SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 280


__ADS_3

Mereka pun melanjutkan pelajarannya dengan tenang.


"Akhir bisa belajar juga, perasaan beberapa waktu aku sudah merasa sudah tak pernah belajar lagi," ucap Chasyn semangat.


"Ayo anak-anak, siapa yang mau mengerjakan soal di papan tulis?" tanya buk Guru.


"Chasyn," ucap mereka serempak menunjuk ke arah Chasyn.


"Nah, Chasyn karena mereka semua meminta kamu, jadi kamu yang kerjakan soalnya," ucap buk guru.


Chasyn berdiri dan maju ke depan, semua siswa dan siswi bertepuk tangan.


"Kenyataan begitulah, saat aku dulu miskin dan tak punya apa-apa, aku bagaikan seonggok sampah yang tak berarti apa-apa, tapi sekarang hal kecil yang ku lakukan itu bagi mereka kontribusi yang besar bagi mereka."


Chasyn mengambil spidol lalu mengerjakan soal di papan tulis dengan cepat.


"Wah, kamu sangat hebat, secepat ini langsung bisa memberi jawaban singkat padat dan tepat," puji bu guru.


Bu guru itu mendekati Chasyn, Ia mengambil ponselnya lalu berdiri di samping Chasyn. "Kita foto dulu ya," ucap bu guru tersenyum.


Dengan terpaksa Chasyn menyetujuinya.


Cekrek!


Cekrek!


Cekrek!


"Terima kasih ya Chasyn, ya sudah kamu kembali ke tempat dudukmu," ucap ibu guru mempersilakan.


"Ayo anak-anak siapa lagi yang mau mengerjakan soal di depan?" tanya Bu Guru.


Murid lain pun akhirnya mengerjakan soal di depan, Chasyn mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan kepada Chelsea.

__ADS_1


"Chelsea Kamu sedang apa?" [Chasyn]


Namun tak ada balasan, "Mungkinkah dia masih belajar? Ah benar juga, dia kan siswi teladan," ucap Chasyn menyimpan kembali ponselnya. Chasyn mengikuti pelajaran hingga selesai.


Waktunya pulang sekolah, Iyan mendekati Chasyn. "Bos ada kegiatan apa hari ini?" tanya Iyan.


"Hm … Sepertinya tidak ada," jawab Chasyn menggeleng.


Triring


Triring


Triring


Ponsel milik Chasyn berbunyi ia segera mengangkatnya.


"Halo sekretaris Kino, ada apa?" tanya Chasyn.


"Tuan, ada yang melamar pekerjaan, jadi Bagaimana menurut Anda?" tanya Sekretaris Kino meminta pendapat.


"Sudah tuan," jawab Kino.


"Kirimkan datanya ke laptopku," perintah Chasyn.


"Baik Tuan," jawab sekretaris Kino dan mereka pun memutuskan panggilannya.


"Ayo masuk ke mobil dulu, mana laptopku?" tanya Chasyn.


"Ada di dalam mobil bos," jawab Iyan.


Mereka pun menuju ke mobil, Iyan memberikan laptopnya kepada Chasyn.


Chasyn membuka laptop dan ia langsung menerima email dari sekretaris Kino.

__ADS_1


Chasyn melihat data orang tersebut memang tidak ada masalah apa-apa, dia terlihat seperti orang biasa. Untuk mengetahui lebih detail data orang tersebut, Chasyn pun mengirim data orang tersebut ke systemnya dan memeriksanya apakah ada data tersembunyi atau memang dia adalah hanya orang biasa.


Keluarlah data-data pribadi pria itu ternyata dia adalah mata-mata untuk mencuri data perusahaan Chasyn.


Chasyn adalah orang yang terkenal, sekarang namanya sudah tersebar luas, hanya anak SMA bisa jadi CEO, itu sungguh di luar ekspektasi. Mereka merasa jika Chasyn sangat berpotensi, Jadi mereka berpikir untuk mencuri data perusahaan Chasyn demi bisa menyaingi perusahaan lain.


"Wah siapa lagi yang ingin mencuri data perusahaanku? Aku ingin melihat perusahaan mana yang berani mengirim mata-mata ke perusahaanku," ucap Chasyn tersenyum sinis.


Chasyn mengambil ponselnya lalu menelpon sekretaris Kino.


Tuuut


Tuuut


Tuuut


"Halo Tuan," jawab sekretaris Kino.


"Terima saja dia," ucap Chasyn.


"Apa dia harus melalui seleksi dulu Tuan?" tanya Sekretaris Kino.


"Tidak perlu memasukkan saja dia tanpa review," jawab Chasyn.


"Ada apa Tuan? Anda tidak seperti biasanya?" tanya Sekretaris Kino heran.


"Dia adalah mata-mata perusahaan lain yang ingin mencuri data Perusahaan kita. Aku hanya ingin menunjukkan bahwa perusahaanku lebih canggih dari perusahaan lain biarkan saja dia mencuri data Perusahaan kita toh nanti dia kena batunya juga," ucap Chasyn.


"Apa perlu aku mengawasinya Tuan?" tanya Sekretaris Kino.


"Tidak perlu biarkan saja dia berkeliaran, dia juga tidak akan menemukan apapun biarkan saja dia masuk ke perangkap," ucap Chasyn.


"Baik Tuan," jawab sekretaris Kino.

__ADS_1


"Wah wah wah siapa lagi yang berani mencuri data perusahaan, dia sungguh tak mau hidup ya," ucap Iyan menyengir.


"Mereka pikir perusahaanku bisa dimasuki orang sembarangan, biarkan saja mereka merasakan akibatnya setelah aku tahu siapa perusahaan yang berani mengirim mata-mata ke perusahaanku, akan ku hancurkan berkeping-keping sampai menjadi pengemis pun mereka tak bisa," ucap Chasyn mengepal tangannya.


__ADS_2