
Polisi itu langsung menuju rumah yang pintunya sengaja di buka oleh Iyan.
"Maaf, saya mendapat laporan jika di sini ada pelaku kejahatan, bolehkah kami tau apa laporan itu benar?" tanya salah satu polri.
"Iya, dia yang sudah melakukannya dan barang buktinya sudah ada di meja," ucap Iyan.
"Lho Kamu? Kamu…" Grizzly menunjuk ke arah Iyan.
"Kakak polwan," ucap Iyan tersenyum.
"Kamu mengenalnya?" tanya polri itu.
"Iya, temannya yang memberhentikan pencurian mobil di tengah jalan saat pengejaran," jawab Grizzly.
"Lalu? Di mana teman mu itu?" tanya Grizzly.
"Itu," tunjuk Iyan ke arah Chasyn yang sedang membongkar isi dalam sebuah kardus.
"Oh, sedang apa dia?" tanya Grizzly mendekati Chasyn.
__ADS_1
"Sedang apa kamu," tanya Grizzly tiba-tiba datang.
"Eh, buk polwan, sudah datang rupanya. Aku sedang memeriksa barang pribadi miliknya," ucap Chasyn. Pria itu langsung di bekuk oleh polisi dan Juga barang buktinya mereka sita.
"Apa yang ingin kau cari tahu?" tanya Grizzly penasaran.
"Dia sudah membunuh seseorang dengan sadis, aku ingin mencari bukti sebanyak-banyaknya agar dia di hukum berat," ucap Chasyn.
"Dari mana aku tahu jika dia membunuh seseorang?" tanya Grizzly lagi sambil menekuk alisnya. Ia heran Jika Chasyn bisa tahu pria itu membunuh seseorang.
"Aku yang sudah menguburkan mayatnya," jawab Chasyn.
"Aku ingin tapi tidak bisa, seseorang minta agar tidak lapor polisi dan dia sudah mengikhlaskan, tapi rasanya aku tidak bisa tinggal diam atas kejahatan pria itu, seharusnya dia juga di kubur bersama wanita yang ia bunuh," ucap Chasyn.
Chasyn menemukan foto bersama pria dan wanita itu, di foto yang sama-sama tersenyum bahagia, Foto yang meninggalkan kenangan senyum yang terindah, foto yang tidak akan bisa mengembalikan waktu yang ada.
Chasyn membawa foto itu ke hadapan pria yang duduk di sofa dengan tangan yang di borgol.
Chasyn meletakkan foto itu di hadapan pria itu. "Coba kau lihat foto ini, kau sudah merenggut kebahagiaannya, sudah kau rebut senyumnya, kebahagian yang berusaha ia ciptakan sendiri, kau ambil semua darinya, kau sangat kejam, wanita cantik dan malang itu, kau renggut kehidupannya," ucap Chasyn.
__ADS_1
Pria itu menatap foto yang ada di mejanya, tak serang berapa lama, matanya mulai berkaca-kaca.
"Aku… aku tau dia wanita yang baik, tapi… tapi aku sangat marah hari itu, aku khilaf, aku terbawa emosi karena ia ingin memutuskan ku, aku mencintai dia, aku tak ingin dia pergi dariku," ujar pria itu mulai menangis.
"Jangan bohong!" bentak Chasyn dengan keras dan memukul meja hingga meja itu terbelah dua.
"Waw…" ucap Iyan ngeri.
"Astaga! Dia sangat kuat, aku rasa wajah pria yang babak belur itu pasti dia melakukannya," ucap Grizzly dalam hati.
"Bukankah kau membunuhnya karena kau meminta uang dan dia menolak untuk memberinya pada mu? Jangan sok sedih kau! Seharusnya jika kau menyesal saat itu, tidak mungkin tubuhnya kau mutilasi dan kau kuburkan secara terpisah! Kau benar-benar psikopat," ucap Chasyn geram.
"Apa? Menguburnya secara terpisah? Maksudmu ia menguburkan bagian tubuhnya seperti di barat dan di timur?" tanya Grizzly penasaran.
"Iya, dan itu di 4 tempat yang berbeda," ucap Chasyn.
bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah.
__ADS_1
Terima kasih