
"Baiklah aku nanti akan mencari di mana dia berada," ucap Chasyn.
Mobil terus melaju di jalanan dan tak lama ia pun sampai di tempat yang di sebut makhluk itu.
Chasyn turun dari mobilnya dan menuju tempat tersebut yang di pandu oleh makhluk itu.
"Di mana tempatnya?" tanya Chasyn.
"Di bawah pohon, di tanam di dalam tanah di tepi pohon itu."
Chasyn mencari sebuah plastik untuk menyampul tangannya agar menggali tangannya tidak terkena kotoran. Ia terus menggali dan mendapatkan sebuah tulang badannya.
"Apa ini sudah lama?" tanya Chasyn.
"Sudah 2 bulan yang lalu, tapi tidak ada yang menemukan potongan tubuh ku," jawab wanita itu.
Chasyn mengambil tulang belulang itu dan memasukkan ke dalam plastik bekas yang ia pegang tadi.
"Apa tulang belulang mu aku serahkan saja kepada polisi?" tanya Chasyn.
"Tidak usah, aku hanya ingin dia mempertanggung jawabkan perbuatannya," jawab wanita itu.
__ADS_1
"Tapi keluargamu harus tau jika kamu sudah meninggal, jangan buat mereka khawatir," saran Chasyn.
"Tidak perlu, tidak ada yang peduli dengan diriku, mereka sibuk mengurusi hidup mereka, jika hanya aku menghilang mereka tidak akan khawatir, jika mereka tau pun aku sudah meninggal, palingan mereka hanya sedih di hari itu saja, selebihnya mereka akan lupa, tidak ada yang menyayangiku," ucap wanita itu sedih.
"Hidupmu sangat miris ya, tidak di sayang keluarga dan malah di bunuh oleh pacar yang biadab, semoga saja kamu tenang setelah masalah ini selesai," ucap Chasyn.
Chasyn masuk ke dalam mobilnya lalu melaju menuju tempat yang lain, Chasyn memakai kecepatan tinggi melesat di jalanan agar cepat sampai.
"Kali ini di mana?" tanya Chasyn.
"Di semak-semak, di sana ada tanda batu besar, di bawahnya ia menanamkannya," jawab wanita itu.
"Astaga! dia sangat sadis, dia sudah membunuh memutilasi lalu meletakkan di tempat berbeda," omel Chasyn.
Chasyn menemukan tulang tulang yang sudah tak tersusun rapi, Chasyn mengambil tulang tersebut lalu memasukkan tulang itu ke dalam plastik.
Chasyn kembali membawa Tulang itu dan memasukkannya ke bagasi mobilnya.
Ia kembali melajukan mobilnya menuju tempat selanjutnya dengan kecepatan tinggi, jam sudah menunjukkan pukul 21:20 menit waktu Indonesia bagian barat.
"Di mana tempatnya?" tanya Chasyn.
__ADS_1
"Di gubuk tua, di belakang rumahnya di sana ada bunga melati, di samping bunga melati ya," jawab wanita itu.
Chasyn berjalan mendekati rumah tersebut. Tak sengaja, Chasyn mendengar suara *******.
"Suara apa itu?" tanya Chasyn heran, karena penasaran ia mendekati rumah tersebut menggunakan penerangan lampu senternya, berhubungan masuk ke tempat gubuk itu jalannya kecil, Chasyn hanya bisa memarkirkan mobilnya di pinggir jalan.
Chasyn membuka pintu gubuk tua itu dan malah menyenteri pria dan wanita yang sedang main kuda-kudaan.
"Astaga!" teriak Chasyn sangat terkejut.
"Hey! Apa yang kamu lakukan! Berhenti menyenteri!" teriak pria itu.
"Kalian cepat pakai baju kalian, atau aku akan panggil warga di sini," ancam Chasyn.
Kedua pemuda itu bergegas mengambil bajunya dan berlari terbirit-birit.
"Apa mereka tidak bisa melakukan di tempat lain apa? Haish… anak muda jaman sekarang udah nggak tau pagi apa itu adab," ucap Chasyn menggeleng kepalanya.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah.
__ADS_1
Terima kasih