
1
"Kamu tolong jaga dan bantuin dia ya, soalnya dia belum pernah pacaran," ucap Dona sambil tertawa.
"Kalian ah! Berhenti mengejekku. Hey! Kamu, bilangin kalau kita tidak ada apa-apa," pinta Grizzly.
"Terserah mereka mau bilang apa selagi kamu tidak merasakannya," jawab Chasyn santai.
"Apa kamu bilang!" ucap Grizzly membelalakkan matanya tak percaya dengan ucapan Chasyn.
"Astaga! Lihatlah, dia sangat dewasa, tidak peduli omongan orang yang penting menjadi diri sendiri, orang seperti ini jangan kamu lepaskan," ujar Dinda menggoyangkan tubuhnya Grizzly.
"Ayolah, aku tidak mungkin pacaran sama brondong kan, dia itu anak SMA," jawab Grizzly manyun.
"Apa! Anak SMA? Tapi... it's okelah, umur tidak masalah, tapi kedewasaannya yang terpenting," ucap Dona mengangguk-angguk.
"Hy Grizzly," sapa seorang pria yang tersenyum manis kepadanya.
"Hy," sapa Grizzly melambaikan tangannya.
"Ini Bunga untuk kamu," ucap pria itu yang bernama Jey memberikan buket bunga mawar merah kepada Grizzly.
__ADS_1
Grizzly menatap bunga itu ragu-ragu, apa ia harus menerimanya? Bunga mawar merah menandakan cinta itu, jika ia menerimanya sama saja ia menerima cinta pria itu, sedangkan ia tak menyukainya.
Semua teman-teman Grizzly terdiam dan hanya menatap Grizzly dan Jey.
Melihat wajah Grizzly yang was-was, Chasyn maju ke depan lalu mengambil bunganya.
"Makasih bunganya ya, bunga ini sangat indah, aku pasti akan memajangkannya di rumah," jawab Chasyn mencium bau wangi bunga itu. Wajah Jey langsung berubah, ia sangat tidak menyukainya, ingin rasanya ia meninjunya saat ini, tapi mengingat lagi ini adalah tempat keramaian dan tempat teman Grizzly berpesta, ia juga harus menjaga image di pesta ini. Ia pun pergi meninggalkan tempat tersebut.
"Akhirnya kamu menyelamatkan Grizzly," ucap Dona.
"Ini bunganya, aku mau cari makan dulu," ucap Chasyn meletakkan bunga itu di tangan Grizzly dan ia pun pergi meninggalkan mereka dan menuju tempat makanan.
Semua mata melihat ke arah Chasyn heran. "Dia sungguh dingin ya, tapi… aku suka," ucap Dona tersenyum sambil mengedip-ngedipkan matanya.
"Hm… mauuuu," ucap Dona berlari kecil mendekati Chasyn yang sedang mengambil kue dan beberapa dessert.
"Hay," sapa Dona melambai tangannya berdiri di samping Chasyn.
"Juga," jawab Chasyn tersenyum kecil.
"Kamu kok ganteng?" tanya Dona tersenyum sambil menyipitkan matanya.
__ADS_1
"Oh ya? Apa aku terlihat begitu?" tanya Chasyn.
"Kamu bahkan lebih ganteng dari pria yang datang malam ini," goda Dona.
"Jangan memujiku berlebihan kakak," ucap Chasyn.
"Apa! Kakak! hu-hu-hu kamu kok jahat banget sih manggil aku kakak," ucap Dona ngambek.
"Lha? Aku masih anak SMA kok, kakak umurnya berapa?" tanya Chasyn tanpa merasa bersalah.
"Kamu tau nggak sih? Wanita itu jangan di tanya umurnya, itu suatu tabu bagi wanita, tapi kamu jangan panggil aku kakak donk, panggil namaku. Namaku ada Dona, jadi panggil aku Dona," ucap Dona mengulurkan tangannya.
"Kalau aku panggil nama terlihat seperti aku yang ketuaan," jawab Chasyn.
"Aku saja jika bukan Grizzly yang bilang aku menganggap mu sudah kuliah, wajah kamu itu sudah ketuaan tu," ejek Dona.
"Oh apa karena aku terlalu ganteng ya," ucap Chasyn berpikir. Baru saja Dona ingin membuka mulut untuk berbicara, seorang gadis cantik memakai dress pink masuk ke dalam ruangan.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
__ADS_1
Terima kasih.