
"Sama-sama, kamu nggak perlu formal begitu," ucap Chasyn. Dona, Grizzly dan Yessy memanyunkan mulutnya.
"Cih, sok romantis," ucap Dona memutar bola matanya.
Terlihat Chelsea dan Chasyn tersenyum bersama membuat Dona kesal.
"Ayolah," ucap Dona kesal.
"Ssstttttt ... kamu apa'an sih, biarkan aja, mungkin mereka sudah pacaran," ucap Yessy.
“Mau dia pacaran atau tidak, aku tetap tidak suka melihatnya,” ucap Dona.
Para keluarga petugas itu datang dan para pegawai itu mengantar pesanannya.
“Mbak tambah lagi,” ucap Chasyn.
“Berapa?” tanya pegawai itu.
“12 porsi lagi,” ucap Chasyn setelah menghitung semua orang datang yang baru.
“Baik Tuan,” angguk pegawai itu.
Mereka pun berbagi makanan, yang duluan pesan makan sebelum makanannya dingin.
“Chelsea, sebelum makanan kamu sampai, kita makan satu piring berdua nggak apa-apa ya,” ucap Chasyn.
“Tidak apa-apa,” ucap Chelsea tersenyum.
__ADS_1
“Mulai lagi deh, sungguh menyebalkan,” ucap Dona.
Chasyn dan Chelsea mereka makan bersama layaknya orang yang sedang pacaran.
“Apa kalian ingin memamerkan kemesraan kalian di depan umum?” tanya Dona sudah tak tahan lagi melihat kemesraan mereka.
“Kamu kenapa? Dari adi aku dengar sewot mulu, kami yang mesra kenapa kamu yang ya panas?” tanya Chasyn.
“Jadi kamu mendengarnya dari tadi rupanya?” tanya Yessy melongo.
“Ya, aku dengar sejak dari tadi, Cuma aku pura-pura tidak dengar saja,” Jawab Chasyn.
“Aku mah tidak peduli jika kamu dengar atau tidak, aku hanya mengatakan apa yang ada di isi hatiku aja,” jawab Dona santuy.
“Ya teserah kamu saja sih, kamu mau panas atau dingin, yang penting asal jangan kebakar jenggot aja,” jawab Chasyn menyengir.
“Jadi kami di tinggalin nih,” ucap Yessy dan Dona.
“Bentar lagikan datang,” ucap Grizzly sambil mengambil daging asap dengan tangannya. Daging asap yang besar itu yang besarnya dua lengan tangan orang dewasa ia mengigitnya begitu saja tanpa memotongnya terlebih dahulu.
Tak lama kemudian makan itu sampai juga. “Akhirnya sampai juga,” ucap Dona yang sudah tak sabar ingin menyantap daginga asap itu seperti Grizzly.
“Bukan kamu sendiri saja yang menunggu, orang lai n juga menunggu,” celetuk Chasyn mengambil satu piring lagi.
“Banyak bacod kamu, bermesraan saja kalian sampai puas,” ucap Dona mengambil bagiannya.
Mereka pun makan bersama-sama. "Hm … habis ini kamu mau ke mana?" tanya Chasyn.
__ADS_1
"Ke mana ya? Nggak tau juga," jawab Chelsea mengangkat bahunya.
"Mau ke taman bermain nggak?" tanya Chasyn.
"Boleh deh," angguk Chelsea setuju.
"Kalian mau ikut?" tanya Chasyn basa-basi.
"Kenapa? Biar kami jadi umpan nyamuk?" tanya Dona.
"Nggak mau ya sudah," jawab Chasyn mencibir.
"Tunggu aku sudah punya cowok, awas kamu kalo nggak ngajak kami ya," ancam Dona.
"Oh, jadi sekarang kamu jomblo? Jomblo sejati apa jomblo ngenes?" tanya Chasyn tertawa.
"Bangsat kamu!" maki Dona dengan wajah kesalnya.
"Kamu sudah selesai?" tanya Chasyn kepada Chelsea.
"Sudah," angguk Chelsea.
"Kalian lanjut makannya ya, aku mau pergi," ucap Chasyn.
"Iya, nggak apa-apa Chasyn," angguk para petugas itu yang masih makan makanannya.
"Mbak!" panggil Chasyn kepada pegawai rumah makan itu.
__ADS_1