SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 166


__ADS_3

"Astaga! Aku lupa mau cek pesawat di belakang rumah, ya sudahlah, cek yang di pantai saja dulu," ucap Chasyn kelupaan.


Saat Iyan melewati jalan di depan sekolah, Chasyn mengeluarkan tangannya dan melambai.


"Oh itu dia rupanya," ucap Iyan memelankan mobilnya dan berhenti di dekat mobil Chasyn.


"Kemana bos?" tanya Iyan.


"Ke pelabuhan," ucap Chasyn.


"Ke kapal pesiar itu?" tanya Iyan.


"Iya, tapi kita tidak pergi ke kapal pesiarnya, kamu ikut saja aku," ucap Chasyn.


"Sip," angguk Iyan.


Chasyn memutar mobilnya dan kemudian langsung melaju, sedangkan Iyan mengikuti dari belakang.


Ckkiiittt!


Terdengar suara rem mendadak.


"Suara apa itu?" tanya Chasyn memutar setirnya dan menepi.


Chasyn langsung keluar. Ia menghampiri mobil Iyan yang berhenti tidak jauh dari mobilnya.


Iyan membuka kaca jendela mobilnya.


"Ada apa Iyan?" tanya Chasyn.


"Tadi ada yang lewat sekelebet, nggak tau apaan," jawab Iyan.


"Larinya ke arah mana?" tanya Chasyn.


"Ke sana," jawab Iyan menunjuk di sebelah kirinya.


"Oh ya udah, kamu hati-hati ya," ucap Chasyn.


"Iya," angguk Iyan.


Mereka pun kembali melanjutkan perjalanannya.

__ADS_1


Sesampainya di sana, Chasyn dan Iyan keluar dari mobil. Chasyn membuka masker dan topinya, karena hari lumayan terik, ia memakai kaca mata hitam.


Iyan melepaskan seragam sekolahnya dan menyisakan kaos hitam lalu memakai kaca mata hitam.


"Ayo ikut aku," ajak Chasyn. Mereka pun pergi meninggalkan mobilnya dan berjalan menyusuri jalanan aspal yang berbatas dengan pantai.


Sesampainya di dekat pesawat itu, Chasyn berdiri sambil bercekak pinggang.


"Bagaimana? Keren nggak?" tanya Chasyn.


"Eh, bos mau beli pesawat ini?" tanya Iyan terkejut.


"Lebih tepatnya ini sudah menjadi milikku, dan hebatnya, pesawat ini bisa terbang tanpa pilot, dan terbang secara otomatis," ucap Chasyn.


"He-he-he, terbang secara otomatis kan gara-gara pake poin🤪," ucap Chasyn dalam hati sambil menyengir.


"Wah… keren banget, bagaiman jika kita mencobanya," saran Iyan.


"Iya, aku ingin mencobanya, ingin melihat bagaimana mesinnya beroperasi," ucap Chasyn. Ia pun naik dan masuk ke tempat kontrol pesawat. Iyan juga masuk ke dalam sana duduk di samping Chasyn.


Mereka memakai headset di kokpit.


Memuat…


Loading…


Mulai …


10%…


20%…


30%…


40%…


50%…


60%…


70%…

__ADS_1


80%…


90%…


100%…


Selesai


Poin Anda di potong 50 poin


Sisa poin Anda [200] poin


Perlahan-lahan pesawat itu terbang meninggalkan bandaranya dan terbang tinggi.


"Ahaaay... nggak nyangka, akhirnya aku bisa naik pesawat juga! Ini rasanya naik pesawat, ini benar-benar sangat menganggukkan," ucap Iyan tertawa bahagia.


"Hm… aku juga baru pertama naik pesawat," ucap Chasyn dalam hati.


Pesawat terang di atas awas, Pemandangan yang sangat indah terlihat dari atas atas.


"Wah... itu ada pulau, benar-benar sangat indah," ucap Iyan berdecak kagum sambil melihat kebawah.


"Kamu jangan terlalu banyak bergerak, nanti pesawat ini jadi miring," ucap Chasyn menahan tawanya.


"Oke! Oke! Aku nggak bergerak lagi," ucap Iyan menurut, tapi tetap saja matanya tak bisa teralihkan saat melihat pemandangan yang sangat indah itu.


Melewati gunung-gunung besar dan melewati lembah yang terjal.


"Kita ini sebenarnya mau kemana nih?" tanya Iyan.


"Nggak ada tujuan, coba aku lihat dulu kita harus pergi kemana," ucap Chasyn.


[Klik di sini untuk membuka]


Klik.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2