SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 281


__ADS_3

"Wah bos sangat sadis, jika tidak merasakannya terlebih dahulu mereka tidak akan jera atau mereka pikir mereka bisa mengambil data perusahaan gampang seperti perusahaan lain. Aku sangat ingin tahu siapa orangnya," ucap Iyan tertawa.


Triring


Triring


Triring


Ponsel Chasyn kembali berbunyi.


"Halo sekretaris Karisa, ada apa?" tanya Chasyn.


"Di perusahaan ada beberapa orang yang ingin melamar pekerjaan, tapi perusahaan kita tidak menerima karyawan lagi, jadi menurut Anda mereka di terima atau tidak?" tanya Sekretaris Karisa.


"Mereka datang membawa resume?" tanya Chasyn.


"Sebentar Tuan," ucap Sekretaris Karisa. "Apa kalian membawa resume?" tanya sekretaris Karissa.


"Ya kami membawanya," jawab para pelamar.


"Mereka membawanya Tuan," ucap Sekretaris Karisa.


"Baiklah kirimkan resume mereka lewat email aku akan mengeceknya," ucap Chasyn melihat ke arah luar jendela mobil.


"Baik Tuan," ucap sekretaris Karissa. 5 menit kemudian email pun masuk.


"Iyan pergi beli makanan dulu," pinta Chasyn.

__ADS_1


"Oke," jawab Iyan, ia membuka pintu mobil dan keluar meninggalkan Chasyn sendiri di dalam mobil.


Chasyn mengecek isi email tersebut lalu langsung mengirim data mereka ke systemnya.


Ada tiga pelamar, satu orang pria dan dua orang wanita. Yang pria hanya orang biasa dan wanita satunya adalah orang kaya dia sengaja melamar di perusahaan Chasyn agar ia bisa mendekati Chasyn, dan yang satunya wanita adalah mata-mata.


"Begitu ya, aku harus ke perusahaan sekarang," ucap Chasyn.


Iyan masuk ke dalam mobil membawa roti panggang lapis berisi daging cincang.


"Ini bos," ucap Iyan memberi bungkusan makanan dan minuman mineral.


"Ayo kita langsung saja ke perusahaan saj," ajak Chasyn.


"Oke," jawab Iyan menyetir mobilnya dan mobil pun melaju.


Chasyn mengirim email ke ponsel Sekretaris Ananda.


"Tidak Tuan." [Sekretaris Ananda]


"Jika ada yang melamar langsung kirim resume mereka ke email ku." [Sekretaris Ananda]


"Baik Tuan." [Sekretaris Ananda]


Chasyn membuka bungkus rotinya dan melahapnya.


Saat di perjalanan.

__ADS_1


[Peringatan!]


[Peringatan!]


[Ada bahaya!]


[Ada bahaya!]


Belum lagi Chasyn mencari bahaya itu ada di mana, tiba-tiba saja mobil di sampingnya meledak.


Duaaaarrrrrrrrr!


Ledakan yang sangat dahsyat itu membuat Iyan kaget dan terpaksa ia banting stir ke kanan dan menabrak pembatas jalan.


Terjadi ledakan kedua membuat mobil itu terbang ke atas. Melihat itu, Chasyn keluar dari mobil dan ingin membantu Iyan untuk keluar, akan tetapi tidak sempat lagi, mobil itu sudah mendarat di badan mobil Chasyn, dengan terpaksa Chasyn harus melindungi dengan tubuhnya.


Braaaakk!


Hantaman yang sangat keras, setelah mobil itu menghantam tubuh Chasyn, mobil itu terpental lagi ke aspal, membuat api terus berkobar di tambah lagi dengan bahan bakar mobil itu membuat apinya membesar.


Di jalanan menjadi macet ada sebagian yang putar balik.


"Bos," lirih Iyan menunduk karena di tekan oleh tubuh Chasyn yang melindunginya.


"Kamu baik-baik saja?" tanya Chasyn berdiri.


"Berkat lindungan dari bos, aku baik-baik saja teri.a kasih bos. Tapi bos apa baik-baik saja?" tanya Iyan khawatir.

__ADS_1


"Aku tidak apa-apa, tapi kenapa mobil itu tiba-tiba meledak di samping mobil kita, ini hanya kebetulan atau ada yang mengirimnya?" tanya Chasyn.


Para warga yang ada di sana yang tadi sedang nyantai ngopi mereka kocar-kacir nyari air untuk memadamkan api tersebut.


__ADS_2