SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 143


__ADS_3

Setelah satu jam mencarinya, namun tidak di temukan, akhirnya Chasyn duduk di sebuah Tunggul.


"Di mana ya?" tanya Chasyn melihat ke kiri dan kanan.


Karena tidak menemukan apa pun, Chasyn pun berdiri dan ingin meninggalkan tempat tersebut, namun tak sengaja, ia menendang sesuatu dan hampir saja terjatuh.


"Eh, apa ini?" tanya Chasyn. Ia berjongkok dan mengambil benda tersebut.


"Heh, aku menemukan sesuatu nih," ucap Chasyn tersenyum lalu menggenggam benda tersebut.


"Ayo pulang," ajak Chasyn.


"Iya, lagian tidak menemukan apa pun, mereka juga akan pulang dan akan melanjutkan besok," ucap Grizzly.


"Siapa bilang aku tidak menemukan apa pun," ucap Chasyn.


"Maksudmu kamu menemukan sesuatu?" tanya Grizzly serius.


"Ayo kembali ke tempat tadi, ingin melihat sesuatu ini dulu," ucap Chasyn.


Mereka pun kembali ke mobil meskipun Grizzly sangat penasaran apa yang di temukan Chasyn.


"Aku melaju seperti waktu itu nggak apa-apa ya? Biar cepat sampai," ucap Chasyn.


"Iya," angguk Grizzly setuju.


Chasyn pun melajukan mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Grizzly menyimpan rasa penasarannya meskipun ia sangat ingin bertanya.

__ADS_1


Dengan kecepatan tinggi itu, akhirnya mereka pun sampai di rumah sakit. Chasyn dan Grizzly berlari masuk ke dalam ruangan tadi.


"Aku menemukan kancing baju, mungkin ini masih ada sidik jarinya," ucap Chasyn.


"Oh baiklah, kami akan langsung periksa," angguk dokter itu. Ia pun keluar dan memberikan kancing baju itu kepada petugas yang lain dan ia pun kembali ke ruangannya.


"Tunggu sebentar ya, barangnya sedang di periksa," ucap dokter otopsi itu.


"Iya," angguk Chasyn.


"Huh! Semoga ada sidik jarinya," ucap Grizzly berharap.


Setelah beberapa menit menunggu seorang petugas masuk ke dalam ruangan itu dengan membawa hasilnya.


Mereka pun langsung berdiri. "Bagaimana? Bagaimana hasilnya?" tanya Grizzly tak sabaran.


"Syukurlah, sidik jarinya masih menempel di kancing baju ini meskipun tertimpa dengan sidik jari lainnya, kemungkin yang menimpa itu adalah sidik jari korban. Dan ini adalah hasilnya, jadi sidik jari ini akan akan di akses dari sidik jari seseorang yang terdaftar saat ia membuat kartu identitasnya," ucap petugas itu.


Tuuut


Tuuut


Tuuut


"Halo," jawab Dinda.


"Din, Dinda kamu di mana?" tanya Grizzly.


"Aku di rumah," jawab Dinda.

__ADS_1


"Bagus, bisa kamu beri kepada Papa mu telponnya?" tanya Grizzly cepat.


"Cie... curiga aku," ucap Dinda tertawa.


"Ayolah, aku sedang serius ini, cepatan," ucap Grizzly.


"Iya, iya, iya," jawab Dinda bangun dari tempat tidurnya dan menuju ruang tamu.


"Pa, Grizzly ingin berbicara dengan papa nih," ucap Dinda memberikan ponselnya kepada Papanya.


"Ada apa?" tanya Papanya mengangkat alisnya yang sedang duduk di sofa sambil menonton televisi bersama Mamanya.


"Enggak tau," Jawab Dinda.


"Halo, ada apa Grizzly?" tanya Papa Dinda.


"Om, om bekerja di dinas catatan sipil, aku minta tolong indentifikasi sidik jari seseorang karena Chasyn menemukan barang buktinya," ucap Grizzly.


"Baiklah, antarkan sidik jarinya, aku akan mencocokkan sidiknya," ucap Papa Dinda.


"Ya udah ayo kita berangkat sekarang," ucap Chasyn.


"Ini barangnya," ucap petugas itu memberikan hasil pemeriksaan tadi.


"Terima kasih sudah membantu," ucap Grizzly menerima hasilnya pemeriksaan dan pergi meninggalkan rumah sakit.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2