SYSTEM NEXT LEVEL

SYSTEM NEXT LEVEL
BAB 114


__ADS_3

"Oh ternyata kau tau sakit juga?" tanya Bos itu. Chelsea menatap tajam ke arah pria itu.


"Jadi bagaimana? Apa kau kau setuju?" tanya bos itu membalas tatapan Chelsea dengan membulatkan matanya.


Chelsea tidak menjawabnya dan bos itu pun melepaskan tangannya dengan keras membuat Chelsea terjatuh ke lantai.


"Aku harap kau bisa membawakan data itu seperti apa yang aku mau, jika tidak, jangan harap kau akan mendengar suara temanmu itu," ucap bos tersebut.


"Biarkan aku melihat mereka dulu," ucap Chelsea tegas.


"Untuk apa? Untuk melihat wajah sedih mereka karena mu?" tanya bos itu.


"Aku ingin memastikan jika mereka baik-baik saja," ucap Chelsea.


"Hm…baiklah, tapi kau hanya boleh melihatnya dari jauh saja, tidak boleh mendekat," ucap bos itu yang terlebih dahulu pergi ke belakang. Chelsea langsung berlari mengikutinya dan mereka masuk kebelakng dan Chasyn tidak bisa melihat mereka karena tertutup.


Bos itu menuju tangga dan menuju tempat bawah tanah.


"Lila, Meli!" teriak Chelsea saat melihat teman-teman itu dengan tangan terikat kebelakng dan mulut yang di tutup. Mereka duduk di dalam sebuah penjara bawah tanah.


"Um... um... um..."


Mereka terlihat menangis minta tolong.

__ADS_1


"Lepaskan mereka!" teriak Chelsea geram.


"Sudah aku katakan, jika kau mereka pulang dalam keadaan selamat maka kamu harus lakukan apa yang aku pinta," ucap bos itu.


"Baiklah, aku akan melakukannya," jawab Chelsea dengan mata berkaca-kaca tertunduk lesu.


"Bagus gadis manis, jadi kau boleh pulang sekarang, tapi... mobilmu itu menjadi milikku, kau silakan pulang jalan kaki," ucap bos itu.


"Lila, Meli kalian tenang saja, aku pasti akan menyelamatkan kalian," ucap Chelsea menangis.


"Bagus jika seperti itu, itu adalah jawaban yang sangat manis," ucap pria itu. Chelsea menangis sambil melambaikan tangannya, ia pun pergi.


"Um... um... um...!" teriak teman-temannya sambil menangis.


"Aku harus menyelamatkan dia dan nya, agar perusahaan Papanya tidak bangkrut," ucap Chasyn.


Terlihat Chelsea keluar dari rumah itu. Bos tersebut memberi kode pada anak buahnya dan mereka pun bergerak.


"Hey manis, sebelum kau pergi, lebih baik kamu layani kami dulu," ucap para pria hidung belang itu.


"Mereka sangat biadab!" ucap Chasyn geram.


Para pria itu mendekati Chelsea lalu mereka bersama-sama meraba tubuh Chelsea dan merobek bajunya. Chasyn turun dari atap rumah tersebut lalu menarik salah satu pria itu lalu menghantam wajah pria itu.

__ADS_1


Buk!


Pria itu langsung pingsan di tempat.


Mereka semua melihat ke arah Chasyn dan langsung menyerang ke arah Chasyn. Chasyn menghindarinya sehingga satu pukulan pun tidak mengenainya. Mereka seketika berhenti.


Ternyata benar, mereka membawa senjata api dan semua pria itu menodongkan pistolnya ke arah Chasyn.


"Siapa kamu?" tanya mereka.


"Ha-ha-ha, tidak menyangka, teryata bisa bertemu kamu juga," ucap bosnya keluar dari gubuk itu.


Chasyn terdiam melihat ke arah bos itu karena ia tau bahwa mereka juga mencari keberadaan dirinya.


"Menyerah sajalah, kau ke sini mengantar nyawa tidak perlu berontak," ucap bos itu.


"Kau pikir aku akan menyerahkan nyawaku begitu saja, aku sangat takut," ejek Chasyn.


"Kau ingin bermain-main sepertinya, maka dari itu, marilah bermain," ucap bos itu.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2