SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 244


__ADS_3

"Aku sangat senang hari ini," ucap Chelsea tersenyum sambil melihat pemandangan dari ketinggian.


"Senang Kenapa?" tanya Chasyn.


"Iya hari ini aku bisa bersenang-senang bersamamu, jarang-jarang aku punya waktu santai seperti ini, terima kasih karenamu, aku sering keluar dan melihat dunia luar," ucap Chelsea.


"Memangnya sebelumnya kamu tidak pernah melihat dunia luar?" tanya Chasyn.


"Bukan begitu, hanya saja waktuku terbatas, aku harus belajar menjadi pewaris perusahaan papaku, jadi aku tidak punya waktu untuk bersenang-senang seperti ini," jelas Chelsea.


"Tenang saja, selama aku ada, aku akan membuat kamu terus bersenang-senang," ucap Chasyn yakin.


"Terima kasih, namun aku tetap aja harus fokus untuk menjadi pengganti ayahku," ucap Chelsea dengan nada yang sedikit rendah.


"Kenapa kamu terlalu memikirkannya? Perusahaanku akan membantu perusahaan papamu, jadi kamu nggak perlu khawatir jika perusahaan kekurangan dana aku akan menginvestasikannya," Ujar Chasyn.


"Kamu adalah pria hebat, aku tidak ingin terlalu banyak bergantung darimu, aku ingin mengembangkan perusahaan papaku dengan tanganku sendiri. Aku akan berusaha semampuku," jawab Chelsea menatap lampu yang kelap kelip nan jauh di sana.


"Kau sungguh wanita tangguh, aku senang sekali mendengarkan ucapanmu kau tipe wanita yang mandiri," puji Chasyn.


Terima kasih, aku hanya ingin mencoba kemampuanku terlebih dahulu sampai di mana batas kemampuanku," jawab Chelsea.

__ADS_1


Mereka pun melihat pemandangan malam itu dengan seksama. Angin malam bertiup sepoi-sepoi menerpa wajah yang menghadapnya.


"Chelsea, aku sangat ingin menyatakan perasaanku bahkan saat ini juga, tapi aku pengen menyatakan perasaanku dengan kejutan spesial untukmu," ucap Chasyn dalam hati sambil melihat wajah Chelsea yang sedang melihat ke langit.


"Oh iya ngomong-ngomong zodiak kamu apa?" tanya Chelsea saat tadi ia melihat bintang lalu melihat ke arah Chasyn.


"Zodiak aku Aries, kamu?" Chasyn balik bertanya.


"Zodiak ku Gemini," jawab Chelsea.


"Pantes aja."


"Pantesan apa?"


"Ayolah Kau dari tadi terus memujiku, aku sudah kenyang dengan gombalanmu," ucap Chelsea tertawa kecil.


"Aku serius, pujian ku ini tulus dari hati," jawab Chasyn tersenyum.


"Oh ya?"


Perlahan-lahan kincir ria itu pun turun dan berhenti.

__ADS_1


"Kamu ada mau pergi ke tempat lain lagi?" tanya Chasyn setelah mereka keluar dari kincir ria itu.


"Hm … sepertinya tidak, besok harus sekolah jadi kayaknya harus pulang," jawab Chelsea.


"Baiklah jika begitu kita pulang saja. Oh ya sebelum itu kita pergi makan dulu yuk," ajak Chasyn.


"Oke! Aku akan mengabari mama jika aku pulang malam," ucap Chelsea mengambil ponselnya dan mengirim pesan kepada Mamanya.


Mereka berdua pun pergi menuju mobil dan Chasyn pun menginjak pedal gas mobil melaju di jalanan sambil mencari restoran.


Setelah mencari-carinya tempat yang cocok akhirnya mereka menemukan restoran yang sesuai selera.


"Ayo turun," ajak Chasyn membuka pintu mobil dan mereka pun masuk ke dalam restoran tersebut.


"Selamat datang Nona, Tuan Silakan duduk," ucap pegawai penyambut pengunjung.


"Terima kasih," ucap Chelsea dan mereka pun duduk di meja nomor 20


"Mau pesan apa Nona Tuan?" tanya salah satu pegawai memberikan buku menu.


"Aku mau, sushi, nasi kepal dan minuman jus jeruk," jawab Chasyn.

__ADS_1


"Nona mau pesan apa?" tanya pegawai itu kepada Chelsea.


"Aku samaan aja sama dia," jawab Chelsea.


__ADS_2