SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 106


__ADS_3

"Itu karena kamu belum terbiasa, nanti lama-lama juga terbiasa," ucap Iyan.


"Ya udah balik ke kelas," ajak Chasyn.


Mereka pun kembali ke kelas dan ternyata sudah ada guru di sana.


"Eh Chasyn, foto dulu donk," ucap guru itu mendekati Chasyn.


"Nggak boleh," ucap para siswa serentak.


"Eh kenapa?" tanya guru itu menekuk alisnya.


"Ibu juga harus menunggu antrian," ucap para siswa itu serentak.


"Eh begitu ya, tapikan ibu adalah guru kalian, jadi ibu yang harus foto sama Chasyn duluan," ucap ibu guru.


"Tetap nggak boleh, kepala sekolah juga kalau minta foto sama Chasyn dia harus juga harus menunggu nomor antrian," jawab salah satu siswa.


"Eh begitu ya? Baiklah, baiklah, ya sudah kalian duduklah," ucap ibu guru pasrah.


Iyan, Amara dan Emile membuat nomor antrian, mereka berbagi tugas, mereka tidak peduli jika ibu itu sedang menjelaskan. Dan ibu guru juga nggak peduli, dari pada dia nggak dapet nomor antrian.


xxx


Pelajaran pun selesai. Iyan, Amara dan Emile pun menyebarkan nomor antrian setiap kelas.


"Ayo pulang, aku harus ke kantor sekarang," ucap Chasyn.


"Baiklah," jawab Iyan.


"Eh tunggu! Kami juga ikut donk," ucap Amara.


"Nggak boleh, tunggu hari libur baru kalian boleh ke sana," ucap Chasyn.


"Alaahh... tapi janji ya," ucap Amara.

__ADS_1


"Iya," angguk Chasyn. "Ayo pergi." Iyan pun menginjak pedal gas mobil dan melaju di jalanan.


Tak lama kemudian, Chasyn sampai di perusahaannya.


"Lihatlah, itu tuan Ceo sudah datang," ucap salah satu karyawan.


"Dia masih menggunakan seragam sekolah," jawab mereka heran.


"Kenapa memangnya? Mau dia pakai baju sekolah? Mau dia nggak pake baju bagiku dia tetap terlihat keren," ucap karyawan yang lain.


"Selamat datang Tuan," ucap para karyawan menundukkan kepala memberi hormat.


"Sekretaris Karisa tidak datang kan?" tanya Chasyn.


"Tidak Tuan, tidak terlihat jika ia datang," jawab karyawan itu.


"Oh baguslah jika begitu," angguk Chasyn.


"Apa Tuan memecatnya? Apa Tuan ingin mengganti sekretaris baru?" tanya salah satu karyawan wanita itu dengan mata berbinar.


Karyawan itu menjadi kecewa mendengar ucapan Chasyn.


"Ayo ke ruang ku," ajak Chasyn.


"Baik Tuan," angguk Iyan berbicara formal.


"Oh iya kamu kerjain kembali pekerjaan mu itu," perintah Chasyn.


"Baik," jawab Iyan membuka laptop.


"Bos, ada Satpam ingin melamar pekerjaan, dan mereka ingin datang ke sini," ucap Iyan.


"Baiklah, aku tunggu mereka, tapi mereka yang datang itu yang bisa bela dirikan? Jika tidak jangan terima lamarannya," jawab Chasyn.


"Oke," jawab Iyan mengangguk.

__ADS_1


[Klik di sini untuk membuka]


Klik


Ding Ding


Visi baru


Seorang gembel di hajar oleh beberapa orang


Misi


Selamatkan dia.


Status Visi dan Misi: Sedang berlangsung


"Iyan, kamu tunggu di sini dulu, dan juga jika mereka sudah datang, tolong suruh mereka menunggu," ucap Chasyn.


"Siap," jawab Iyan mengangguk.


Chasyn pun keluar dari perusahaanya dan berhenti di depan pintu masuk utama.


[Klik di sini untuk membuka]


Klik


Chasyn melihat tempat kejadian. Ternyata di titik merah itu tidak jauh dari perusahaanya.


Chasyn pun berjalan menuju arah tempat gembel itu berada. Chasyn masuk ke dalam gang, ia melihat seorang pria yang baju yang tidak layak di pakai itu sedang di tendang oleh 5 orang pria


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah.


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2