
"Oke, uangnya sudah terkirim, pilot ku yang akan membawanya," ucap Tuan George.
"Tidak, aku yang akan mengontrol pesawat ini," ucap Chasyn.
"Hah! Apa kau bisa melakukannya?" tanya Tuan George.
"Apa kau meragukan ku, jika pesawat mu ini rusak, aku punya dua pesawat pribadi dan bisa kau ambil semuanya," ucap Chasyn.
"Kenapa kau tidak memakai pesawat mu saja?" tanya Tuan George menyengir.
"Aku tidak sempat untuk pulang kembali ke rumah, aku takut jika terjadi sesuatu padanya, sudahlah, kau sengaja membuatku membuang waktu, aku pergi dulu," ucap Chasyn memutuskan panggilannya. Ia masuk ke dalam pesawat.
"Ayo ikut aku," ajak Chasyn kepada pilot itu.
"Apa tidak apa-apa jika Anda yang membawanya?" tanya pilot itu ragu-ragu.
"Tidak apa-apa, kalau kau takut ya sudah, tidak perlu ikut," ucap Chasyn.
Namun pilot itu berlari ke arah Chasyn dan ikut masuk, Chasyn duduk di kursi kontrol utama dan mulai menghidupkan mesin pesawat.
"Apa Anda yakin bisa menerbangkannya?" tanya pilot itu lagi khawatir.
Chasyn diam dan perlahan-lahan pesawat itu lepas landas.
[Klik di sini untuk membuka]
Klik
Chasyn mencari titik merah di lokasi tersebut dan titik lokasi itu semakin menjauh.
"Aku harus menambahkan kecepatan pesawat ini," ucap Chasyn dalam hati.
[Kecepatan di gunakan]
[Kecepatan di gunakan 10x lipat]
__ADS_1
[Kecepatan siap di gunakan]
Pesawat tiba-tiba menukik ke atas dengan kecepatan tinggi, Chasyn membawanya pesawat itu bagaikan sama dengan ia membawa mobil.
Pilot itu menjerit-jerit ketakutan, ia tak pernah merasakan hal seperti ini.
"Aaaaaaaa!" teriak pilot itu memegang sabuk pengamannya dengan kuat sambil berdoa dan memegang dadanya.
Pesawat itu terus melaju dengan kecepatan tinggi.
"Ayolah, cepat!" teriak Chasyn geram, karena baginya ini masih terlalu lambat.
Gunakan poin untuk menambah kecepatan
Memuat…
Loading…
Mulai…
20%…
30%…
40%…
50%…
60%…
70%…
80%…
90%…
__ADS_1
100%…
Poin Anda di potong 50 poin
Sisa poin Anda [750]
Pesawat terus melaju cepat kali ini benar-benar sangat cepat hingga bisa mengejar titik merah yang ingin dikejar Chasyn.
Sedangkan pilot tadi sudah tak bisa menahan dengan kecepatan yang Chasyn buat, ini benar-benar sudah di luar akal sehat.
Beberapa jam kemudian, akhirnya antara pesawat Chasyn dan pesawat yang di keja Chasyn tidak begitu jauh jaraknya.
Chasyn menyaingi kecepatan pesawatnya dan pesawat di depannya dan pesawat itu beriringan.
"Ada sebuah pesawat mendekat," ucap Co-pilot yang melihat di layar sebuah titi merah mendekati pesawat mereka.
"Apa itu akan mengancam penerbangan kita?" tanya pilotnya.
"Sepertinya pilot ini sejenis dengan pilot kita, aku rasa mungkin pilot yang mengangkat penumpang," jawab Co-pilot.
"Baiklah, jika begitu abaikan saja," ucap Pilot itu.
Pesawat Chasyn beriringan dengan pesawat di sampingnya.
Chasyn memakai handset lalu menyambungkan komunikasi dengan pesawat sebelahnya.
"Pilot yang ada di sebelah, tolong beri tahu aku, apa Chelsea ada di dalam?" tanya Chasyn.
"Maaf, kami tidak bisa memberi informasi apa pun," jawab pilot itu yang langsung memutuskan panggilannya.
"Sial! Aku akan terus menghubunginya terus atau aku akan beri dia peringatan," ucap Chasyn geram.
Chasyn menyambungkan komunikasinya lagi, namun panggilan itu terputus.
"Heh! Sepertinya aku akan memberinya peringatan jika mereka masih sayang nyawanya," ucap Chasyn.
__ADS_1