
"Apa yang ingin kau lakukan?" tanya Soni.
"Sebelum kapal ini menjauh aku akan berbelok arah," ucap temannya.
"Tidak! Jangan kau lakukan itu!" teriak Soni menarik tangan Temannya. Chasyn masuk ke dalam ruangan itu setelah puas merekam.
Mereka sangat terkejut melihat Chasyn datang. Wajah asing Chasyn bagi mereka membuat keduanya heran
"Siapa kamu?" tanya teman Soni.
"Aku adalah detektif swasta yang ikut menangani kasus pembunuhan wanita yang ada di bawah pohon itu, kami sudah menemukan sidik jari mu di lokasi kejadian, jadi lebih baik kamu menyerah saja," ucap Chasyn.
"Tidak! Aku tidak mau! Aku tidak mau di penjara!" teriak Soni.
"Apa kau setelah melakukan kejahatan tapi tidak mau di hukum, jika ada seperti itu maka maka tidak di perlukan lagi adanya hukuman dan peraturan di dunia ini saling bunuh membunuh saja," ucap Chasyn.
"Dia benar Soni, serahkan saja dirimu, lari dari kenyataan tidak akan membuat dirimu tenang, ini untuk kebaikan mu," nasehat temannya.
"Tapi…"
"Jika kamu tidak melawan dan bersembunyi maka hukuman mu akan kurangi, tapi jika kamu melawan, itu bisa jadi hukuman mu akan berat bahkan bisa jadi hukuman mati," ucap Chasyn.
Soni terdiam.
__ADS_1
"Tapi… tapi aku tidak mau di tangkap, aku tidak mau!" teriaknya. Ia melihat jendela di belakangnya dan kemudian melompat dan terjun ke air.
Chasyn juga melompat dan terjun ke dalam air. Mereka kejar-kejaran di dalam air dan akhirnya ia dapat menangkapnya dan menarik kaki pria itu.
"Berhenti kamu! Sudah cukup kaburnya," ucap Chasyn.
"Tidak, aku tidak mau," ucap Soni berusaha untuk kabur. Dengan terpaksa Chasyn memukul kepala bagian belang Soni dengan tangannya dan akhirnya Sini pun pingsan. Chasyn berenang membawa Soni ke kapal.
"Berikan talinya!" teriak Chasyn.
"Iya," angguk pria itu menurunkan talinya. Chasyn mengikat tali itu di tubuhnya.
"Apa sudah selesai?" tanya pria itu.
Pria itu dengan sekuat tenaga mengangkat Chasyn dengan mengunakan katrol dan akhirnya mereka terangkat ke atas.
Baju mereka basah kuyup. "Aku ambilkan handuk dulu," ucap pria itu berlari ke belakang. Chasyn melepaskan tali dari pinggangnya.
"Ini handuknya," ucap pria itu memberikan handuk kepada Chasyn.
"Terima kasih," ucap Chasyn. Pria itu membawa temannya ke bilik kapal dan membaringkannya lalu membuka bajunya.
"Biarkan aku menjaganya, kamu pergi lah putarkan kapalnya kembali ke pelabuhan," ucap Chasyn sambil mengelap tubuhnya.
__ADS_1
"Baiklah," angguk pria itu langsung berlari ke tempat pengendali kapal dan memutar kapan untuk kembali ke tempat asal.
Tak berapa lama kemudian, mereka pun sampai di pelabuhan, perlahan-lahan kapal kembali merapat. Grizzly dan petugas yang lain segera mendekat saat melihat kapal itu merapat.
"Aku akan turun membawanya," ucap Chasyn.
"Baiklah, tapi tolong perlakukan dia dengan baik," pinta temannya itu. Chasyn terdiam dan ia pun mengendong Soni turun dari kapal.
"Chasyn kau basah kuyup," ucap Grizzly.
"Tidak apa-apa, ini adalah pelakunya, tapi dia masih pingsan. Aku akan mengirimkan rekamannya sebagai penguat bukti jika dia bersalah," ucap Chasyn.
"Tapi yang di kapal itu?" tunjuk Grizzly.
"Dia tidak tahu apa-apa masalah ini, dia tidak bersalah," jawab Chasyn.
"Baiklah, aku percaya padamu," angguk Grizzly.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih
__ADS_1