SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 202


__ADS_3

"Ternyata ada dendam keluarga, aku rasa ini pasti salah paham saja, namun baginya ini tidak, ini baginya luka yang paling dalam dari pada ikut pelatihan kejam," ucap Chasyn.


Chasyn pun keluar dari kamarnya dan berjalan menuju tempat berkumpulnya.


"Lama sekali, tidak mungkin Bos berendam dulu di air bunga kan?" tanya Iyan.


"Tidak, aku hanya saja ada dapat berapa informasi saja. Chelsea kamu boleh tanyakan kepada Papa mu, apa ada kakak laki-laki Papa mu yang meninggal," ucap Chasyn.


"Hm… ingat ku ada, karena ada foto kecil yang di pajang di ruang tamu foto Papa masih kecil dan kakak laki-lakinya itu, ia hanyut terbawa air sungai, mereka mencarinya kemana-mana, namun tak di temukan, mereka juga menempelkan kertas di setiap tembok dan dinding rumah orang, tapi tetap juga tak ada yang memberi tahu, mereka juga melapor dengan polisi, tetap juga di temukan, akhirnya mereka pun pasrah dan menganggap mereka sudah meninggal, jika dia hidup, mereka berharap jika suatu saat nanti ia kembali," ucap Chelsea.


"Sudah ku duga, saat ada anggota keluarga yang hilang tentu saja mereka akan mencarinya, aku rasa kepala mafia itu yang sengaja menyembunyikan hingga tidak bisa menemukannya dan pada akhirnya ia gtruhok malah ingin balas dendam," ucap Chasyn dalam hati.


"Memangnya kau tau dari mana jika Papaku punya saudara laki-laki?" tanya Chelsea.


"Hm… aku pernah melihat sekilas foto di rumah mu," ucap Chasyn berbohong.


"Hm… tapi kamu tidak pernah masuk ke dalam rumahku," ucap Chelsea.


"Ah pokoknya, aku pernah lihat, jika tidak bagaimana aku tau," ucap Chasyn membuang wajahnya ke samping sambil mengeluarkan lidahnya menandakan jika ia berbohong.

__ADS_1


"Hm benar juga apa katamu, bagaimana mungkin jika kamu tahu jika tidak melihatnya langsung," ucap Chelsea mengangguk-angguk.


"He-he-he, maaf ya Chelsea, aku berbohong," ucap Chasyn dalam hati.


"Ayo makan lagi, makan sampai kenyang dan bersenang-senanglah malam ini!" teriak Iyan mengangkat gelasnya.


Malam itu pun mereka berpesta ria hingga mereka tertidur di halaman.


xxx


Matahari yang terbit dengan sangat cerah membuat mereka terpaksa harus bangun.


"Ranjang adalah tempat ternyaman," ucap Iyan kembali tidur.


Mereka pun semua bangun, dan pindah ke dalam kamar yang ada di Vila.


"Chasyn, aku harus pulang," ucap Chelsea.


"Pulang ya, ya udah ayo aku antar," ucap Chasyn.

__ADS_1


Duuuaaaaaarrrrr!


Suara yang sangat keras itu membuat mereka sangat terkejut, Chasyn memeluk Chelsea dan Chelsea terlihat sangat ketakutan.


Iyan yang baru saja ingin memejamkan matanya langsung keluar dengan panik.


"Suara apa itu?" tanya Iyan dan yang lain juga ikut panik.


"Entahlah, tidak tau ayo kita lihat," ucap Chasyn membawa Chelsea keluar.


Ternyata dari kejauhan, sebuah tempat ada yang menjatuhkan bom, tidak tahu tujuannya apa.


"Kalian semuanya di sini saja, Iyan ayo ikut aku," ucap Chasyn yang terlebih dahulu berlari ke arah pengeboman itu, sayangnya helikopter itu juga ikut terbakar bersama ledakan bom tersebut, Karen masih ada puing-puing helikopter itu tersisa.


Di sana ada 2 orang warga yang telah datang melihat.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen hadiah dan iklan

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2