SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 103


__ADS_3

"Hari ini kamu khusus pindahan saja, istirahatlah, besok kamu baru kerja," ucap Chasyn.


"Baik Tuan," angguk Karisa.


"Ya sudah kamu bawalah mobilnya, dan juga ada beberapa karyawan yang akan membantumu pindahan," ucap Chasyn.


"Terima kasih Tuan, jika begitu aku permisi dulu," ucap Karisa menundukkan kepala dan ia pun pergi.


"Eh, itu Karisa?" tanya Iyan yang baru saja keluar dari kamar.


"Iya, ya sudah ayo berangkat sekolah, hari ini upacara," ucap Chasyn.


"Oke!" jawab Iyan yang terlebih dulu pergi ke arah mobil dan mengeluarkan mobil dari garasi.


"Chasyn duduk di kursi penumpang sambil melihat laptopnya, ia masih memilih siapa saja yang layak menjadi asistennya nanti.


Sudah 20 orang yang ia seleksi untuk tidak mengikuti interview dan 6 orang yang ia pilih.


"Oh iya, pulang sekolah nanti saja aku menginterview mereka," ucap Chasyn menutup laptopnya.


Perjalanan beberapa menit mereka pun sampai di sekolah. Dari kejauhan terlihat di depan gerbang sudah banyak siswa dan siswi yang sedang berkumpul termasuk guru juga dan mengherankan di sana ada reporter yang berkumpul dan dari beberapa stasiun televisi swasta.


"Eh… aku tidak ingat jika kita melakukan upacara di depan gerbang?" tanya Chasyn.

__ADS_1


"Aku juga begitu, ku rasa juga setiap sekolah tak pernah melakukan upacara di gerbang, apa mungkin hari ini ada iring-iringan?" tanya Iyan.


"Coba kamu cek web sekolah, apa hari ini ada iring-iringan," perintah Chasyn.


"Oke!" jawab Iyan memberhentikan mobilnya dan segera mengecek ponselnya.


"Hm... lihat nih," ucap Iyan memperlihatkan ponselnya pada Chasyn. Chasyn pun membacanya dan wajahnya seketika berubah.


"Huffttt... ini pasti sangat merepotkan, aku sangat sibuk, lagian mereka kenapa harus seperti ini, cukup seperti biasa saja," keluh Chasyn.


"Aha, aku ada ide," ucap Chasyn menyengir. Iyan melihat ke arah Chasyn, perasaannya tidak enak.


"Kau…"


"Hm… pasti aku yang serang mereka," ucap Iyan pasrah. Ternyata menjadi asisten tidak mudah, ia harus melakukan pekerjaan seperti ini contohnya harus menyelamatkan Tuannya dari keramaian.


Chasyn memakai topi sekolah, dan berlari ke tembok sekolah, di dalam pekarangan sekolah sudah sepi dari murid-murid, hanya ibu kantin saja yang menjaga kantinnya.


Chasyn terjun dari tembok tinggi itu dan langsung menuju kantin sekolah.


"Bude, mie goreng 2 porsi," pesan Chasyn.


"Sebentar," ucap pemilik kantin.

__ADS_1


"He-he-he, sebelum terjadi sesuatu, aku lebih baik mengisi energi ku dulu," ucap Chasyn.


"Ini mie gorengnya," ucap pemilik kantin meletakkan makanan di atas meja.


"Terima kasih bude," ucap Chasyn mengambil sumpit di tempat sendok.


"Lho? kamu di sini?" tanya bude melihat ke kiri dan ke kanan.


"Kenapa bude?" tanya Chasyn.


"Bukannya para guru dan siswa itu menunggu kamu? Kapan kamu masuk ke sini?" tanya bude heran.


"Mereka nggak nungguin aku kok, mereka nungguin teman aku, makanya aku bisa ke sini," jawab Chasyn. Ia pun langsung menyantap makanannya.


"Benarkah? Tadi bude benar-benar yakin jika mereka menunggu mu dan membawa poster mu, para reporter itu juga bilang kalau mereka menunggu siswa yang bernama Chasyn seorang CEO perusahaan... perusahaan apa ya?" tanya bude berpikir.


"Tuh kan benar, bukan aku bude, aku hanya siswa biasa kok," ucap Chasyn.


"Begitulah? Mungkin memang aku yang salah, ya sudahlah kamu lanjutkan makan, bude mau potong-potong bumbu," ucap Bude kembali ke dapur kantin.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2