SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 122


__ADS_3

"Berhenti! Kenapa jadi seperti ini! Ini adalah pertandingan persahabatan malah kenapa jadi musuhan!" teriak kepala sekolah marah.


"Mereka yang duluan!" teriak sekolah sebelah.


"Iya, sekolah kalian memulai!" jawab yang lain.


"Sudah cukup! Apa pertandingan ini mau di lanjutkan lagi?" tanya kepala sekolah.


"Mau…" jawab mereka lemes.


"MAU ATAU TIDAK!" tanya kepala sekolah dengan membulatkan matanya.


"MAUUUUU!" jawab mereka.


"Bagus, mari kita lanjutkan," ucap kepala sekolah kembali duduk.


"Silakan Yedi dan Rendi mendekat, ingat, kalian tidak boleh memukul kepala, bagian utama pria, siap?" tanya wasit.


"Siap!" jawab mereka mengangguk menatap tajam satu sama lain karena mereka juga ingin balas dendam karena saling mengejek tadi.


Mulai.


Mereka berdua pun saling bertarung, dan itu pertarungan sungguhan.


"Sepertinya mereka punya dendam saja? Apa karena tadi?" tanya salah satu peserta duduk di samping Chasyn.


"Aku rasa begitu," jawab Chasyn melihat ke arah Iyan.


"He-he-he," Iyan melambaikan tangan.


"Awas kamu ya," ucap Chasyn menunjuk ke arah Iyan yang menyengir.


"Biar seru, kalo nggak gini nggak seru pertandingan cuma ecek-ecek aja," ucap Iyan tertawa.


"Kamu ya bener-bener…" Chasyn Tan sanggup untuk melanjutkan perkataannya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.


Pertandingan berlangsung, mereka menyoraki para jagoannya dan saling senggol menyenggol lewat omongan.


"Kalahkan dia Tedi, dia sudah mengejek kita tadi," ucap dari murid SMA negeri 5 Tebing tinggi.

__ADS_1


"Patahkan kakinya Rendi, tadi dia bilang semua keluarga mu monyet!" balas murid dari SMA negeri 4 batu putih.


"Kurang ajar!" ucap Rendi memanas dan mereka pun saling bertarung bukan karena pertandingan, melainkan ingin menghancurkan.


Bruk!


Salah satu dari mereka terjatuh dan ternyata itu adalah Rendi.


"Yah Rendi, kamu udah di maki sama sekolah lawan masa nggak melawan sih?" tanya teman-temannya.


"Bukan aku nggak mau melawan, mereka yang terlalu kuat," ucap Rendi.


"Baiklah, selanjutnya, Riko dari SMA negeri 4 batu putih dan Gesa dari SMA negeri 5 Tebing tinggi maju ke depan," ucap pembawa acara.


"Ayo kalahkan mereka Gesa, mereka tadi udah bilang kita makan e'ek angsa," ucap temannya meng-kompori.


"Oke! Kalian tidak perlu khawatir, aku akan mengalahkan mereka," ucap Gesa mengangkat jempolnya.


Pertandingan, Mulai!


Keduanya pun saling menyerang, dan itu untuk balas dendam, sepertinya pertandingan itu bukan berdasarkan pertandingan persahabatan melainkan pertandingan balas dendam sampai akhir.


Bruk!


"Huuuuuu! Kalian cuma mulut aja yang besar tapi Sudah 2 murid kalian yang kalah, dasar nyalinya jadi siput saja," ejek murid SMA negeri 5 Tebing tinggi.


"Jangan senang dulu kalian, akan kami buat kian kalah telak," sahut dari murid SMA negeri 4 batu putih.


"APA KALIAN TIDAK BISA BERHENTI?" tanya kepala sekolah itu membulatkan matanya.


"Baik pak," jawab mereka serentak. Namun mata mereka masih melirik-lirik dengan tatapan dendam.


"Selanjutnya Miko dari SMA negeri 4 batu putih dan Aprilio SMA negeri 5 Tebing tinggi," ucap pembawa acara.


Pertandingan, Mulai!


Mereka pun saling menyerang dan kali ini lagi-lagi SMA negeri 4 batu putih kalah.


Lagi dan lagi SMA negeri 4 batu putih kalah terus.

__ADS_1


"Apa dari SMA negeri 4 batu putih akan kalah telak?" tanya pak Gun terlihat sedih, Karena satupun yang menang meski hanya satu kali saja.


Yang ikut pertandingan ada 25 orang. Dari 25 itu sudah 20 yang gugur dan itu hanya di kalahkan dalam beberapa menit saja.


"Pak Gun, aku yang terakhir saja," ucap Chasyn.


"Baiklah," angguk pak Gun yang akan mengirim nama Chasyn yang terakhir.


Selanjutnya kembali lagi perlawanan dan mereka masih kalah.


"Huuh! Kelompok kalian semuanya lemah, dasar payah, pergi sana makan e'ek angsa biar pintar," ucap mereka memanasi.


"Astaga! Apa tidak ada yang bisa mengalahkan mereka kah?" tanya salah satu murid SMA negeri 4 batu putih.


"Entahlah, kalah ya kalah saja, mau bagaimana lagi, sekolah mereka kan terkenal dengan bela dirinya," jawab yang lain.


"Iya," angguk mereka pasrah.


"Babak putra yang terakhir yaitu Chasyn dari SMA negeri 4 batu putih dan Doni dari SMA negeri 5 Tebing tinggi," ucap pembawa acara.


"Semangat Bos!" teriak Iyan.


"Awas saja kamu ya, ku hukum nanti," ucap Chasyn.


"He-he-he, lebih baik aku kabur dulu deh sebelum nanti di jewer sama bos," ucap Iyan mengendap-endap keluar dari tempat keramaian.


"Maaf sebelumnya jika saya lancang, bolehkah aku melawan semua peserta dari SMA negeri 5 Tebing tinggi?" tanya Chasyn.


"Apa! Semua? Apa kau yakin?" tanya pembawa acara.


"Selagi itu tidak ada di peraturan seharusnya tidak masalahkan?" tanya Chasyn.


"Huh! SMA negeri 4 batu putih bukan hanya songong, tapi juga sombong dan gitu nggak punya kemampuan lagi!" teriak mereka.


"Baiklah jika itu yang kamu mau," ucap pembawa acara.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2