SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 253


__ADS_3

"Jadi ini kayak mana Tuan?" tanya ayahnya anak itu sangat khawatir. "Dia malah memuntahkan air yang sangat banyak," ucap ayahnya sambil menggendong anak laki-laki itu anak laki-laki itu nampak lemes.


"Tidak apa-apa karena ini masih gejala maka ia hanya mengeluarkan air, tidak seperti bapak jika terlambat maka bapak tidak akan bisa diselamatkan lagi," jawab Chasyn.


Ibu itu menggosok-gosokkan punggung suaminya dan bapak itu kembali memuntahkan darah berwarna merah.


"Bagaimana ini dia muntah lagi?" tanya ibu itu panik.


"Tidak apa-apa, jangan khawatir itu menandakan jika penyakit itu sepenuhnya sudah keluar melewati darah itu, yang mengkhawatirkan jika tidak ada keluar sama sekali," jawab Chasyn menjelaskan.


"Tiba-tiba saja Chasyn terduduk lemas ,ayah dari anak itu segera membopong Chasyn dan mendudukkannya di kursi.


"Tuan anda tidak apa-apa?" tanya ayah anak itu panik.


"Aku tidak apa-apa tapi aku merasa lapar bisakah kalian memberi aku makanan?" pinta Chasyn.


Wanita itu memberikan anaknya kepada adiknya, lalu ia berlari ke dapur mengambil makanan dan letaknya di dalam napan. Ia pun kembali ke dalam kamar ayahnya Dan meletakkan makanan itu di atas meja.


"Ayo Tuan dimakan Anda pasti sangat lelah," ucap wanita.

__ADS_1


"Terima kasih banyak," ucap Chasyn


Chasyn langsung melahapnya karena ia banyak mengeluarkan energi dan perutnya tiba-tiba saja keroncongan.


"Sana buatkan minuman juga untuknya," ucap suaminya wanita itu kembali berlari ke dapur dan membuatkan minuman untuk Chasyn.


"Uhuk! Uhuk!" bapak itu batuk dari batuknya itu mengeluarkan asap berwarna merah.


"Tuan ini bagaimana?" tanya ibu itu panik.


"Tidak apa-apa bapak sudah sembuh kok," jawab Chasyn dengan makanan yang ada di mulutnya.


"Bagaimana perasaan papa?" tanya ibu itu.


"Sama-sama tidak perlu sungkan," ucap Chasyn.


"Cepat berikan makanan lagi," perintah bapaknya kepada anak perempuannya.


Mereka pun sibuk kembali ke dapur mengambil makanan dan dan meletakkan di atas meja.

__ADS_1


"Mama lapar," ucap anaknya merengek minta makan, kedua bibinya itu kembali ke dapur lagi untuk membawa makanan untuk keponakannya itu.


Chasyn pun selesai makan ia menyekap mulutnya dengan tissue.


"Jadi setelah ini apa yang harus kami lakukan Tuan? Apakah kami harus menjual rumah ini?" tanya pria itu.


"Kalian tidak perlu menjualnya, aku akan membantu membasmi roh jahat di rumah ini," jawab Chasyn.


"Apa kami harus menyiapkan sesuatu dulu?" tanya pria itu.


"Tidak perlu, aku akan membasminya sendiri," jawab Chasyn.


"Apa perlu aku temani?" tanya pria itu lagi.


"Tidak perlu aku sendiri saja kamu jaga mereka semuanya berdoalah agar tidak terjadi apa-apa," ucap Chasyn.


Chasyn pun berdiri, ia keluar dari rumah itu lalu berkeliling.


"Astaga! Tidak menyangka, aku malah jadi paranormal, padahal aku termasuk penakut juga awalnya," ucap Chasyn menggeleng kepalanya sambil tertawa garing.

__ADS_1


Tak lama kemudian para roh jahat itu mulai seliweran itu mengelilingi rumah tersebut.


"Astaga seharusnya aku menyuruh mereka pergi saja dari rumah ini," ucap Chasyn berlari ke arah depan pintu utama, ternyata di depan juga sudah banyak roh jahat yang mengelilinginya.


__ADS_2