SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 188


__ADS_3

Kecepatan [120/1000]


Kelincahan [120/1000]


Kekuatan [120/1000]


Kecerdasan [120/1000]


Keberanian [120/1000]


Level [130]


Poin [380]


Selamat Anda mendapat penambahan hadiah sebesar Rp 500.000.000


Hadiah Anda menjadi 7.058.700.000


Selamat Anda mengaktifkan misi tersembunyi


Selamat Anda mendapat penambahan hadiah sebesar 100.000.000


Hadiah Anda menjadi 7.158.700.000


Mobil Chasyn terus melaju di jalanan dan akhirnya ia pun sampai di rumahnya, terlihat Iyan duduk di depan rumah sambil bermain gitar.


Chasyn langsung memarkirkan mobilnya di garasi mobil. Ia pun keluar dari mobil dengan berkas di tangannya.


"Bos, apa di tangan Anda itu?" tanya Iyan kepo.


"Surat Cinta, aku pikir kamu pulang ke rumah orang tuamu, ternyata masih di sini seperti orang kesepian," ucap Chasyn duduk di kursi di depan Iyan.


"Ya... bos meledek nih, mentang-mentang dia punya pacar," ucap Iyan menyindir.


"Pacar? Mana ada," jawab Chasyn mengambil gitar di tangan Iyan.


"Lalu Chelsea itu apa? Bos mengantungkan perasaannya ya?" tebak Iyan.

__ADS_1


"Aku... aku belum ada waktu untuk mempersiapkan tempat dan waktu untuk mengatakan cinta yang terindah untuknya," jawab Chasyn.


"Apa bos benar-benar ingin mengatakan cinta dengan Chelsea?" tanya Iyan memastikan.


"Hm… bukannya aku tidak mau, aku hanya saat ini masih binggung, hadiah akan yang terbaik untuk menyatakan cinta, janji saja itu tidak cukup, aku harus memikirkan hadiah spesial untuk Chelsea," ucap Chasyn memetik senar gitar dan menyanyikan sebuah lagu dan Iyan ikut mengerjakan kepalanya mengikuti alun nada gitar dan nyanyian Chasyn.


Treng... treng.... treng...


Kau yang terindah


Aku sangat ingin mendekatimu


Kau bagaikan putri dari kayangan


membuat mata ini terpesona


Aku sangat ingin mendekatimu


Tapi ku takut jika ini hanyalah semu


Ingin ku menggapai mu


Tidak mengapa jika ku melihatmu dari ke jauhan


Meskipun aku tak bisa memiliki mu


Aku sangat bahagian meski hanya seperti ini


Mencintaimu dalam diam


Treng... Treng... Treng...


Plok! Plok! Plok!


"Wah, suara Bos tidak memalukan juga ya," ucap Iyan tertawa.


"Apa maksudmu tidak memalukan juga? Apa suara tu cuma pas rata-rata tanya Chasyn memberikan gitar itu kembali ke Iyan.

__ADS_1


Tririt


Tririt


Tririt


Ponsel milik Chasyn berbunyi menandakan sebuah pesan masuk.


Chasyn melihat isi pesan tersebut.


"Malam Chasyn, maaf baru lihat pesan dari kamu, tadinya aku sedang di tes menjadi pemimpin perusahaan, rasanya takut banget menghadapi orang banyak, aku jadi jantungan." [Chelsea]


"Iya, nggak apa-apa, bagaimana rasanya jadi pemimpin?" [Chasyn]


Ia pun menuju kamarnya sambil tersenyum dengan membawa surat perusahaannya.


"Gini nih, kalo orang sudah jatuh cinta, serasa dunia milik berdua, yang lain udah pindah ke planet mars," celoteh Iyan yang kembali memetik gitarnya.


"Rasanya seperti menjadi orang penting dan takut juga, berhadapan langsung dengan orang yang sudah berpengalaman itu sangat mengerikan." [Chelsea]


"Tidak apa, kau masih baru pertama kali, melakukan kesalahan sangatlah wajar, kau harus belajar dari orang yang sudah berpengalaman." [Chasyn]


"Siapa?" [Chelsea]


"Tentu saja aku." [Chasyn] tertawa.


"Tuan Ceo yang manis, aku sangat berterima kasih padamu, oh ya, Papa ku menanyakan diri." [Chelsea]


"Tentang apa?" [Chasyn]


"Tentang kerja sama perusahaan." [Chelsea]


"Hm… apa dia ingin bernegosiasi?" [Chasyn]


Bersambung


Jangan lupa like vote komen hadiah dan iklan

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2