SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 275


__ADS_3

"Untuk apa?" tanya Chasyn.


"Ya hanya untuk dekat saja kalian bisa jadi teman," jawab Tuan George.


Chasyn melihat ke arah Chelsea meskipun Chelsea tidak mendengar percakapan mereka dari tadi Chelsea memang terus melihat ke arah Chasyn.


"Oh ternyata sudah ada wanita yang kau sukai ya," tebak Tuan Goerge melihat ke arah Chelsea.


"Iya Dia adalah wanita yang aku sukai ," jawab Chasyn jujur.


"Apakah anakku tidak punya kesempatan?" tanya Tuan George sambil menseruput kopinya yang tinggal setengah itu.


"Kesempatan apa?" tanya Chasyn tak mengerti.


"Ah tidak ada, ya sudah seperti perjanjian kita, kita sudah menyetujuinya, jadi nanti pesawat akan diantar oleh pilot nanti. Terima kasih kopinya," ucap Tuan Goerge berdiri menyalami Chasyn.


"Baiklah, Tuan Goerge. Terima kasih atas ketulusan Anda," ucap Chasyn membalas jabatan tangan Tuan George.


"Baiklah kalau begitu aku permisi dulu, kapan-kapan kita akan makan bersama," ucap Tuan Goerge berpamitan untuk pulang.


"Baik, kapanpun waktu aku akan menyempatkannya," ucap Chasyn.


Tuan Goerge pun pergi meninggalkan restoran cepat saji itu dan masuk ke dalam mobilnya, Chelsea mendekati Chasyn.


"Apa masalahnya sudah selesai?" tanya Chelsea.


"Itu mah urusan gampang tidak ada yang tidak bisa aku selesaikan," ucap Chasyn tersenyum.

__ADS_1


"Bercanda aja kamu," ucap Chelsea menyenggol lengan Chasyn.


Chasyn menarik tangan Chelsea lalu mendekati pilot tersebut.


"Pak pilot, pulang nanti dengan asisten ku dan langsung bawa pesawat untuk Tuan Goerge aku pulang bersama mereka," ucap Chasyn.


"Membawa pesawat? Pesawat siapa?" tanya pilot itu bingung.


"Pesawatku yang ada di belakang rumahku sebagai ganti dari pesawat Tuan Goerge yang sudah ku rusak," jawab Chasyn.


"Oh begitu ya, baik Tuan," ucap pilot itu mengangguk.


"Maaf ya Chasyn, gara-gara kami kamu harus membayarnya dengan mahal, Papa akan bantu uang ganti ruginya juga," ucap Papa Chelsea.


"Tidak usah Papa aku tidak kekurangan uang kok, asalkan kalian selamat dan baik-baik saja itu adalah hal yang terbaik dalam hidupku," ucap Chasyn tersenyum.


Chasyn mengambil ponselnya dan menelepon Iyan.


"Halo bos, bos di mana? Bis baik-baik saja kan?" tanya Iyan khawatir.


"Aku baik-baik saja. Oh ya kamu datang ke lokasi yang aku kirimkan nanti ya segera mungkin," perintah Chasyn.


"Baik aku akan pergi sekarang," ucap Iyan lega.


"Bagaimana? Apa Tuan baik-baik saja?" tanya sekretaris Ananda khawatir.


"Aku rasa Bos itu sangat sulit matinya, dia itu bisa selamat dalam keadaan apapun. Haishh … sia-sia saja kita khawatir," ucap Iyan menggalang kepala.

__ADS_1


Tririt


Tririt


Tririt


Sebuah pesan masuk ke ponsel milik Iyan.


"Ah lokasinya sudah dikirim bos. Aku pergi dulu ya kalian pulang juga jangan khawatirkan Bos dia tidak akan semudah itu terluka," ucap Iyan menenangkan.


Mereka mengangguk mengerti.


Iyan pun langsung masuk ke dalam mobil dan langsung menuju lokasi yang dikirimkan oleh Chasyn.


Setelah mereka selesai makan.


"Mbak!" panggil Chasyn. Pegawai restoran itu mendekat.


"Ada yang bisa saya bantu?" tanya Pegawai itu.


"Aku mau bayar bill-nya. Berapa semuanya?" tanya Chasyn.


"Sebentar ya Tuan, saya hitung dulu," ucap Pegawai itu melihat semua makanan yang ada di meja dan menghitungnya.


"Semuanya 2 juta," jawab pegawai itu.


Chasyn mengeluarkan kartu Atm-nya dan menuju kasir, ia pun menggesek di mesin pembayaran.

__ADS_1


__ADS_2