
Chelsea membuka tutup toples, ia mengambil sebuah permen dan memakannya. Ia juga mengambil satunya lagi dan membuka bungkus lalu menyodorkan kepada Chasyn.
"Buka mulutmu," ucap Chelsea. Chasyn membuka mulutnya dan Chelsea memasukkan permen itu ke dalam mulut Chasyn.
"Manis, semanis kamu," goda Chasyn.
"Kamu bisa aja," ucap Chelsea tersenyum.
"Jadi sekarang kamu mau naik apa?" tanya Chasyn.
"Aku mau naik komedi putar," jawab Chelsea.
"Nanti kamu pusing lagi," ucap Chasyn.
“Kan komedi putar putarnya pelan-pelan, nggak laju-laju kayak tadi,” ucap Chelsea.
“Ya udah kalau kamu maunya gitu, aku belikan dulu tiketnya,” ucap Chasyn meninggalkan Chalsea di kursinya dan menunggu antrian.
Saat sedang di antrian, Chasyn melihat seorang anak yang sedang menangis, namun tiba-tiba ia di bawa oleh seorang pria yang mengaku itu adalah anaknya, namun anak itu terus saja menangis.
Chasyn pun tidak mempedulikannya karena anak itu terdiam, Chasyn berpikir jika itu memang anaknya.
[Klik di sini untuk membuka]
Klik
__ADS_1
Ding Ding
Visi baru
Seorang anak sedang di culik
Misi baru
Selamatkan anak itu
Status visi dan misi sedang berlangsung
“Sial!” Chasyn langsung berlari keluar dari barisan antrian, padahal satu orang lagi adalah gilirannya. Karena nyawa anak itu lebih penting.
“Kenapa Chasyn tiba-tiba pergi? Apa terjadi sesuatu?” tanya Chelsea heran.
“Berhenti!” teriak Chasyn.
Pria yang menculik anak itu menyadari Chasyn dan ia cepat-cepat masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya dengan cepat.
[Gunakan kecepatan]
[Kecepatan di gunakan]
[Kecepatan kurang [1]]
__ADS_1
[Kecepatan siap di gunakan]
Chasyn dengan kecepatannya mengejar mobil itu, ia melompat dan mendarat di atas di atas mobil itu lalu meninju mobil bagian atasnya hingga pecah.
“Hey! Sialan kau, beraninya kau menghancurkan mobilku!” teriak pria itu marah, ia menghalangi Chasyn agar jangan Chasyn masuk ke dalam mobilnya.
Chasyn menghancurkan lagi mobil itu hingga bolongnya besar dan ia pun masuk ke dalam mobil itu. Chasyn menendang pria itu dan menginjak pedal rem mobilnya hingga mobil itu brehenti sepenuhnya.
Pria itu menarik kepala Chasyn dan Chasyn memegang tangan pria itu lalu membawanya keluar dari mobil.
Chasyn pun mengeluarkan Sengatan listriknya dan menyegat pria itu, sebenarnya ia bisa melakukannya sejak tadi, namun tidak ia lakukan karena ada anak kecil itu di dalam mobil bisa-bisa anak itu juga akan terkena sengatan listrik itu.
Pria itu bergetar hebat hingga tubuhnya lemas tak berdaya, ia tergeletak di tanah.
Chasyn segera mengambil anak itu dan mengendongnya.
"Ada apa ini?" tanya salah satu warga yang sedang lewat.
"Pria itu menculik anak ini, untung saja masih sempat di selamatkan," ucap Chasyn.
"Begitu ya, ya udah saya telpon polisi biar di hukum," ucap warga itu.
"Iya, kalau begitu saya kembali, ibunya pasti kehilangan anaknya ini," ucap Chasyn.
"Iya, iya," angguk warga itu.
__ADS_1
Karena ada dua permen di tangan anak itu, dia diam di pelukan Chasyn.
"Astaga! Kenapa kau manis sekali anak manis, jadi anakku saja deh," ucap Chasyn gemes melihat wajah polos anak itu sambil menjilat permennya.