
"Begitu ya, tapi kamu janji ya akan datang, aku tunggu lho," ucap Grizzly terdengar suaranya memelan.
"Iya, aku janji, jika aku sudah selesai makan malam aku langsung hubungi kamu, lagian mayatnya nggak bangunkan sebelum aku datang," ucap Chasyn.
"Mungkin dia akan benar-benar kabur sebelum kau selesai kencan," ucap Grizzly.
"Di ikat dulu ya, lagian pembunuh itu besok saja kek membunuhnya, jangan hari ini," omel Chasyn.
"Sudahlah, kau pergilah," ucap Grizzly memutuskan panggilannya.
Tut
Tut
Tut
"Ya elah, dia mematikan tanpa berkata apa-apa," celetuk Chasyn menyimpan kembali ponselnya.
"Mungkin… dia juga suka sama kamu," ucap Chelsea dengan suara yang sangat pelan hampir tidak terdengar.
"Kamu bilang apa?" tanya Chasyn.
"Bukan apa-apa, kira-kira kita kemana nih?" tanya Chelsea mengalihkan pembicaraan.
"Nah, sebentar lagi kita sampai," ucap Chasyn.
Kurang beberapa menit, mereka pun sampai di tempat tujuannya, yaitu pantai.
"Di sini?" tanya Chelsea.
__ADS_1
"Iya, apa kau menyukainya?" tanya Chasyn.
"Iya, aku suka," jawab Chelsea mengangguk sambil melihat pemandangan yang indah itu, di tambah pelangi yang setengah lingkaran di awan, menambah keindahan pada setiap yang melihatnya.
Mereka pun turun dari mobil dan menuju pantai yang ombaknya tidak terlalu besar.
Mereka berlarian di bibir pantai sambil tertawa.
"Lihatlah, mataharinya mulai muncul, ini pasti sangat menyenangkan," ucap Chelsea.
"Kamu tau nggak kenapa mata hari muncul setelah hujan Hari ini?" tanya Chasyn.
"Kenapa?"
"Itu karena kamu cantik hari ini," ucap Chasyn.
"Kamu ya, gombal aja terus," ucap Chelsea mendorong Chasyn ke dalam air, tak sengaja Chasyn memegang tangan Chelsea dan mereka jatuh bersama dan di gulung ombak.
Jam sudah menunjukkan pukul 17:20 menit.
"Tak terasa mata hari sudah mulai tenggelam, bahkan aku tidak merasa lapar sama sekali," ucap Chelsea.
"Itu karena kamu bersamaku," goda Chasyn.
"Tuh kan mulai lagi," ucap Chelsea tersenyum.
"Mari kita lihat sunset, ini adalah kenangan kita nanti," ucap Chasyn menepuk pantai yang basah itu mengajak Chelsea untuk duduk bersama di sampingnya.
Chelsea pun duduk di samping Chasyn sambil melihat mata hari yang akan menenggelamkan dirinya.
__ADS_1
"Sangat indah, tapi tidak seindah dirimu," ucap Chasyn. Chelsea tersenyum dan membaringkan kepalanya di bahu Chasyn. Chasyn menggenggam tangan Chelsea dan mereka menyaksikan mata hari yang perlahan-lahan tenggelam.
"Mata harinya sudah tenggelam, ayo kita pulang," ajak Chasyn.
"Iya," angguk Chelsea dan mereka pun masuk ke dalam mobil.
"Maaf, aku laju kan mobilnya ya biar cepat sampai," ucap Chasyn.
"Ya udah nggak apa-apa, aku juga ingin cepat sampai," ucap Chelsea.
Chelsea pun menginjak pedal gas mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
"Kita melaju seperti ini tidak akan terjadi apa-apa kan?" tanya Chelsea ngeri.
"Nggak bakal terjadi apa-apa kok, kamu tenang saja, ini mobil sudah di modif jika ada mobil di depannya maka ia akan menghindari," jawab Chasyn.
Chelsea memejamkan matanya, ia berusaha membayangkan yang indah-indah. "Kenapa aku tidak membayangkan kejadian tadi saja ya," ucap Chelsea.
Triring
Triring
Triring
Ponsel milik Chelsea berbunyi. Ia berusaha mengambilnya tapi ia juga sangat takut.
"Astaga! Di saat aku ingin membayangkan yang indah-indah kenapa ponselnya berbunyi sih," gerutu Chelsea. Chasyn memelankan mobilnya mengetahui jika ponsel milik Chelsea berbunyi.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih