SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 134


__ADS_3

"Bayarin," ucap Chasyn.


"Oke!" jawab Iyan berdiri dan memanggil pegawai Cafe.


"Ya ada apa Tuan?" tanya pegawai itu.


"Berapa Mbak?" tanya Iyan.


"Sebentar, saya hitung," ucap pegawai itu melihat makanan dan menghitung di kalkulator.


"Semuanya 250 ribu," ucap pegawai itu. Iyan mengeluarkan kartu ATM-nya dan menggesek di mesin pembayaran.


Setelah selesai, Sekretaris Ananda dan sekretaris Kino pulang ke rumahnya masing-masing dan Chasyn, Iyan dan sekretaris Karisa, mereka langsung menuju rumah Karisa.


Berhubungan tidak terlalu jauh, mereka pun segera Sampai di rumah Karisa.


Sekretaris Karisa membuka rumahnya. "Ayo masuk Tuan," ajak Sekretaris Karisa.


Chasyn dan Iyan pun masuk dan mereka duduk di sofa ruang tamu.


"Ayah... ayah...," panggil Karisa. Namun tidak ada jawaban.


"Mungkinkah ayah sedang tidur?" tanya Karisa. Ia masuk kamar ayahnya dan melihat Ayahnya tergeletak di lantai dengan lemas.


"Ayah! Ayah! Bangun ayah!" teriak Karisa. Mendengar suara jeritan itu, Chasyn dan Iyan masuk ke dalam kamar Karisa.


Melihat itu, Chasyn langsung mengangkat ayah Karisa ke atas kasur.


"Mungkinkah ini misinya tadi?" tanya Chasyn dalam hati. Chasyn memegang tangan ayah Karisa.


"Aku akan menelpon Ambulan," ucap Karisa mengambil ponselnya.


"Tidak perlu, aku akan membantu mengobati nya," ucap Chasyn.


Karisa melihat ke arah Chasyn.


Gunakan poin untuk menyembuhkannya


Memuat…


Loading…


Mulai…


10%…


20%…


30%…


40%…

__ADS_1


50%…


60%…


70%…


80%…


90%…


100%…


Selesai.


Poin Anda di potong 80 poin


Sisa poin Anda [180] poin


Perlahan-lahan, Mata ayah Karisa terbuka dan tersenyum.


"Bagaimana perasaan bapak?" tanya Chasyn.


"Aku sudah membaik," ucap Ayah Karisa. Ia merasa sedikit lebih sehat dari sebelumnya dan ia pun bisa duduk.


"Eh Ayah sudah bisa duduk?" tanya Karisa dengan mata berbinar meskipun tertutup dengan air mata.


"Ayah sudah merasa lebih baik," ucap Ayah Karisa memegang kepala Karisa sambil tersenyum.


"Ayah," ucap Karisa memeluk Ayahnya terharu. "Aku senang banget, ayah sembuh," ucap Karisa menangis di pelukan Ayahnya.


"Sama-sama, ini semua adalah rezeki kalian," ucap Chasyn.


"Tapi tetap saja kami harus berterima kasih kepada Anda," ucap Ayah Karisa memegang tangan Chasyn.


"Tapi lebih baik berterima kasih pada Tuhan, ini semua karena-NYA aku bisa seperti ini, aku hanyalah perantara yang Tuhan kirimkan untuk membantu orang," ucap Chasyn.


"Jika tidak hal lagi, kami akan pulang, tidak bagus berlama-lama pria di rumah seorang gadis yang belum menikah," ucap Chasyn.


"Terima kasih banyak Tuan," ucap Karisa.


"Baiklah, kami akan pulang sekarang," ucap Chasyn.


"Baik Tuan mari saya antarkan di depan" ucap Karisa yang berjalan terlebih dahulu


Chasyn pun berjalan melangkahkan keluar rumah.


"Tuan," lirih Karisa.


"Hm?" Chasyn mengangkat alisnya melihat ke arah sekretarisnya.


"Hati-hati di jalan," ucap Karisa tersenyum.

__ADS_1


"Iya," angguk Chasyn. Ia pun menuju mobilnya. Iyan pun menginjak pedal gas mobil dan perlahan-lahan meninggalkan kontrakan Karisa, dari kejauhan terlihat Karisa melambaikan tangannya.


Ding Ding


Misi selesai


Selamat Anda mendapatkan hadiah sebesar Rp 300.000.000


Selamat Anda mendapatkan 10 poin


Selamat Anda mendapatkan mobil seharga 10 Milyar.


Kecepatan [50/1000]


Kelincahan [50/1000]


Kekuatan [50/1000]


Kecerdasan [50/1000]


Keberanian [50/1000]


Level [60]


Poin [210]


Ding Ding


Selamat Anda mendapatkan penambahan hadiah sebesar Rp 300.000.000


Hadiah Anda menjadi 3.190.800.000


Tririt! Tririt!


Sebuah pesan masuk.


"Selamat malam," [Chelsea]


"Selamat malam juga." [Chasyn]


"Sedang apa?" [Chelsea]


"Baru saja mau pulang." [Chasyn]


"Dari mana?" [Chelsea]


"Dari perusahaan." [Chasyn]


"Bolehkah perusahaan ku bekerja sama dengan perusahaan mu?" [Chelsea]


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih


__ADS_2