
xxx
Matahari pun sudah perlahan-lahan menenggelamkan dirinya di ufuk barat.
"Kamu ingat pertama kita bertemu, kau membawaku melihat mata hari tenggelam," ucap Chasyn.
"Iya nih, dan sekarang kau menjadi bos ku," ucap Iyan.
"Ya udah, kita kembali pulang lagi, hari sudah malam, aku akan menjemput Chelsea dan orang tuanya, kau tetap di sini dan awasi mereka. Pastikan masakan mereka enak, jika tidak kau yang ku pecat," ancam Chasyn.
"Eh, mereka masak yang nggak enak kenapa aku yang di pecat?" tanya Iyan.
"Kan kau yang memilih mereka, jadi kau harus tanggung jawab," jawab Chasyn.
"Baiklah, Baiklah," jawab Iyan pasrah.
Kapal pun melaju menuju pelabuhan dan secara otomatis saat mendekati pelabuhan kapal itu menepi pelan-pelan.
"Ya udah, aku pergi dulu," ucap Chasyn.
"Oke! Bos, hati-hati," jawab Iyan.
Chasyn turun dari kapal dan masuk ke dalam mobilnya dan ia pun segera menelpon Chelsea.
Tuuut
Tuuut
Tuuut
__ADS_1
"Halo Chelsea," terdengar suara lembut Chelsea dari telpon.
"Halo Chelsea, hm… bagaimana? Apa kamu sudah siap-siap?" tanya Chasyn.
"Aku sih sudah, tapi sedang menunggu Papa pulang sebentar lagi," ucap Chelsea.
"Oh gitu, nggak apa-apa, aku juga ini baru mau pulang, ya udah aku pulang dan mau siap-siap juga," ucap Chasyn.
"Baik, kamu hati-hati di jalan," pesan Chelsea.
"Oke!" jawab Chasyn. Ia pun menyimpan ponselnya dan menginjak pedal gas mobilnya dan melaju dengan kecepatan tinggi.
Saat melewati rumah Chelsea, Chasyn memelankan mobilnya dan melihat pekarangan rumah Chelsea.
"Sepertinya Papa Chelsea sudah pulang," ucap Chasyn saat melihat sebuah mobil yang terparkir di depan rumahnya.
Chasyn kembali melajukan mobilnya. Sesampainya di rumahnya, Chasyn buru-buru masuk ke dalam rumah dan secepatnya mandi, lalu memakai baju kemeja biru dan celana jins hitam.
"Ha-ha-ha, nggak lucu kali, aku harus membeli hadiah nih untuk orang tua Chelsea, tapi tunggu dulu, hm… aku punya Berlian, itu saja ku jadikan hadiahnya," ucap Chasyn.
Ia membuka laci penyimpanan lalu mengambil kotak kecil berwarna hitam lalu membawanya ke mobil.
Chasyn pun melajukan mobilnya menuju rumah Chelsea.
Tin!
Chasyn meng-klakson menandakan jika ia sudah datang.
Chelsea keluar dari rumahnya dengan menggunakan dress selutut berwarna abu-abu datang ke hadapan Chasyn dengan senyum manisnya.
__ADS_1
"Selamat malam," ucap Chelsea berdiri di hadapan Chasyn.
Chasyn terpana melihat Chelsea yang begitu cantik.
"Chasyn," panggil Chelsea.
"Eh iya, kamu bilang apa tadi?" tanya Chasyn tersadar.
"Ha-ha-ha, kamu kenapa sih? Aku menyapamu, kau kenapa melamun," ucap Chelsea tertawa renyah.
"Eh iya kah? Kamu sangat cantik Chelsea," puji Chasyn.
"Benarkah? Terima kasih atas pujian mu," ucap Chelsea tersipu malu.
Terlihat Papa dan Mama Chelsea keluar dari rumah.
"Selamat malam Om, selamat malam Tante," sapa Chasyn menundukkan kepala memberi hormat.
"Selamat malam," jawab Papa Chelsea.
"Ayo Om dan Tante naik ke mobil ku saja," ucap Chasyn. Chasyn membukakan pintu untuk kedua orang Tua Chelsea.
Mereka pun naik dan Chasyn langsung melajukan mobilnya di jalanan.
"Kata Chelsea kamu seorang CEO perusahaan, perusahaan apa yang kamu pimpin?" tanya Papa Chelsea.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
__ADS_1
Terima kasih.