
"Astaga! Ini sangat menyesakkan," ucap Chasyn menunduk dan kemudian ia berlari keluar.
Mereka ikut menyerbu keluar. "Astaga! Mereka benar-benar seram," ucap Chasyn masuk ke dalam mobil dan pergi menjauh dari tempat itu.
"Bos, tunggu aku!" teriak Iyan.
"Ha-ha-ha anak muda memang bersemangat," ucap Samsul tertawa.
Triring
Triring
Triring
"Halo Bos, Bos di mana," tanya Iyan.
"Aku tidak jauh dari tempat itu, kamu bawa Chelsea ke sini dan kita langsung pulang," ucap Chasyn.
"Tapi bos, acaranya di sini belum selesai," ucap Iyan.
"Ah, apa kau ingin bos mu mati di sana," ucap Chasyn.
"Baiklah, baiklah, lagian sekarang ketiga sekretaris sedang di kerumuni oleh para orang-orang," ucap Iyan.
"Seharusnya kau yang di kerumuni oleh orang-orang itu," ucap Chasyn.
"Bos, kau tega sekali, tidak akan ada seperti aku ini jika aku mati di kerumuni mereka, celoteh Iyan.
"Cepat antar Chelsea sekarang, ngomel pulak kamu di situ," ucap Chasyn.
"Iya, iya," angguk Iyan memutuskan panggilannya dan mencari Chelsea.
"Nona Chelsea, ayo ikut aku, bos sudah menunggumu di sana," ajak Iyan.
"Kau jangan memanggilku seperti itu, sangat canggung," ucap Chelsea mengikuti Iyan.
__ADS_1
"Ya, secara kamu sudah menjadi pacar bos, toh juga jadi kakak ipar," jawab Iyan masuk ke dalam mobil.
Mobil pun melaju tak Iyan pun memberhentikan mobilnya di samping mobil Chasyn, Chasyn membuka kaca jendela mobilnya.
"Ini putrimu, segera sambutlah," ucap Iyan.
Chelsea tersenyum dan ia pun keluar dari mobil dan menuju mobil Chasyn.
"Kamu tolong katakan pada Tuan Samsul untuk berpamitan, aku tidak bisa berpamitan langsung dengan karena kau tau kan penyebabnya apa," ucap Chasyn.
"Bah! Aku yang selalu membereskan masalahmu," ucap Iyan manyun.
"Jangan banyak bicara dan lakukan," ucap Chasyn.
"Iya, iya, iya," angguk Iyan menginjak pedal gas mobilnya dan berbalik ke tempat acara.
"Kamu sudah siap?" tanya Chasyn.
"Iya," angguk Chelsea tersenyum dan Chasyn pun melajukan mobilnya.
"Jadi bagaimana? Apa aku sudah layak menjadi suamimu?" goda Chasyn.
"Kita masih SMA," ucap Chelsea dengan membuang wajahnya ke samping dengan wajah memerah.
"ha-ha-ha," Chasyn tertawa.
[Klik di sini untuk membuka]
Klik
Ding Ding
Visi baru
Pencurian mobil
__ADS_1
Misi
Gagalkan aksinya
Status Visi dan misi: sedang berlangsung
Ada satu mobil melaju melewati mobil Chasyn. Tak lama kemudian, lewat lagi satu mobil dan mereka kejar-kejaran.
"Hm... yuk balapan," ajak Chasyn.
"Tunggu dulu, aku harus bersiap-siap dulu," ucap Chelsea. Ia menarik nafas dan memegang sabuk pengamannya dengan kuat.
"Ayo," ucap Chelsea. Chasyn pun langsung menginjak pedal gas mobil dan melaju sangat cepat.
Yang tadinya mobil itu melewati mobil Chasyn, sekarang mobil Chasyn yang melewati mobil mereka.
"Pencuri mobil itu ada di depan," ucap Chasyn menambah kecepatan mobilnya melaju di depan pencuri mobil itu.
"Sial! Dia pikir ini sedang lomba balapan apa? Dia sungguh menghalangi jalan," ucap pencuri mobil itu kesal.
Tin! Tin! Tin!
Pria itu terus menghidupkan klakson mobilnya.
"Cepatlah menepi!" teriak pria itu dan Chasyn malah mempermainkannya.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Chelsea.
"Aku ingin menangkap pencuri mobil," ucap Chasyn melihat ke belakang.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen hadiah dan iklan
Terima kasih
__ADS_1