SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 109


__ADS_3

Para orang yang akan di tes menjadi satpam itu berkumpul di depan Chasyn.


"Baik kalian pilih siapa lawan kalian yang ingin kalian kalahkan, yang kalah langsung gugur, jadi pertahankan kekuatan kalian," ucap Chasyn.


"Baik," jawab mereka.


2 orang maju ke depan, mereka bersalaman.


Mereka pun maju ke depan dan saling menyerang.


Lawan pertama kalah, dan satunya menang, begitu seterusnya dan akhirnya menyisakan satu orang pemenang.


"Pemenangnya cuma satu orang, karena aku membutuhkan 4 orang jadi aku akan memilihnya langsung," ucap Chasyn berdiri.


Tak lama kemudian Iyan pun sampai membawa banyak sekali makanan.


"Ini makanannya sudah sampai," ucap Iyan.


"Iya, letakkan saja di sana," ucap Chasyn.


"Baik Bos," jawab Iyan mengangguk meletakkan di atas meja.


"Kalian melawanku saja, siapa pertahanannya yang kuat, aku akan memilihnya," ucap Chasyn.


"Maju kalian," ucap Chasyn. Mereka pun maju satu persatu. Chasyn melawan mereka satu persatu. Ia bisa menilai yang pertahannya kuat dan serangannya lemah, yang satu ini serangannya kuat, tapi pertahannya lemah, dan seterusnya hingga semuanya ia kalahkan.


"Astaga! Dia sangat kuat," ucap mereka meringis kesakitan, ada yang memegang pinggang, kepala, pundak lutut dan kaki.

__ADS_1


"Baiklah, aku sudah tau harus memilih siapa saja, tapi yang aku pilih hanya 4 orang, satu orang sudah terpilih dan masih ada 3 orang lagi," ucap Chasyn.


Mereka terlihat gugup berharap jika mereka yang di pilih.


"Aku akan memilih kamu, kamu dan kamu," ucap Chasyn menunjuk mereka yang ia pilih.


"Yes!" teriak mereka senang sambil melompat-lompat.


"Tuan, berikan saja kami pekerjaan apa saja, asalkan ada kerjaan kami," ucap yang lain memohon.


"Aku tidak tau apa pekerjaan ini kalian mau atau tidak, tapi perusahaan ku masih butuh OB," jawab Chasyn.


"Kami mau Tuan, kami mau," ucap mereka.


"Baiklah jika begitu, kalian besok lapor sama sekretaris ku dia yang akan urus," ucap Chasyn.


"Terima kasih banyak Tuan, terima kasih," ucap mereka senang.


"Baik Tuan," angguk mereka.


"Baiklah, kalian boleh pergi," ucap Chasyn.


"Baik Tuan," angguk mereka dan mereka pun bubar.


"Menjadi OB nggak masalah, perusahaan ini terkenal dan gajinya tentu saja besar dan kalau kerja di sini kita juga terpandang," ujar mereka.


"Benar, mana tau nanti naik jabatan jadi kepala OB, Ha-ha-ha," jawab yang lain.

__ADS_1


Mereka pun pergi meninggalkan perusahaan Chasyn dan Chasyn pun makan karena ia sudah kelaparan.


"Yan, tolong belikan baju ganti," pinta Chasyn.


"Oke!" jawab Iyan mengangguk.


Chasyn mengambil ponselnya dan mengirim sejumlah uang di rekening Iyan.


Ding Ding


Pengiriman berhasil ✔️


Hadiah Anda di kurang 100.000.000


Sisa hadiah Anda 1.000.800.000


Setelah uangnya terkirim, Iyan pun pergi ke toko baju untuk membelikan baju untuk Chasyn.


Setelah makan Chasyn pun tidur di kantornya.


xxx


Sudah beberapa jam, Baju sudah tersedia di meja, para mereka yang melamar ingin menjadi asisten sudah membawa orang-orang pilihan mereka dan bukti-bukti yang membuat mereka yakin jika mereka akan di terima lamarannya.


Chasyn pun bangun dari tidurnya dan segera mandi. Setelah selesai mandi dan ganti baju ia pun langsung ke ruang tunggu karena di sana sudah menunggu para pelamar itu.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih


__ADS_2