
"Astaga ternyata benar-benar ada, orang ini sungguh tak bisa di lawan," ucap mereka sangat terkagum-kagum.
"Perusahaannya pasti bisa melawan ribuan orang dalam kompetisi internasional," sahut yang lain.
Chelsea melihat ke arah Chasyn sambil tersenyum. Pria di sampingnya ini mengukir sejarah yang tak biasa.
"Aku merasa di sekarang sedang di atas awan, dia sangat luar biasa, rasanya sekarang seperti aku yang tak pantas untuknya," ucap Chelsea dalam hati.
"Baiklah, untuk Tuan Chasyn, silakan ke depan, semua orang sudah sangat penasaran siapa pemilik ketiga perusahaan luar biasa ini, saya juga sangat penasaran seperti apa orangnya, mari maju," ucap Samsul.
Semua orang pun bertepuk tangan meskipun mereka belum tau seperti apa wajah pemilik perusahaan yang bergengsi itu.
"Aku pergi dulu ya, doakan aku semoga nggak gugup," ucap Chasyn.
"Iya," angguk Chelsea. Chasyn pun menuju ke depan.
"Mana mungkin kau gugup, kau sudah terbiasa seperti ini, sekarang kau sudah menjadi bintang yang paling terang," ucap Chelsea terkagum-kagum.
"Wah... ternyata ini dia, bintang Mega kita malam ini, mari Tuan Chasyn berdiri di sebelah saya," ucap Samsul.
Chasyn pun berjalan mendekati Samsul dan berdiri di sampingnya.
__ADS_1
"Mari kita berbincang-bincang sebentar ya," ucap Samsul.
"Hm… iya," angguk Chasyn.
"Tuan sepertinya masih muda, berapa umur Tuan?" tanya Samsul.
"Oh iya, saya masih 17 tahun dan masih duduk di sekolah menengah atas," jawab Chasyn.
Mereka sangat terkejut. "Serius? Masih semuda itu! Sudah memimpin perusahaan!" teriak mereka terbelalak.
"Oh ya saya ada mendengar, seorang CEO yang termuda, dan itu adalah Anda?" tanya Samsul mengingat.
"Benar," angguk Chasyn.
"Ya di balik perusahaan saya yang melambung tinggi, ada para sekretaris saya yang bekerja di sana, mereka sangat berjasa dalam perusahaan saya, para karyawan yang bekerja keras untuk membangun perusahaan saya menjadi perusahaan maju," ucap Chasyn.
"Untuk sekretaris Tuan Chasyn silakan maju ke depan, saya juga sangat penasaran seperti apa orang hebat itu," ucap Samsul.
Sekretaris Karisa, Ananda dan Kino pun .aku ke depan.
"Jadi perusahaan GT, siapa sekretarisnya?" tanya Samsul melihat ke 3 orang sekretaris itu.
__ADS_1
"Sekretaris Karisa," jawab Chasyn. Karisa melambaikan tangannya sambil tersenyum.
"Wah… ini sangat luar biasa sekali ya, seorang CEO yang hebat dan di tambah dengan sekretaris yang cerdas sehingga membawa perusahaan ini menjadi cemerlang, mana tepuk tangannya!" teriak Samsul.
Semua orang bertepuk tangan yang sangat meriah.
"Untuk ketiga sekretaris, menurut kalian bagaimana cara kerja pemimpin kalian ini?" tanya Samsul.
"Dia…" sekretaris Karisa melihat ke arah Chasyn, terlihat Chasyn menaik turunkan alisnya membuat Karisa tertawa.
"Dia… dia sangat cekatan, pekerjaannya rapi, tidak terlalu memaksa, kerja semampunya aja, padahal saya hanya melakukan sedikit saja dan justru dia yang lebih banyak bekerja," ucap Karisa.
"Bekerja apanya, bos mah kebanyakan bercinta dan tidur," celoteh Iyan.
Chelsea langsung melihat ke arah Iyan. Iyan menjadi salah tingkah dan perlahan-lahan bersembunyi di belakang asisten.
"Astaga! Tatapannya sih biasa, tapi dia bahkan lebih menyeramkan dari Bos," bisik Iyan menunduk.
"Benarkah? Wah bos kalian pasti sangat bekerja keras, dan untuk sekretaris lain mungkin ada yang ingin menambahkan," ucap Samsul.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like vote komen hadiah dan iklan
Terima kasih