanya Chasyn.


"Hm… bagaimana ke kapal pesiar mu saja," saran Chelsea.


"Baiklah, asalkan kau senang pasti aku akan mengikuti mu," ucap Chasyn.


"Lebay," ucap Chelsea tersenyum sambil melihat ke luar jendela.


"Hm… giliran di depan papa sombong amat, di depanku malah terlihat seperti kucing haus kasih sayang," ucap Chelsea dalam hati.


"Entah mengapa aku senang banget naik kapal pesiar," ucap Chelsea.


"Jadi naik pesawat kamu nggak suka?" tanya Chasyn.


"Suka juga, kalau naik kapal pesiar saat malam hari aku lebih suka lihat bulan, apa lagi bulan purnama," ucap Chelsea.


"Aku bisa membawamu kapan saja kau mau," ucap Chasyn.

__ADS_1


__ADS_2