SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 235


__ADS_3

Pria itu pun tangan diborgol, ia di bawah masuk ke dalam mobil polisi.


"Wel, kami berjanji akan menjaga ibumu tanpa kekurangan apa pun, kami akan menganggap ibumu seperti ibu kami juga, pasti," ucap teman-temannya.


"Terima kasih jika begitu," ucap pria itu dan ia pun masuk ke dalam mobil.


"Mulai sekarang, kita semua harus berjanji untuk menjaga ibu Wel dengan baik," ucap salah satu pesulap itu.


"Iya, aku setuju, jika bukan karena yang tidak peka maka tidak akan terjadi seperti ini," ucap yang lain.


Grizzly dan petugas yang lain mendekati Chasyn, mereka sangat kagum dengan Chasyn.


"Wah, kamu sangat hebat ya, dengan hanya melihat saja kamu bisa tau siapa pelakunya, padahal yang lain sudah membolak-balikkan tempat itu dan mengumpulkan bukti-buktinya, kamu dengan mudah memecahkan kasusnya," ucap salah satu petugas melihat para detektif polisi dan detektif swasta yang datang hari ini untuk memecahkan kasus tersebut.


"Hey! Kau berbicara dengan kami kenapa melihatnya ke arah kami?" tanya detektif polisi itu.


"Aku kan punya mata untuk melihat, melihat kebenaran," ucap petugas itu membulatkan matanya.


"Buh! Bilang saja jika kami tidak lebih baik darinya," ucap detektif itu manyun.


"Ya, kalian memang harus banyak belajar," ucap petugas itu mengangguk-angguk.

__ADS_1


"Dia itu hanya beruntung saja pelakunya cepat mengakuinya, jika ketemu pelaku yang sangat sulit di tangani bagaimana?" ucap mereka manyun.


"Keberuntungan juga adalah salah satu keahlian juga," ucap polisi itu menyengir.


"Huh! Kenapa kau saja yang tidak melakukannya jika kau meragukan pekerjaan kami," ucap mereka.


"Hey! Ayolah, tugas kita berbeda, jika ini adalah keahlian mu kenapa kau tidak memperdalami keahlian mu ini," ucapnya lagi.


"Sudahlah, kasusnya sudah selesai, mari kita pulang, untuk merayakan kasus ini terpecahkan dengan cepat maka Chasyn akan mentraktir kita makan," ucap Grizzly.


"Kenapa aku?" tanya Chasyn berdelik.


"Jika aku tahu begini aku tidak akan pergi membantu," keluh Chasyn.


"Ah sekali-kali, tidak masalahkan, lagi pengen cicip uang perusahaan mu, hm … jangan bilang kalau kamu pelit," ucap Grizzly menatap Chasyn sayup.


"Ya udah makan di mana," ucap Chasyn mengalah.


"Di depan sana aku melihat ada yang jual daging asap, sepertinya enak," ucap Grizzly.


"Hidung mu itu seperti hidung kucing, di mana daging, tercium aja baunya, besar nggak juga," ejek Chasyn.

__ADS_1


"Hey bagaimana ku yang tidak besar," ucap Grizzly membelalakkan mata sambil membusungkan dadanya.


"Ayolah, kamu tidak perlu menunjukkan seperti itu," ucap Chasyn membuang wajahnya ke samping.


"Ya sudah, jadi nggak makan-makannya?" tanya petugas itu melihat pertengkaran mereka yang nggak habis-habis itu dan malah nggak jadi makan.


Mereka pun menuju rumah makan yang menyediakan daging asap yang enak. Sesampainya di sana mereka pun mengambil tempat duduk yang sudah di sediakan.


"Mau pesan apa?" tanya pegawai itu.


"Daging asap dan acar timun, minumannya jus jeruk peras," pesan Grizzly.


"Yang lain?" tanya Pegawai itu.


"Ya samakan saja semuanya," ucap Chasyn.


"Oke, semuanya 5 porsi ya, harap menunggu ya," ucap pegawai itu.


"Iya," angguk Grizzly.


"Aku telpon Dona dan Yessy biar kumpul bersama," ucap Grizzly.

__ADS_1


__ADS_2